MUNGKINKAH KAU JODOHKU

MUNGKINKAH KAU JODOHKU
BAB 16 MASA LALU


__ADS_3

Acara hari ini terbilang cukup lancar, terbukti dengan meriahnya acara hari ini. Satu persatu siswa dan siswi yang menyumbangkan bakat mereka naik ke atas panggung. Baik dari SMA Pertiwi maupun dari SMA luar dan tidak lupa juga Beni yang mempersembahkan sebuah lagu untuk sekolahnya, Meli pun tak mau kalah dia menyumbangkan sebuah puisi yang sangat menyentuh hati di acara tersebut.


Saat di akhir acara penampilan dari Band luar sekolah adalah sebagai penutupnya. Murid-murid yang antusias karena Band tersebut sangat terkenal di kalangan anak SMA Jakarta.


"Akhirnya kita sampai di akhir acara, rasanya tidak ingin saya mengakhiri acara ini karena antusias kalian semua luar biasa," ucap Andini. "Dan sebagai penutup acara kita panggilkan Band yang amat terkenal di kalangan anak-anak SMA jaman ini yaitu DREAM BAND ," sambung Andini sambil menyebutkan nama Band yang akan tampil.


Sorak tepuk tangan memenuhi seluruh tempat acara, di saat yang bersamaan Andini terkejut karena benar yang akan naik ke atas panggung adalah Andrew mantan kekasih yang telah mengkhianatinya. Andini tidak pernah tahu bahwa salah satu anggota dari Band tersebut adalah seseorang yang dia kenal. Andrew tersenyum manis kepada Andini saat menaiki panggung dan langsung menyapa seluruh penonton yang hadir di sana.


"Selamat siang semuanya, suatu kehormatan bagi kami untuk bisa tampil di acara ini ... Saya ucapkan banyak terima kasih untuk seluruh yang hadir dalam acara ini," ucap Andrew, Andrew pun memperkenalkan diri dan anggota Band nya sebelum tampil.


Andrew dan Band nya menyanyikan beberapa lagu andalan milik mereka, mata coklat indah milik Andrew tak lepas melihat kearah Andini yang duduk istirahat di dekat panggung. Pada saat akan menyanyikan lagu terakhir Andrew memberikan sambutan kepada seluruh penonton yang menyaksikan penampilannya.


"Ini adalah persembahan terakhir dari kami di acara ini, saya ingin mempersembahkan lagu ini untuk seseorang yang selalu ada di hati saya, seseorang yang telah mengubah saya menjadi lebih baik lagi, seseorang yang selama ini selalu saya nanti keberadaannya dan seseorang itu sekarang berada di sini ... " ucap Andrew yang langsung mendapatkan tepuk tangan dari para penonton dan bahkan banyak yang berbisik-bisik dan bertanya-tanya siapakah yang di maksud olehnya.


"Saya mau minta maaf sama dia karena kebodohan yang saya perbuat di masa lalu, saya mohon maafkan saya," sambung Andre sambil menatap kearah Andini, Andini yang sadar sedang di tatap oleh Andrew hanya menunduk memainkan ponselnya.

__ADS_1


Andrew menyanyikan lagunya dengan penuh penghayatan, seluruh penonton menikmati irama lagu yang di bawakan. Tak banyak juga yang ikut hanyut terbawa suasana yang mendadak menjadi sendu itu.


Reza yang sudah menyelesaikan tugasnya segera menghampiri Andini dan membawakan minum untuk kekasihnya itu. Pandangan Reza tak lepas dari Andrew karena dia merasa dari awal Andrew naik ke panggung matanya selalu memperhatikan Andini dengan seksama dan ada keanehan dari gerak-geriknya.


Setelah selesai mengisi acara Andrew mencoba mendatangi Andini yang sedang duduk bersama dengan para sahabatnya dan juga Reza. Karena acara hari ini telah usai mereka istirahat sejenak sebelum pulang ke rumah masing-masing. Beni yang menyadari kedatangan Andrew langsung menyenggol lengan sahabatnya itu sambil membisikkan sesuatu.


"Din, si Andrew sepertinya cari kamu deh ... Tuh lihat dia jalan ke sini," ucap Beni saat melihat Adrew berjalan kearah tempat mereka sekarang.


"Biarin saja aku sudah tidak ada apa-apa sama dia," jawab Andini yang seolah acuh tidak menghiraukan Andrew yang sedang berjalan.


"Tidak ada apa-apa kok ... Iya kan Ben?" tanya Andini sambil menginjak kaki Beni yang juga duduk di sebelah kirinya, Beni yang merasakan sakit pada kakinya hanya menahan agar Reza tidak curiga.


"Iya tidak apa-apa sepupuku yang kepo," ledek Beni sambil menahan sakit di kakinya akibat ulah Andini, Andrew berjalan semakin dekat dengan mereka.


"Permisi, maaf mengganggu saya boleh bicara dengan Andini sebentar?" tanya Andrew kepada mereka semua.

__ADS_1


Andini yang sudah tahu maksud dari Andrew melihat kearah Reza untuk meminta izin, Reza hanya mengangguk kepalanya sambil terus menatap kearah Andini yang mulai menjauh bersama Andrew. Setelah dirasa sudah cukup jauh Andini menghentikan langkahnya.


"Ada apa kamu mau ketemu aku?" tanya Andini yang mulai tidak nyaman.


"Din ... Aku mau minta maaf sama kamu atas semua yang pernah aku lakukan sama kamu, aku tidak tenang selama ini. Aku sudah mencari kamu Kemana-mana tapi tidak ketemu," ucap Andrew jujur sambil tersenyum menatap wajah Andini.


"Aku sudah lupakan semuanya, jadi kamu tidak perlu minta maaf seperti ini," ujar Andini seraya meninggalkan Andrew sendiri.


"Tapi Din aku masih sayang sama kamu, aku tidak bisa lupakan kamu, aku memang bodoh telah meninggalkan kamu dulu. Kamu mau kan balik sama aku lagi? Kita mulai dari awal aku janji tidak akan pernah menyakiti hati kamu lagi," teriak Andrew saat Andini mencoba berjalan meninggalkannya, Andini diam mematung sejenak saat mendengar pengakuan dari Andrew.


"Aku mohon Andini kembali sama aku," mohon Andrew yang sudah berada di depan Andini.


Andini tidak menjawab pertanyaan Andrew dia meneruskan jalannya ke arah Reza dan para sahabatnya yang melihat mereka dari kejauhan. Andini mengajak Reza untuk pulang kerumah, Andrew hanya bisa menatapnya dari kejauhan.


"Aku akan berusaha untuk mendapatkan kamu lagi Andini, tunggu saja!!!" gumam Andrew.

__ADS_1


__ADS_2