Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 118


__ADS_3

"Kurang ajar!" geram Daniel yang mendengar penuturan Morea, bahwa yang membuat istrinya seperti saat ini adalah Ranum. "Kamu harus membayar ini semua!" teriak pria paruh baya itu, yang ingin menarik Ranum. Namun, Al dengan segera menarik tangan sang ayah. "Lepaskan Papa Al, istri kamu ini perlu diberikan pelajaran!" Daniel berusaha melepaskan tangan Al dari lengannya.


"Papa ini hanya berpura-pura bo doh atau gimana? Bisa-bisanya Papa percaya dengan wanita ini!" Al membentak sang ayah gara-gara Daniel yang ingin menarik Ranum tadi. "Wanita ular ini mandul! Itu artinya dia tidak bisa hamil. Tapi kenapa Papa dengan bo dohnya malah percaya dengan dia?!" Al yang sudah muak akhirnya membuka semuanya di depan Daniel. "Dia juga, yang sudah menyebabkan Mama kecelakaan. Apa Papa masih percaya sama wanita yang sangat menjijikkan ini?" Kali ini Al tidak mau diam saja. Karena laki-laki itu merasa ini semua sudah cukup, wanita seperti Morea membuat drama seperti saat ini. Sehingga membuat keluarganya berpecah-belah seperti saat ini. "Semoga setelah Papa mendengar semua ini, hati Papa tersentuh dan mau menceraikan wanita yang hanya datang sebagai benalu ini."


"Mas, akhh, sakit sekali," ucap Morea tiba-tiba. Karena saat ini wanita itu merasa takut sebab Al sudah tahu semuanya. Sehingga ia merasa kalau ia harus melanjutkan aktingnya, berharap pria paruh baya itu tidak akan percaya dengan kalimat-kalimat yang dilontarkan oleh Al. "Mas bawa aku ke rumah sakit, karena bayiku tidak bergerak," kata Morea lirih.


Daniel mendorong da da Al. "Awas kamu Al!" Daniel lalu dengan cepat menggendong Morea. Dan ia juga sempat mendorong Ranum. "Urusan kita belum selesai, dan apa yang tadi kamu ucapkan Papa sama sekali tidak percaya!"


"Terserah Papa aja, suatu hari nanti Papa akan menyesal," ucap Al ketika ia mendengar kalimat Daniel yang tidak percaya dengan dirinya. "Ingat! Papa akan menyesal!"


Daniel yang panik karena darah semakin banyak yang mengalir dari pangkal pa ha Morea. Tidak menghiraukan ucapan Al, karena saat ini laki-laki paruh baya itu ingin cepat membawa Morea ke rumah sakit. Dan hebatnya Daniel sama sekali tidak kesulitan menggendong wanita yang saat ini terus saja berpura-pura meringis.


"Papa memang bo doh!" seru Al ketika ia melihat Daniel akan keluar dari dalam ruangannya.


"Mas ...," panggil Ranum yang sangat kaget ketika ia mendengar semua kalimat apa saja yang telah dilontarkan oleh. "Apa itu semua benar?"


"Jangan tanyakan itu dulu Ranum, sekarang kita ke ruangan Bagas saja. Karena di sini ada darah." Al kemudian membantu Ranum untuk berdiri. "Maaf, aku tadi tidak bisa membelamu dan menjagamu, sehingga kamu bisa didorong oleh Papa."


"Aku saat ini baik-baik saja. Jadi, Mas Al jangan cemaskan aku," kata Ranum membalas perkataan suaminya. "Dan aku saat ini hanya meminta penjelasan Mas saja, berkaitan dengan masalah yang tadi."

__ADS_1


"Di ruangan Bagas aku akan menceritakan semuanya," timpal Al yang meraih jari-jemari Ranum. "Ayo sekarang kita ke sana, dan aku harap kamu tidak usah memikirkan keadaan wanita itu. Karena tadi kamu sudah dengar sendiri, kalau itu semua adalah sendiwara yang berhasil dia perankan denga baik."


"Tapi Mas ...."


