MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 91 CEMBURU DAN RINDU


__ADS_3

"Yuk pulang," ajak Reza saat tiba di ruangan sang istri. Andini terlihat masih sibuk dengan pekerjaannya, "Sebentar lagi ya sayang," ucap Andini. Reza berjalan menghampiri Andini, pemuda itu menatap layar laptop di depan Andini.


"Loh, bukannya itu kerjaan Kak Raditya ya sayang?" tanya Reza saat melihat laporan yang di tunjukkan untuk sang kakak iparnya.


"Iya tadi Kak Raditya izin pergi ke kantor Kak Rian tetapi, sampai sekarang belum kembali padahal tadi dia bilang sudah di jalan," jelas Andini yang bingung karena sang kakak tidak kunjung datang ke kantornya lagi.


Ponsel milik Andini berdering, terlihat nama Raditya di layar ponselnya. "Kenapa Kak?" tanya Andini setelah menggeser ikon hijau di ponselnya. Andini mendengar penjelasan sang kakak dari ujungs sana, "Bilang dong dari tadi, aku kan jadi bisa pulang," ketus Andini saat sang kakak bilang tidak dapat kembali ke kantornya.


Reza yang melihat perubahan raut wajah sang istri mencoba bertanya pelan padanya, "Kenapa sayang?" tanya Reza sambil menggenggam tangan Andini. Andini yang sempat ingin melampiaskan amarahnya segera meredam, "Kak Raditya jahat, dia barusan telpon katanya tidak jadi kembali ke sini," rengek Andini.


"Ya sudah, sekarang kita pulang yuk," ajak Reza sambil membantu sang istri merapikan meja kerjanya. Andini mengiyakan ajakan sang suami, dia merapikan pekerjaannya dan bergegas pergi bersama Reza.


Reza dan Andini segera pergi meninggalkan kantor Raditya, "Mampir ke supermarket dulu ya," pinta Andini saat mereka sedang menaiki mobil yang dikendarai oleh Reza.


"Mau beli apa sayang?" tanya Reza sekilas melihat wajah sang istri yang terlihat sangat lelah, "Mau membeli beberapa keperluan rumah sayang," ucapnya. Reza mengiyakan permintaan sang istri dan berhenti di salah satu supermarket yang tidak jauh dari rumahnya, Andini bergegas turun dan pergi meninggalkan sang suami yang masih sibuk memarkirkan mobilnya.

__ADS_1


Reza hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang istri, " Untung cinta," ucapnya dan berjalan menghampiri Andini yang sudah sibuk dengan troli di depannya.


Reza dengan senang hati menemani sang istri dari satu rak ke rak lain, mulai dari bahan makanan sampai keperluan rumah tidak luput dari daftar Andini. "Kenapa sih wanita itu sangat senang bila di ajak belanja?" tanya Reza yang melihat Andini sedang menimang dan memilih barang yang pas dan berguna menurutnya. "Kamu tidak suka menemani aku belanja?" tuduh Andini.


Pandangan kedua mata Andini menatap tajam ke arah Reza, "Bukan seperti itu sayang," sanggah Reza. Pemuda itu sudah menemukan gelagat marah sang istri, dia terus mencoba menjelaskan dan membujuk sang istri. "Lalu apa?" tanya ketus Andini, gadis itu meninggalkan sang suami yang sedang memikirkan alasan apa yang bisa membuat istri tersayangnya itu tidak marah.


"Sayang," panggil Reza. "Bukan begitu maksud aku, tadi aku hanya bertanya kenapa wanita itu senang dengan belanja," sambung Reza. Andini menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Reza, "Ada banyak alasan mengapa wanita sangat senang berbelanja salah satunya adalah dengan belanja dia bisa melupakan semua masalah sejenak walaupun belum tentu akan lupa tapi setidaknya dengan belanja ada hiburan tersendiri bagi kami para kaum wanita, jelas Andini.


Andini bukan tipe wanita yang senang dengan belanja karena baginya belanja hanya menghabiskan waktu dan uangnya, jadi dia hanya akan berbelanja jika memang di perlukan. Reza sangat bersyukur akan hal itu, memiliki istri seperti Andini adalah impiannya sejak lama dan sekarang terwujud dengan sempurna.


