MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 15 ULANG TAHUN SEKOLAH


__ADS_3

Seminggu telah berlalu,hari ini adalah hari yang di tunggu oleh siswa dan siswi SMA Pertiwi. Karena hari ini hari ulang tahun sekolah mereka, banyak siswa dan siswi dari SMA Pertiwi unjuk kebolehan. Ternyata tidak hanya dari sekolah itu saja yang tampil hari ini tetapi dari sekolah lain pun ikut unjuk bakat di acara sekolah ini. Andini yang sudah rapih dengan seragamnya sedang menunggu kedatangan Beni yang akan menjemputnya.


Hari ini Reza tidak dapat menjemputnya di karenakan kesibukannya di sekolah. Beni yang sudah datang langsung mengajak Andini bergegas menuju sekolahnya. Dia tidak mau melewatkan kesempatan untuk tampil pada hari ini. Beni jago dalam memainkan alat musik dan bernyanyi, jadi hari ini Beni akan menyumbangkan sebuah lagu untuk acara tersebut.


Setelah sampai di sekolah Andini dan Beni harus berpisah, karena Beni harus mempersiapkan diri untuk tampil di atas panggung. Andini yang berjalan sendiri menuju kelasnya hanya menutup telinga tatkala banyak siswa dan siswi yang membicarakan hubungannya dengan Reza.


"Andini," panggil Wenda salah satu anggota OSIS di sekolah itu.


"Saya Kak," ucap Andini yang menoleh ketika merasa ada yang memanggil namanya.


"Aku bisa minta tolong sama kamu tidak?" tanya Wenda.

__ADS_1


"Minta tolong apa ya Kak?" Andini bertanya balik kepada Wenda.


"Kamu mau kan jadi pembawa acara di acara ini? Soalnya pembawa acara yang sudah ditunjuk berhalangan hadir, sedangkan acara harus tetap berlangsung," mohon Wenda.


"Tapi aku tidak bawa baju ganti Kak, bagaimana ini?" tanya Andini panik karena dia berangkat menggunakan seragam sekolahnya.


"Tenang saja, untuk masalah baju pembawa acara sudah di persiapkan kamu tinggal pakai saja. Sepertinya pas dengan badan kamu," jelas Wenda sambil menarik tangan Andini agar mengikutinya keruang ganti.


Saat Andini membaca daftar acara hari ini, dia terkejut saat melihat satu nama yang amat dia hindari sampai hari ini. Andrew itu adalah satu nama yang amat dia hindari, selama briefing berlangsung pikiran Andini dipenuhi oleh Andrew.


"Apa Andrew itu ... Atau ada Andrew yang lain ya?" tanya Andini dalam hati.

__ADS_1


Acara pun di mulai, semua orang yang datang memperhatikan ke arah panggung. Tak luput juga Reza yang sedari tadi berada di seberang panggung memperhatikan mulai dari Andini naik ke panggung hingga dia mulai membawa acaranya dengan baik dan benar.


"Wenda," panggil Reza ketika melihat Wenda berjalan menghampirinya.


"Iya Za, kenapa?" tanya Wenda yang bingung karena Reza memanggilnya.


"Itu kenapa pembawa acaranya beda ya sama yang ada di daftar nama pengisi acara?" tanya Reza yang ingin tahu kenapa bisa Andini yang menjadi pembawa acara tersebut.


"Oh itu ... Ririn tadi menghubungi aku katanya minta maaf sekali tidak bisa hadir di acara ini, karena ada urusan penting," jelas Wenda. "Dan akhirnya pas aku lagi bingung aq ketemu dengan Andini, jadi ya sudah aku minta tolong saja buat gantiin Ririn ... Habis waktunya sudah mepet banget, aku bingung harus minta tolong siapa lagi," sambung Wenda yang langsung mendapatkan anggukan kepala dari Reza.


Acara hari ini di mulai dari sambutan Bapak kepala sekolah, membaca puisi, berpidato dan masih banyak lagi acara yang di adakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun SMA Pertiwi. Andini yang sudah terbiasa membawa acara pada saat sekolah SMP dulu terlihat sangat santai dan tidak gugup. Itulah mengapa Wenda memilih dia untuk menjadi pembawa acara menggantikan pembawa acara yang tidak dapat hadir itu karena Wenda tahu Andini bisa melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2