"Dengarkan saja aku Ranum, karena aku tidak aka mungkin membohongimu.


***


Di rumah sakit Daniel tidak diperbolehkan masuk oleh beberapa perawat membuat laki-laki paruh baya itu hanya bisa mondar mandir di depan ruang rawat Morea.


"Semoga calon anakku tidak apa-apa," gumam Daniel di dalam benaknya berdoa.


Namun, tanpa ia tahu saat ini Morea yang ada di dalam sana sedang tertawa puas.


"Aku tidak pernah menyangka sayang, kalau rupanya Daniel pria tua bangka itu malah percaya padaku ketimbang Al," kata Morea sambil duduk di pangkuan Remon. "Sekarang kita apakan Dokter Erika dan dua perawat ini?" tanya Morea dan ternyata Remon sudah mengingat Erika serta dua perawat tadi dengan posisi duduk di lantai. Dan juga mulut mereka di lakban.


"Kalau mereka mau menjalankan apa yang kita minta, maka aku akan membebaskan mereka. Tapi, jika mereka malah memilih jujur pada Daniel maka aku akan me le nyapkan mereka hari ini juga," jawab Remon sambil menodongkan pistol ke arah Erika serta dua perawat yang kini sudah mulai terlihat sangat ketakutan. "Gimana Dokter Erika, apa kau mau menerima tawaran kami?"


Erika terlihat diam saja tidak mau menjawab karena ia tidak menyangka kalau Morea dan Remon adalah pasangan kekasih yang menipu keluarga Al. Dengan cara wanita gatal itu malah berpura-pura hamil menggunakan bantal dan membeli sekantong darah asli yang ia letakkan di perutnya, serta selang infus yang kecil sebagai aliran ke pangkal pa ha Morea supaya ia terlihat seperti benar-benar wanita yang sedang keguguran.

__ADS_1


"Sepertinya Dokter Erika memilih untuk meninggalkan dunia ini sayang," ujar Morea ketika ia hanya melihat Erika diam saja membuat Morea berpikir kalau wanita itu tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh Remon. "Kalau begitu le nyapkan saja mereka bertiga!"


Remon terkekeh-kekeh. "Idemu sangat bagus, Sayang, baiklah kalau begitu aku akan menyingkirkan dia." Remon lalu terlihat akan menarik pelatuknya. Namun, detik berikutnya ia mengurungkan niatnya gara-gara melihat Erika mengangguk.


"Kenapa tidak jadi?" tanya Morea.


"Dokter Siska setuju sayang, tidakkah kamu melihatnya dia mengangguk?"


Morea langsung melihat Erika dan dengan segera Turun dari pangkuan Remon, detik berikutnya ia menunduk karena ingin melepas lakban di mulut Erika.


"Bagaimana, apa Dokter setuju?"


Erika yang tidak punya pilihan lain akhirnya setuju, karena ia tidak akan mungkin membiarkan dua perawat yang selalu bersamanya mati secara sia-sia. Mungkin saja kalau dirinya sendiri Erika tidak akan lagu menyerahkan nyawanya. Namun, situasi saat ini sangatlah berbeda. Membuat wanita yang berstatus dokter itu hanya bisa pasrah.


"I-iya, aku se-setuju, tapi lepaskan du-dulu mereka," jawab Erika terbata-bata.


"Sangat gampang sekali, tapi ada satu lagi. Dokter harus mencari janin dengan usia 8 bulan yang sudah tidak bernyawa. Supaya pria paruh baya yang ada di luar itu semakin percaya," ucap Morea, wanita paling licik itu.


Erika yang baru mengingat kalau ada salah satu pasiennya yang bayinya meninggal tepat beberapa menit yang lalu dengan cepat membuka suara. "Baik, saya akan mencarikan Anda janin yang sudah meninggal, sesuai dengan permintaan Anda. Tapi sebelum itu lepaskan saya."

__ADS_1


"Sayang, pasangkan sesuatu dulu pada Dokter Erika," kata Morea.


Membuat Remon dengan cepat mengambil sesuatu dari dalam sakunya.


__ADS_2