Andini dan Reza berjalan menuju kasir untuk membayar semua belanjaan miliknya, tanpa mereka sadari seseorang sedang berjalan ke arahnya. "Hai, apa kabar?" tanya pria yang berada di belakang Andini. Reza dan Andini membalikkan badannya bersamaan, "Andrew," ucap Andini yang langsung memeluk tubuh pemuda di belakangnya. Reza terkejut melihat kelakuan sang istri yang tiba-tiba memeluk tubuh pria lain di depannya, dan entah mengapa Andini merasa sangat merindukan sosok pemuda yang pernah mengisi hatinya itu.


Reza terdiam melihat Andini yang terus berbicara dengan sang mantan tanpa menghiraukan dirinya, "Sayang," panggil Reza pelan. Andini teringat jika ada sang suami di antara mereka, "Astaga, maaf sayang aku lupa," kekeh Andini sambil memukul keningnya pelan.


"Jangan bilang kamu juga lupa akan status kamu?" Reza menyindir sang istri yang sepertinya melupakan status hubungan mereka.

__ADS_1


"Maaf, Andrew aku lupa perkenalkan suamiku yang tampan ini sama kamu," goda Andini dengan nada suara yang di buat seimut mungkin agar Reza tidak marah padanya.


"Serius kalian sudah menikah? Kenapa tidak mengundang?" tanya Andrew yang terkejut dengan berita jika sahabatnya selama kuliah di luar negeri telah menemukan hatinya.


"Sayang, bayar dahulu ya berbicaranya nanti setelah kita bayar ini," tunjuk Reza. Pemuda itu menunjukkan beberapa orang yang juga sedang mengantri di belakang tubuh Andrew, "Ya ampun aku sampai lupa," ucap Andini yang merasa malu.


"Setelah membayar ini, kamu harus bercerita tentang hubunganmu dan Clara ya Kak," ucap Andini yang ingin mengetahui tentang hubungan pria di depannya. Andini tidak pernah tahu jika Clara yang bersama dengan Andrew adalah wanita yang pernah sangat dicintai sang kakak, Andini hanya mengetahui Clara adalah seorang gadis yang mampu menaklukkan hati kakaknya itu.


Setelah selesai membayar seluruh belanjaan miliknya, Andini mengajak Andrew untuk ke salah satu restoran yang tidak jauh dari supermarket tersebut. Dengan senang hati Andrew mengikuti mobil yang di kendarai Reza hingga parkir di sebuah restoran ternama, "Aku cemburu melihat kamu dekat dengan Andrew," Reza mengutarakan isi hatinya saat mereka bertemu dengan Andrew tadi. Andini yang sedang melepas sabuk pengamannya segera menatap wajah sang suami, "Jadi kamu cemburu dengan Kak Andrew?" tanya Andini yang tidak percaya akan sikap pria di depannya.


"Apa salah kalau aku cemburu?" tanya Reza yang benar-benar tidak bisa menahan sa cemburu yang terus bergelayut di hatinya.


Andini mencoba menjelaskan kepada Reza, "Kurang apa lagi aku? Aku dan kamu sudah menikah lalu aku dan Kak Andrew pun bertemu denganmu juga, jadi apa yang harus di cemburui?" tanya Andini yang sebenarnya tidak dapat menahan tawanya. Dia menyadari sikap posesif sang suami mengingat kenangan dirinya bersama Andrew masih terekam di dalam diri Reza, pemuda itu tidak ingin jika wanita pujaannya kembali jatuh ke pelukan sang mantan.


"Sudah yuk, tidak enak itu Kak Andrew sudah menunggu," Andini menunjuk Andrew yang sedang menunggu mereka di depan pintu masuk restoran itu. Reza menetralkan perasaan cemburunya, dia akan berusaha mempercayai ucapan sang istri karena memang bagaimanapun apa yang Andini bilang ada benarnya.

__ADS_1


__ADS_2