Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 99


__ADS_3

Ranum berpura-pura tidak mendengar percakapan Al dan Flora. Ia seolah-olah menganggap dirinya seperti tuli. Sehingga ia berjalan santai setelah tadi ia menaruh air asinya di dalam lemari pendingin. "Perasaan macam apa ini? Kenapa hatiku tiba-tiba merasa sakit ketika Tuan Al malah mengajak suster Flo untuk peri ke acara pernikahan karyawannya?" tanya Ranum di dalam benaknya. "Apakah aku cemburu? Ah, sepertinya tidak. Karena aku dan Tuan Al tidak saling mencintai. Tapi ... ada apa dengan hatiku yang merasa sakit?" Ranum tidak henti-hentinya bertanya-tanya kepada dirinya sendiri tentang apa yang ia rasakan saat ini.


"Apa mungkin, apa mungkin ... aku telah menaruh perasaan pada Tuan Al?"


"Aku mau mengatakan sesuatu dulu kepada Ranum, kamu boleh beristirahat saja dulu Flo," ucap Al yang terlihat beranjak karena ia ingin menghampiri Ranum. "Kamarmu ada di sebelah kamar Mamaku, kamu bisa minta sesuatu juga kepada Bi Halimah, kebetulan hari ini dia juga akan mulai bekerja di rumah ini."


"Lho, selama ini Tuan Al tidak memiliki asisten rumah tangga?" tanya Flora yang penasaran.


"Tidak, karena Ranum selalu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Tapi sekarang, karena dia harus kuliah dan menjaga Agna. Maka aku memutuskan untuk mempekerjakan art saja," jawab Al sambil berlalu pergi, menyusul sang istri.


*


Dengan pikiran yang masih saja mengarah ke Al, membuat Ranum tidak sadar kalau saat ini Al sudah masuk ke dalam kamarnya. Sehingga membuat wanita itu tanpa ragu melepaskan pakaiannya karena ia saat ini merasa sangat gerah. Di tambah bekas air asinya yang terasa lengket pada b ra dan bajunya. "Sepertinya aku harus mandi dulu, supaya bisa tidur dengan nyenyak, berhubung Agna masih bobok juga," kata Ranum yang akan membuka be ranya akan tetapi tiba-tiba saja suara deheman Al membuka ibunya Agna itu menoleh. Dan saat ini ia hanya mengenakan b ra saja, sehingga Al dapat melihat dengan jelas dua gunung kembar milik Ranum terpampang jelas yang sepertinya terlihat akan menyembul keluar. "Tu-tuan, a-apa yang An-Anda lakukan?" tanya Ranum terbata-bata sambil memungut kembali baju yang tadi ia buka dan dengan cepat menutupi dua benda menantang kenyalnya itu yang berisi air-air kehidupan untuk Agna.


"Maaf ... aku masuk tidak mengetuk pintu dulu, karena aku takut Agna akan bangun nanti, dan istirahatnya jadi terganggu," ucap Al.


Ranum terlihat mengangguk. "Tidak apa-apa Tuan, aku yang salah karena main buka-buka saja. Sebab aku tidak berpikir bahwa Tuan bisa masuk kapan saja ke kamar ini untuk melihat Agna."


"Lain kali buka bajumu di kamar mandi saja, jangan seperti ini lagi." Al berusaha terlihat biasa saja, padahal laki-laki itu saat ini sedang menahan sesuatu dibawah sana. Yang terlihat mengeras hanya karena melihat dua benda kenyal milik sang istri. "Aku masuk kesini hanya untuk mengatakan kalau nanti malam, aku dan Flora akan pergi, jadi aku minta kamu tolong jaga Mama dan Agna sendiri dulu. Sebab, Bagas dan Sonia akan ikut bersamaku. Untuk pergi ke acara salah satu karyawan."

__ADS_1


"Iya Tuan," sahut Ranum singkat.


"Aku hanya ingin mengatakan ini saja." Al lalu terlihat ingin kembali keluar. Tapi laki-laki itu kembali berkata, "Oh iya, aku sampai lupa, kalau aku sudah membelikan kamu laptop, pakai itu untuk kuliah karena kata Bagas, laptop adalah salah satu benda yang harus kamu bawa ketika kamu masuk kuliah nanti."


