Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 56


__ADS_3

"Akhirnya acaranya selesai juga, sekarang kita bisa main kuda-kudaan kapanpun yang kita mau, tanpa takut akan digerebek," ucap Daniel sambil membantu Morea untuk membuka baju wanita itu. "Sayang, apakah kamu merasa senang, seperti apa yang aku rasakan saat ini?" tanya Daniel dengan tangan yang sudah mulai nakal.


"Mas …," panggil Morea dengan pura-pura malu. "Aku juga merasa senang, karena kita sudah bersama seperti saat ini," jawab Morea dengan suara menja. "Tidak penting Mas tua, karena aku tidak memandang fisik yang aku pandang kekuatan di atas ranjang. Dimana hanya Mas yang mampu membuat aku mendes@h setiap saat. Karena adik kecil Mas sangat luar biasa."


Mendengar kalimat pujian itu Daniel langsung membawa Morea ke atas ranjang. Dengan cara menggendong tubuh sang istri. "Kamu mau dibeliin apa sebagai hadiah pernikahan kita ini? Dan juga kamu mau kita bulan madu kemana?"


"Mas, aku mau … aku malu untuk mengatakannya karena aku tidak berani sama Al," kata Morea berbisik di telinga Daniel sambil menggigit kecil telinga laki-laki paruh baya itu.


"Katakan Sayang, apapun itu pasti akan aku kabulkan. Karena tiga jam yang lalu kamu sudah sah menjadi istriku. Jadi, apapun yang kamu mau dan inginkan pasti akan aku turuti." Daniel kini terlihat mulai meraba gunung kembar Morea yang terasa sangat kenyal-kenyal di telapak tangannya. "Sayang, katakan apa maumu?"


"Aku mau, perusahaan Ezza Fashion di ubah nama pemiliknya adalah aku. Mas. Bukan Al karena aku mau menjadi model lagi di setiap rancangan gaun yang sudah Al buat sebelum dia masuk rumah sakit pada waktu itu." Morea wanita yang sangat menjijikan itu menarik tengkuk leher Daniel membenamkannya di antara dua gunung kembarnya supaya laki-laki itu menghis@p bobanya secara bergantian. "Bagaimana Mas, apa Mas setuju?"


Daniel yang masih asik ngedot di boba Morea seperti bayi yang sangat kehausan hanya bisa mengangguk. Sambil meraba p@ha Morea lalu mengelusnya dengan lembut berharap supaya Morea tr@ngs@ng.

__ADS_1


"Mas jawab aku," rengek Morea sambil berpura-pura men de sah.


Daniel yang gerah melempar bajunya kesembarang arah, setelah itu laki-laki paruh baya itu juga melepas celananya. Sambil melepaskan gigitan kecilnya dari boba Morea. Karena ia ingin menjawab pertanyaan Morea yang tadi ingin memiliki perusahaan Ezza Fashion yang telah Daniel dulu berikan kepada Al. "Tenang Sayang, aku akan merubah nama pemiliknya menjadi namamu." Daniel dengan satu kali tarikan membuat Morea sudah tidak mengenakan sehelai benangpun sama seperti dirinya.


Akan tetapi ketika Daniel akan mulai melakukan malam pertama dengan Morea tiba-tiba saja pintu kamar mereka didobrak oleh laki-laki yang selama ini ditakutkan oleh Morea. Dengan secepat kilat Daniel memakai kembali celananya dan segera menyelimuti tubuh Morea yang sudah polos.


"Kurang ajar! Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu?!" Daniel memekik karena ia marah aktivitas adegan +nya di ganggu oleh Al yang terlihat semakin gagah dengan membawa buket bunga bangkai di tangannya.


"Jangan kurang ajar!" Daniel yang marah menarik kerah baju Al. "Morea sekarang ibumu jadi, bersikaplah sopan sedikit Al!"


"Jangan kotori bajuku dengan tangan yang sudah memegang sesuatu hal yang sangat menjijikkan. Karena baunya saja sangat busuk!" Al menutup hidungnya cepat. "Aku kesini hanya ingin mengucapkan selamat saja, dan mengantar banga yang paling indah ini." Setelah mengatakan itu Al berbalik tapi apa yang terjadi tiba-tiba saja Al jatuh tersungkur gara-gara Daniel yang melayangkan tendangan.


"Kamu sekolah jauh-jauh dan tinggi-tinggi bukannya malah makin pintar tapi kamu malah melakukan hal b*doh seperti ini!"

__ADS_1


Al masih berusaha supaya tidak terpancing, akan tetapi Daniel lagi-lagi menend*ng kakinya membuat laki-laki itu naik pitam hingga sudut bibirnya terukir senyum jahat. "Barang murahan memang sangat cocok dan barang murahan juga. Jadi, aku memaklumi akan hal itu. Sekarang puas-puaslah melakukan hal yang membuatku merasa jijik itu." Al kemudian tanpa aba-aba melayangkan pvkvlan ke perut Daniel sehingga laki-laki paruh baya itu langsung muntah darah. "Ini untuk rasa sakit hati Mama, sebenarnya ini belum cukup sih, seharusnya aku menendang burung Papa juga. Tapi aku takut nanti tidak bisa bangun lagi dan itu bisa berakibat fatal dimana Papa bisa kehilangan wanita murahan ini."


Meski mulut Daniel berdarah, laki-laki paruh baya itu mencoba mau memvkvl Al. Akan tetapi Al dengan cepat menghindar sehingga membuat Daniel memvkvl angin.


"Pastikan pvkvlan Papa tepat sasaran jangan sampai salah." Al tertawa puas setelah mengatakan itu.


Sedangkan Morea hanya bisa diam saja di atas ranjang karena kejadian empat bulan yang lalu mulai terngiang-ngiang di dalam memori ingatan wanita itu.


"Lanjautkan malam pertama kalian, sebelum aku membakar rumah ini. Karena pendosa seprti kalian memang pantas untuk di bakar secara hidup-hidup!" ucap Al dengan suara yang sedikit lantang.


...----------------...


__ADS_1


__ADS_2