Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 116


__ADS_3

Ketika Ranum masih asik bercanda gurau dengan Sonia, tiba-tiba saja Flora malah masuk ke kamar Ranum.


"Permisi Nyonya Ranum, kata Tuan Al Anda diminta untuk datang ke kantor untuk membawakan berkas yang ada di dalam laci," kata Flora yang saat ini terlihat berdiri di ambang pintu.


Ranum yang mendengar perkataan Flora dengan cepat berbalik. "Berkas, bukankah tadi Mas Al sudah membawanya?" tanya Ranum heran.


"Maaf Nyonya, karena tadi Tuan Al malah membawa akte kelahiran dedek Agna," jawab Flora karena tadi Al sempat memberitahu ibunya Agna itu. "Anda diminta untuk cepat kesana Nyonya karena sebentar lagi meeting akan segera dimulai," ujar Flora.


"Mas Al selalu saja ada yang ketinggalan, Sonia nanti kita lanjutkan lagi karena aku mau ke perusahaan dulu. Dadah, selamat bersenang-senang dan selamat berbulan madu," kata Tara melambaikan tangan pada layar ponselnya sambil memutuskan sambungan telepon itu.


"Kalau Anda sudah siap kasih tahu saya Nyonya, biar saya bisa mengantar Anda."

__ADS_1


"Hah, apa tadi kata Suster Flo? Apa aku sedang tidak salah dengar?"


"Tidak Nyonya, karena saya yang akan mengantar Anda, berhubung dedek Agna masih bobok," jawab Flora. Namun, siapa sangka ibunya Agna itu malah tidak setuju, kalau wanita itu akan diantar oleh Flora. "Kenapa Anda malah menggeleng Nyonya?"


"Aku tidak setuju kalau Suster Flo mengantarku, karena nanti Agna bangun pasti mama tidak akan bisa memenangkannya."


"Sebentar saja Nyonya, lagipula perusahaan itu tidak terlalu jauh."


"Hm, baiklah, kalau itu keputusan Anda Nyonya. Jadi, saya tidak perlu merasa tidak enak hati." Flora mengatakan itu karena ia tidak mau kalau Ranum malah mengira dirinya yang sangat ingin ke kantor Al, mengantar wanita yang sekarang terlihat sudah melangkahkan kaki ke kamar mandi. "Saya mau melihat dedek Agna dulu kalau begitu Nyonya."


"Iya, aku kali ini mau menitip Agna lagi Suster Flo!" seru Ranum yang melihat Flora akan pergi dari sana.

__ADS_1


Flora hanya menjawab Ranum dengan anggukan kecil.


*


Beberapa menit akhirnya Ranum sudah terlihat sangat rapi. Itu menandakan kalau wanita itu siap akan berangkat ke kantor sang suami. Namun, saat dirinya baru sampai ruang tamu ia malah melihat Flora dan Anggun sedang mengobrol di sana. Dengan posisi Flora yang menggendong bayi tiga bulan itu.


"Wah bundanya Agna sudah cantik, itu artinya sudah siap mau pergi ke kantor ayah," ucap Anggun. "Pasti, ayah kamu akan langsung kelepek-kelepek kalau melihat bunda kamu Agna," seloroh Anggun bercanda.


"Mama ini bisa saja, aku jadi malu-malu kucing," balas Ranum menimpali. Karena memang benar wanita itu merasa sangat malu mendengar kalimat sang mertua. "Aku mau pergi dulu ma, titip Agna Suster Flo." Ranum merasa ia harus cepat sampai di sana karena dari tadi Al terus saja menghubunginya meminta dirinya untuk segera datang ke perusahaan.


"Kamu hati-hati Ranum, nanti kalau kamu sudah sampai di sana, kamu harus cepat menghubungi mama. Supaya Mama tidak mengkhawatirka kamu." Anggun takut Ranum akan kenapa-kenapa di jalan mengingat Morea masih saja mengincar ibunya Agna itu.

__ADS_1


__ADS_2