
"Maaf Tuan besar Daniel dengan berat hati saya mengatakan kalau anak yang dikandung oleh Nyonya Morea sudah tidak bisa diselamatkan lagi," kata Erika sambil memperlihatkan bayi yang sudah tidak bernyawa itu pada Daniel yang saat ini ada di dalam gendongannya. "Tuan bisa melihat sendiri kalau calon bayi Anda dan Nyonya Morea berjenis kelamin perempuan, tapi sayang ... bayi malang ini sudah tidak bernyawa lagi. Gara-gara benturan keras pada perut Nyonya Morea," lanjut Erika lagi.
Membuat Daniel terlihat sangatlah sedih, dan tanpa pria paruh baya itu tahu ternyata itu bukan bayinya, melainkan bayi salah satu pasien yang Erika tangani. "Ini semua gara-gara Al dan istrinya itu!" geram Daniel. "Jika bukan karena mereka pasti ini semua tidak akan pernah terjadi!" Sorot mata Daniel jelas terlihat memancarkan kemarahan. "Aku harus membuat perhitungan dengan mereka," gumam Daniel pelan.
Erika yang tahu apa yang saat ini ia lakukan sangatlah salah besar, namun dokter itu juga tidak tahu ia mau bagaimana lagi. Sehingga Erika hanya bisa diam saja di saat dokter itu mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Daniel.
"Mereka harus membayar semuanya," kata Daniel yang rupanya tidak bisa terima dengan ini semua. "Mereka benar-benar sangat keterlaluan sehingga membuat nyawa bayi yang tidak berdosa ini melayang," sambungnya lagi.
Erika yang tidak bisa mendengar semua itu karena ia tahu bahwa saat ini Daniel sedang salah paham dengan segera berpamitan pada pria paruh baya itu. "Tuan kalau begitu saya akan pergi membawa bayi ini dulu, nanti saya akan mengurus semuanya dulu dan setelah itu Anda bisa membawanya pulang untuk di makamkan," ucap Erika.
Daniel menghela nafas. Sambil melihat Morea yang masih terbaring di atas bed, dan tidak lama ia membalas ucapan Erika. "Bawa saja buah hati dan buah cinta kami Dokter Erika, tapi sebelum itu aku mau menanyakan bagaimana keadaan Morea?"
"Nyonya Morea akan segera sadar Tuan. Jadi, Anda bisa menunggunya disini saja, dan nanti kalau Nyonya Morea sadar Anda bisa berbicara dari hati ke hati," jawab Erika. Dan setelah itu ia langsung pergi dari sana membawa hati yang semakin merasa bersalah. Karena Erika telah mengikuti permainan apa yang dibuat oleh Remon dan Morea.
"Aku tidak berniat berbohong, tapi disisi lain aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Membuatku merasa kalau aku mulai hari ini telah menimbun dosa, karena telah masuk ke dalam permainan licik wanita seperti Morea," gumam Erika di dalam benaknya. Karena dokter itu merasa sangat bersalah. "Semoga saja, semuanya bisa terungkap. Aku berharap Tuan Al bisa membongkar kebusukan mantan istrinya itu," sambungnya lagi membatin. Sambil terus saja melangkahkan kakinya.
***πππ
__ADS_1
Ketika Al bangun laki-laki itu begitu terkejut melihat dirinya yang diikat oleh ayahnya sendiri di atas kursi. Membuat laki-laki itu terus saja memberontak meminta untuk segera dilepaskan.
"Lepaskan apa aku Pa!" Al terus saja memberontak. Ia benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh laki-laki paruh baya itu. "Pa! Lepaskan aku!" teriak Al.
Daniel yang duduk di depan sang putra sambil menaikkan sebelah kaki di pahanya, laki-laki itu seolah-olah tuli bahwa Al saat ini meminta untuk dilepaskan. Tidak lama terlihat kepulan asap karena saat ini Daniel sedang merokok sambil menikmati secangkir kopi.
"Papa, aku harus pulang karena Ranum dan Mama pasti sedang menungguku di rumah," ujar Al memberitahu sang ayah. Namun, lagi-lagi laki-laki paruh baya itu terlihat tidak peduli sama sekali. "Jangan bilang ini karena wanita gatal itu Papa sampai melakukan ini padaku!" seru Al yang mulai terlihat sangat geram juga dengan sang ayah.
Daniel menatap netra putranya sambil berkata, "Bvnvh anakmu sendiri Al, maka Papa akan melepaskan kamu," ucap Daniel tiba-tiba yang malah menyuruh Al mele nyap kan Agna, cucu kandungnya sendiri.
Sehingga membuat Al melotot sempurna karena ia tidak menyangka kalau sang ayah berkata seperti itu. "Apa yang Papa katakan? Dan apa yang ada di dalam otak Papa?" Al bertanya sambil mencoba melepaskan ikatan pada tangannya.
"Jangan Gila!" seru Al yang kali ini benar-benar sangat marah. "Agna, cucu Papa sendiri sedangkan bayi itu bukan siapa-sipa. Buka mata Papa lebar-lebar! Jangan mau di bo dohi oleh Morea!"
"Bvnvh anak kamu itu!" Daniel seolah-olah tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Al tadi. "Jika kamu tidak mau maka Papa akan mem ba karmu hidup-hidup di gudang ini." Seakan tidak punya hati Daniel malah mengatakan itu pada putra kandungnya sendiri.
"Lebih baik Papa lakukan itu saja, dari pada Papa harus membvnvh cucu Papa sendiri!" Suara Al menggema di dalam gudang itu. "Papa benar-benar telah di butakan oleh cinta palsu wanita licik itu!"
__ADS_1
"Tutup mulutmu! Jangan pernah mulutmu itu berkata lancang seperti itu!" Daniel berdiri setelah mengatakan itu. "Kamu yang telah tertipu dengan rayuan gadis miskin itu Al, sehingga membuatmu menjadi begini. "Dan kamu tidak tahu kalau gadis itu hanya ingin menguasai harta kamu saja."
"Seharusnya aku yang mengatakan itu pada Papa, kalau Morea mengincar Papa saja. Dan setelah apa yang dia inginkan terwujud maka, aku yakin Papa akan ditinggalkan," ucap Al membalas kalimat sang ayah.
***
"Ranum, kok tumben Al belum pulang sampai petang begini, Apa jangan-jangan anak itu akan lembur malam ini?" Anggun terlihat terus saja menatap keluar jendela rumah itu. Karena ia merasa Al tidak biasanya pulang sampai petang.
Ranum yang menggendong Agna menggeleng. "Aku juga tidak tahu Ma, karena Mas Al tidak memberitahuku."
"Coba kamu hubungi nomor ponselnya, supaya hati Mama ini menjadi tenang. Dan tanyakan kepadanya kenapa dia belum pulang sampai sekarang," kata Anggun yang menyuruh Ranum untuk menghubungi Al.
"Ma, ponsel Mas Al tidak aktif sejak sore tadi," balas Ranum. Karena tanpa wanita paruh baya itu minta, ibunya Agna itu sudah mencoba menelepon Al beberapa kali. Namun, nomor ponsel laki-laki itu tidak aktif. "Apa aku harus mencari Mas Al ke kantor, Ma?" tanya Ranum.
"Agna lagi sakit Ranum, dan Suster Flo sama mama tidak bisa memenangkannya kalau dia lagi rewel. Lebih baik kita tunggu saja Al pulang, tapi kalau sampai lewat jam 8 maka biarkan Suster Flo yang mencarinya ke kantor."
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya temanku ya ada di bawah! Pokoknya rekomen deh!