
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Hari ini semua murid-murid SMA Pertiwi mengadakan study tour ke Bali, mereka pergi menempuh perjalanan darat. Andini yang satu bangku dengan Reza merasa nyaman karena dia tidak perlu khawatir jika menginginkan sesuatu, seperti sekarang ini Andini meminjam bahu Reza untuk dirinya bersandar saat tidur. Iya di setiap bus akan ada anggota OSIS didalamnya agar bisa membantu para guru dalam mengawasi murid didalam bus, Reza memilih satu bus dengan Andini.
"Kamu kalau mengantuk tidu saja dulu, perjalanan masih jauh juga," pinta Reza yang melihat Andini mengantuk.
Andini mencoba memejamkan matanya, dan tak butuh waktu lama Andini pun segera tertidur. Reza memandangi wajah teduh Andini yang sedang tertidur, dia memberikan selimut agar Andini tidak kedinginan akibat AC bus itu. Perjalanan yang di tempuh selama tiga hari, setelah tiba di tempat tujuan para guru segera memberikan arahan serta kunci untuk tempat mereka menginap nanti. Para guru juga memberikan beberapa nasihat dan tujuan yang aka mereka datangi nantinya, murid-murid mendengarkan dengan seksama.
Satu persatu murid-murid meninggalkan aula tempat mereka di kumpulkan, mereka mulai mencari kamar masing-masing untuk menaruh barang bawaannya.
"Din keluar yuk liat pemandangan, mumpung belom mulai acaranya," ajak Bela dan Yani saat tiba di kamar Andini, Meli yang baru keluar dari kamar mandi langsung ikut bergabung dengan para sahabatnya itu.
"Mau jalan kemana memang? Kan tadi kata Bu guru kita disuruh istirahat, nanti malam acara pembukaan study tour tahun ini," jelas Andini yang sedang merasakan lelah akibat perjalanan yang lumayan jauh itu.
"Besok aja jalannya Bela, Yani. Hari ini kita istirahat disini saja sambil nonton drama Korea," ide Meli yang langsung dapat persetujuan dari mereka semua.
"Kamu bawa laptop tidak Din?" tanya Yani.
Andini segera mengambil laptop yang tersimpan didalam lemari pakaian yang ada di kamar itu. Dia langsung membuka file yang ada di laptop tersebut, Meli ikut melihat daftar film yang akan mereka tonton nanti.
"Kita mau nonton apa nih?" tanya Andini sambil terus menggerakkan mouse laptopnya.
"Yang ini saja," cetus Yani yang menunjuk salah satu film Korea yang ada di laptop Andini.
__ADS_1
"Iya yang itu saja, aku juga belum pernah nonton," tambah Bela antusias, mereka mengambil posisi masing-masing di atas tempat tidur.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan dipintu kamar yang Andini tempati, Andini segera turun dari tempat tidur dan melihat siapa yang mengetuk pintunya.
"Ada apa Kak?" tanya Andini setelah membuka pintu kamarnya, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Reza.
"Makan siang dulu yuk, kamu belum makan siang kan?" ajak Reza.
"Aku lagi nonton drama Korea didalam, nanti saja sekalian makan malam ya," bujuk Andini yang memang belum merasa lapar.
" Makan dulu saja, nontonnya nanti saja," sela Reza yang merasa geram karena Andini tidak memperdulikan kesehatannya.
Reza yang sedang menunggu Andini di depan pintu kamar langsung ikut bersama saat Andini dan yang lainnya keluar dari kamar, dijalan Reza bertemu dengan para sahabatnya yang akan makan siang juga.
"Habis makan kita jalan-jalan ke pantai yuk," ajak Beni sambil berjalan menuju rumah makan yang ada di dekat tempat penginapan mereka.
"Yuk, bosen juga dikamar saja. Kan besok sudah mulai kunjungan, pasti banyak tugas," keluh Fahmi. Merekapun sampai di rumah makan tersebut, Andini dan yang lainnya segera memesan makanan yang mereka inginkan. Setelah makan siang bersama, mereka berjalan menyusuri pinggir pantai. Mereka ingin menikmati indahnya laut disore hari, Andini yang merasa lelah berjalan segera menepi untuk duduk sejenak.
"Kamu capek?" tanya Reza yang ikut duduk di sebelah Andini.
__ADS_1
"Sedikit, lihat deh mereka bahagia banget ya," ujar Andini yang melihat kearah para sahabatnya yang sedang membuat istana pasir di pinggir pantai.
"Aku juga bahagia melihat mereka bahagia, dan aku merasa sedih jika mereka juga sedih," tutur Reza, karena Dika dan Fahmi adalah sahabat terbaiknya yang paling mengerti dia dari dahulu.
"Aku pun sama, aku bahagia bisa mengenal mereka," ucap Andini sambil tersenyum mengingat persahabatan yang mereka jalin selama ini.
"Aku lebih bahagia bisa mengenal mu, kamu adalah salah satu kebahagiaan yang aku punya selain mereka," bisik Reza sambil menatap Andini yang sedang melihat teman-temannya itu.
Hari semakin sore Andini mengajak teman-temannya untuk segera membersihkan diri, karena nanti malam akan ada pembukaan acara serta makan malam bersama. Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke tempat penginapan yang mereka tempati, Reza berjalan beriringan dengan Andini. Dia mengantarkan Andini kembali kekamarnya terlebih dahulu barulah dia pergi ke kamarnya sendiri, banyak mata yang melihat kedekatan mereka termasuk Mirna dan Susan. Mereka menatap Andini dengan pandangan penuh kebencian, Mirna mulai memikirkan rencana selanjutnya untuk memisahkan mereka berdua.
"Din, aku mandi duluan ya?" tanya Meli saat mereka baru tiba didalam kamar.
"Iya sana, kamu mandi duluan saja," suruh Andini, Andini merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil memejamkan matanya. Disaat bersamaan ponsel Andini berdering, tertera nama sang Ibu dilayar ponsel tersebut.
"Assalamualaikum Bu, ada apa?" salam Andini.
"Waalaikumsalam, kamu sudah sampai sayang?" tanya Ibu.
"Maaf ya Bu, aku lupa kasih kabar kalau aku sudah tiba dari tadi siang," sesal Andini yang lupa memberi kabar kepada orang tua nya bahwa dia sudah sampai di tempat tujuan.
"Iya tidak apa-apa, mungkin kamu juga capek kan habis perjalanan jauh," timpal Ibu yang merasa paham jika anaknya lupa memberi kabar.
__ADS_1
"Aku betul-betul minta maaf ya Bu," ucap Andini yang betul-betul menyesal kenapa bisa sampai lupa. Andini mengakhiri percakapannya dengan sang Ibu karena Meli sudah selesai membersihkan diri, Andini langsung menuju ke kamar mandi setelah izin kepada Ibu untuk mengakhiri panggilannya.
Andini yang telah selesai membersihkan diri nya langsung mengajak Meli menemui Bela dan Yani, karena mereka sudah janji akan pergi ke acara tersebut bersama-sama.