"Terima kasih Tuan, karena Anda sudah membelikanku laptop," balas Ranum menimpali.


"Tidak usah berterima kasih, karena itu sangat tidak perlu kamu ucapkan. Sebab, memenuhi kebutuhanmu adalah salah satu tanggung jawabku."


***


Malam menjelang, saat ini Ranum terlihat sedang menggendong Agna sambil mengintip Al dan Flora yang terlihat akan mulai masuk ke dalam mobil.


"Kamu terlihat sangat cantik sekali Flo malam ini," kata Al memuji suster itu secara terang-terangan. "Pasti tidak akan ada yang menyangka kalau kamu itu ternyata hanya seorang suster," sambungnya.


Flora terlihat tersenyum dengan mata yang berbinar-binar. "Anda bisa saja Tuan, tapi terima kasih atas pujian Anda ini saya merasa menjadi percaya diri." Lalu Flora terlihat memperbaiki dasi Al. "Anda juga sangat tampan Tuan, seperti pada hari-hari sebelumnya." Flora mengedipkan mata kepada Al. "Morea, wanita itu sangat b*doh telah meninggalkan Anda. Perumpamaan meninggalkan berlian hanya demi emas."


"Jangan bahas dia Flo, sekarang masuk supaya kita cepat sampai di sana. Karena Bagas Dan Sonia juga sudah tiba di sana."


"Anda benar, kalau begitu ayo Tuan." Flora terlihat meraba dada bidang Al saat wanita itu tadi sudah memperbaiki dasi laki-laki itu. "Semoga saja saya tidak membuat Anda malu nanti di sana. Karena jujur saya baru kali ini datang ke tempat acara seperti itu."

__ADS_1


"Jangan pikirkan tentang apapun itu." Al kemudian membukakan pintu untuk Flora. "Silahkan masuk suster Flo. Jangan sampai kita terlambat."


Sedangkan Ranum hanya bisa menyaksikan itu dari balik jendela dan dadanya kali ini benar-benar terasa sangat sakit. Sehingga air mata gadis itu menetes tanpa ia sadari. "Perasaan macam apa ini? Kenapa dadaku sangat sakit sekali?" Ranum lalu menunduk untuk melihat bayi merah itu. "Agna sayang, tolong kuatkan Bunda, supaya hati Bunda tidak mudah merasa sakit. Karena perasaan Bunda ke Ayah kamu ini tidak pantas untuk hadir. Sebab Bunda tidak mungkin bisa bersama dengan Ayahmu."


***


Sonia kaget ketika ia melihat Al dan Flora bergandengan tangan layaknya pasangan kekasih. "Kenapa Tuan Al tidak mengajak, Ranum saja?" tanya Sonia pada Bagas.


"Tidak mungkin akan mengajak Ranum, karena disini sangat penuh dengan asap rokok dan bau minuman alkohol yang begitu menyengat," jawab Bagas.


Sonia memegang dagu Bagas supaya laki-laki itu menatapnya. "Lalu kenapa dia malah membawa suster yang terlihat gatel itu? Tidak bisakah Tuan Al jangan membawa dia saja." Sonia, gadis itu malah merasa kesal saat melihat pemandangan itu. "Tugasnya hanya merawat dan menjaga Tante Anggun tapi kenapa dia malah berkeliaran di sini? Sangat aneh sekali," desis Sonia.


Bagas mengerutkan dahi. "Fokus kepada diriku saja Sonia, jangan hiraukan Tuan Al dan suster Flo. Karena aku mengajakmu kesini untuk bersenang-senang bukan malah membuatmu menjadi berpikiran yang tidak-tidak seperti saat ini."


"Kamu dan Tuanmu itu sama saja! Sama-sama tidak bisa melihat wanita yang sedikit lebih bening."


"Kenapa jadi aku? Padahal Tuan Al yang datang bersama suster Flo." Bagas yang tidak mau dianggap sebagai laki-laki yang tidak bisa melihat wanita bening sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh pujaan hatinya itu. Sebab ia sampai sekarang masih setia dengan Sonia.


...****************...

__ADS_1



__ADS_2