Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 112


__ADS_3

Pada sore hari langit yang tadi cerah kini tiba-tiba saja menjadi mendung, dua insan yang sudah menjadi suami istri itu dengan wajah yang sangat ceria melihat Agna, bayi yang sudah genap tiga bulan itu terlihat sekarang sudah bisa mulai tersenyum. Membuat dua insan yang dalam dua bulan belakangan ini sudah terlihat semakin akrab dan begitu dekat.


"Pipi Agna sudah semakin gembul, berat badannya juga semakin bertambah. Semoga anak Ayah dan Bunda sehat-sehat selalu sayang," kata Al yang terlihat sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Meskipun sang ayah semakin hari semakin menjadi-jadi. Dimana Daniel sering kali datang ke rumah Al hanya untuk melawan sang putra adu mulut dan baku hantam, hanya gara-gara pria paruh baya itu tidak di kasih membawa Anggun pulang ke rumah utama.


Ranum mengulas senyum tipis, saat wanita itu mendengar kalimat sang suami. Sebab kejadian tiga bulan yang lalu membuat Ranum kini menaruh rasa kepada Al dan rasa yang pernah hadir untuk Ryder kini menjadi memudar. Karena Ranum benar-benar ingin hidup bahagia dengan Al dan juga buah hatinya. Sehingga wanita itu kini lebih menyampingkan keegoisannya, daripada ia harus kehilangan Agna dan laki-laki sebaik Al. Meski sang suami memiliki penyakit gangguan mental yang kadang suka kambuh. Namun, semenjak dua bulan belakangan ini penyakit Al tidak pernah kambuh lagi, sehingga membuat Ranum merasa kalau penyakit sang suami mungkin sudah sembuh.


"Aku ingin kita pergi liburan, berhubung kamu libur," ujar Al yang membuka suara setelah tadi sempat terdiam beberapa hitungan detik. "Bagaimana apa kamu setuju?" Al bertanya kepada sang istri karena ia tidak mau mengambil keputusan sendiri.


Ranum meletakkan Agna di atas kasur, karena tadi posisi wanita itu sedang menggendong bayi tiga bulan itu. "Mas mau pergi liburan kemana emangnya?" Ranum balik bertanya pada sang suami.


"Aku sih, dari dulu pengen ke Lombok, tapi karena aku selalu saja sibuk. Jadi, tidak pernah kesampaian untuk pergi ke sana sampai sekarang," jawab Al jujur yang memang tidak pernah memiliki waktu untuk healing-healing.


Karena pekerjaannya yang selalu saja numpuk, ditambah sekarang mantan istrinya, Morea semakin semena-mena di kantor. Membuat Al lama-lama menjadi muak, akan tetapi apa daya atas permintaan sang ibu laki-laki itu harus bisa bersabar karena tujuan utamanya adalah mengembalikan nama perusahaan itu menjadi nama sang ibu. Sebab Al tidak tahu kapan Daniel mendapat tanda tangannya Anggun sehingga membuat perusahaan Ezza Fashion itu benar-benar jatuh ke tangan Morea, wanita ular yang memiliki niat yang sangat jahat itu. Sehingga membuat Al, laki-laki itu sangatlah membenci mantan istrinya itu.

__ADS_1


"Wah, ide yang sangat bagus Mas, kebetulan kata Sonia dan Bagas mereka juga mau bulan madu ke sana. Apa sekalian saja kita ajak mereka? Biar kita sama-sama kumpul di sana."


Al menaruh tangannya di dagu. "Bulan madu? Apa aku tidak salah dengar? Bukankah mereka sudah menikah selama dua bulan lalu kenapa mereka malah akan bulan madu sekarang?" tanya Al dengan dahi yang berkerut dan kini kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya. "Bisa jelaskan aku, apa alasan kedua makhluk Tuhan yang paling bucin itu?"


"Mas, kamu tahu sendiri Bagas dan Sonia sangat sibuk. Jadi, mungkin saja mereka baru mau bulan madu sekarang setelah usia pernikahan mereka baru dua bulan," jawab Ranum tanpa melirik sang suami yang saat ini masih berdiri di dekat ranjang.


"Bulan madu hanya untuk orang yang baru menikah, kalau mereka pasangan suami istri yang sudah lelah bertarung di atas ranjang," seloroh Al membuat Ranum menggeleng-gelengkan kepala. "Bulan madu katanya, padahal saat ini Sonia sudah ngidam minta mangga muda di cocok di bon cabe," lanjut Al.


"Benarkah Sonia sudah ngidam?" Mata Ranum berbinar-binar. Karena ia merasa kalau Agna akan memiliki teman main.


Al sampai membayangkan bagaimana mimik wajah Bagas saat itu. "Nanti kalau kamu hamil lagi, jangan ngidam yang aneh-aneh," ucap Al secara tiba-tiba membuat ibunya Agna itu dengan cepat memalingkan wajah karena wanita itu merasa malu, dan saat ini pipi Ranum bersemu merah. Hanya karena mendengar ucapan sang suami. "Ranum, apa kamu mendengar aku?"


"Hm, iya Mas. Ngidam itu 'kan atas permintaan cabang bayik bukan ibunya," sahut Ranum sambil mengulas senyum tipis.

__ADS_1


"Iya aku tahu, tapi setidaknya jangan terlalu aneh-aneh seperti Sonia," kata Al. Sambil keluar dari kamar itu karena ia melihat Agna, putrinya itu sudah memejamkan mata.


***


Anggun terlihat sangat antusias ketika wanita paruh baya itu mendengar kalau Al akan pergi liburan ke Lombok, mengajak Agna dan Ranum.


"Kira-kira kapan kamu akan pergi Al?" tanya Anggun ketika ia saat ini sedang berbaring diatas ranjang.


"Besok pagi," jawab Al sambil memijat kaki sang ibu. "Apa Mama mau ikut? Siapa tahu nanti Mama pulang-pulang dari sana kaki Mama ini bisa sembuh," ucap Al mengajak sang ibu. "Apa Mama tahu? Ternyata Lombok selain terkenal dengan tempat pariwisata yang sangat indah, ternyata Lombok juga dikenal dengan seribu masjid, lho Ma."


"Oh iya, kok Mama mau ikut juga ya ke sana," kata Anggun yang semakin terlihat antusias. Akan tetapi tidak lama, mimik wajah wanita paruh naya itu malah berubah. "Tapi Al, Mama tidak mau nanti di sana Mama malah mengganggu kesenangan kamu dengan Ranum."


"Siapa bilang sih Ma? Suster Flo akan ikut dengan Mama, sehingga dia bisa menjaga Mama, Agna di sana. Satu lagi, bukan cuma suster Flo, Sonia dan Bagas juga akan ikut ke sana. Gimana, Apa Mama jadi ikut? Biar Bagas bisa beli tiket buat kita semua."

__ADS_1


"Iya, Mama ikut saja, sesekali kita pergi liburan ke Lombok bersama-sama," sahut Ranum yang baru saja datang sambil menggendong Agna. "Mama ikut ya, supaya kita rame-rame ke sana, dan sepertinya akan seru," sambung Ranum.


"Hm, nanti Mama pikir-pikir dulu. Kalau Mama mau ikut, pasti akan segera memberitahu kalian," ujar Anggun.


__ADS_2