Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 126


__ADS_3

"Titip Mama, karena aku, Agna dan Ranum mau pergi jalan-jalan dulu," ucap Al ketika ia sudah masuk ke dalam mobil dan mendapat anggukan dari Bagas. "Aku berangkat, jangan lupa ingat apa yang tadi aku ucapkan!" seru Al ketika ayahnya Agna itu berbelok ke kiri, karena di sana jalan menuju ke jalan raya.


Bagas yang melihat mobil tuannya itu sudah meleset jauh, dengan segera masuk ke dalam rumahnya karena Sonia sang istri terus saja memanggilnya. Membuat laki-laki itu dalam mode siaga karena jika Sonia sudah memanggilnya dengan suara seperti itu berarti ibu hamil itu sedang ingin memakan sesuatu. "Sonia pasti ingin memakan sesuatu, mendengar suaranya saja aku sudah sangat tahu dan hafal betul," gumam Bagas pelan sambil berjalan menuju ke dalam.


Beberapa saat ketika Bagas sudah sampai di dalam, rupanya Sonia saat ini terlihat sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa. Membuat Bagas menggeleng-gelengkan kepalanya, sebab semenjak hamil sang istri lebih suka rebahan dan bersantai-santai seperti saat ini.


"Bagas," panggil Sonia lembut.


"Iya Sayang, calon anak kita mau makan apa?" tanya Bagas yang super-duper sangat peka sekali. Sehingga laki-laki itu bisa tahu sebelum sang istri membuka suara.


Tidak lama Sonia menunjukkan makanan pada layar ponselnya. "Aku mau makan ini, apa di sini ada yang jual?" Sonia tadi memperlihatkan Bagas jajanan telur gulung, yang sering dijual oleh kang telur gulung berjualan sambil berkeliling.


"Setahuku memang ada, tapi ... sekarang aku sangat jarang sekali menemui orang yang jualan itu," jawab Bagas bersungguh-sungguh. Karena laki-laki itu merasa jajanan telur gulung hampir tidak ada, sebab sekarang kebanyakan di gantikan dengan jajan kekinian. "Apa calon anak kita benar-benar mau makan itu?"


"Pertanyaan konyol macam apa ini Bagas? Jelas dan tentu saja calon anak kita sangat ingin memakan telur gulung. Ini kamu malah nanya begitu. Dan bukankah kalau kamu tidak menuruti keinginan apa saja yang ingin aku makan, maka nanti bayi kita pas lahir bisa ileran. Entah itu mitos atau fakta," kata Sonia menjelaskannya pada sang suami. "Bagaimana apa kamu mau pergi mencarinya untukku?"


Tidak mungkin Bagas akan menjawab tidak karena ia tahu kalau mood sang istri sangat mudah sekali berubah-ubah, membuat Bagas harus berpikir dulu sebelum kalimat-kalimat terlontar begitu saja dari mulutnya. "Hm, aku akan pergi mencari jajanan itu untukmu. Tapi, bukan sekarang melainkan setelah Tuan Al pulang nanti," jawab Bagas yang berharap Sonia tidak akan memarahinya gara-gara ia menjawab seperti itu.

__ADS_1


Sonia mendesis sambil membalas kalimat sang suami. "Bagas aku maunya sekarang, kalau nanti beda cerita lagi," rengek wanita hamil itu, sambil mengelus perut buncitnya. "Bagas, ayolah aku sudah sangat ingin makan itu."


"Perasaan kamu setiap hari ada saja yang ingin kamu makan, entah itu makanan aneh-aneh atau makanan umum seperti biasanya," timpal Bagas yang kini terlihat duduk di sebelah Sonia yang sedang rebahan. "Tawar dulu sama dedek bayinya, kalau nanti saja makan telur gulungnya," sambung Bagas.


"Tidak bisa Bagas, bayi kita maunya sekarang. Lihat deh, air liurku hampir saja menetes karena aku sudah tidak bisa menahan rasa mau memakan telur gulung itu," celetus Sonia.


Bagas mengelus perut buncit sang istri sambil berkata, "Anak Papa, jangan sekarang ya, karena kalau sekarang Papa belum bisa pergi ke mana-mana. Bobok saja dulu di dalam sana, supaya air liur Mama kamu tidak menetes."


"Bagas, bayi kita di dalam perut ini maunya cuma sekarang, kalau lewat nanti dia malah mau pergi liburan lagi ke Lombok," ucap Sonia dengan mimik wajah yang sangat serius. "Bagas ...," rengek Sonia lagi.


Bagas yang tidak bisa melihat Sonia terus-terusan merengek seperti ini, pada akhirnya laki-laki itu mengiyakan permintaan sang istri. "Baiklah, aku akan pergi mencari jajanan itu untukmu, tapi sebelum itu kamu minta kamu pergi dulu ke rumah Tuan Al, karena sekarang Nyonya besar sedang sendirian di rumah. Sebab, Suster Flo sedang pergi


Sonia dengan hati-hati bangun, karena ia sekarang sudah mulai kesulitan untuk bergerak. "Aku bisa pergi sendiri Bagas, dan tugasmu sekarang lebih baik pergi carikan aku jajanan sewaktu masa kecilku itu." Sesaat setelah mengatakan itu Sonia melangkahkan kakinya untuk segera menuju rumah Al. "Jangan lupa beli yang banyak Bagas, supaya calon bayi kita kenyang."


"Iya Sonia," timpal Bagas, yang memilih mencari aman saja.


**

__ADS_1


"Pagi menjelang siang tante," sapa Sonia ketika bumil itu melihat Anggun sedang duduk di kursi roda. Dan Sonia rupanya tidak memanggil Anggun dengan Nyonya besar, karena itu atas permintaan wanita paruh baya itu sendiri.


"Sonia, baru saja tante mau ke rumah kamu, karena di sini tante merasa bosan sebab tante hanya sendirian di sini," kata Anggun tersenyum sambil menatap perut Sonia. "Sini Sonia, duduk dulu di sofa," ujar Anggun sambil menunjuk ke arah sofa. Karena ia tahu Sonia pasti sudah tidak tahan berlama-lama berdiri. "Oh ya, tadi tante lihat Bagas pergi, kira-kira mau kemana dia?" tanya Anggun yang rupanya tadi ia melihat mobil Bagas pergi.


"Hm, Bagas mau membelikan aku telur gulung tante, karena tiba-tiba saja aku pengen makan jajanan itu," jawab Sonia jujur.


Anggun mengangguk-ngangguk tanda mengerti. "Usia kandungan kamu sekarang berapa?"


"Enam bulan menuju ke tujuh bulan." Sonia lagi-lagi menjawab dengan jujur.


"Wah sepertinya Agna akan punya teman main," seloroh wanita paruh baya itu. "Sehat-sehat dedek bayi sampai dimana hari H itu." Anggun merasa tidak sabar lagi ingin melihat buah hati Bagas dan Sonia. Karena rupanya Anggun juga sudah menganggap Sonia seperti anaknya sendiri. "Pokoknya dedek bayinya harus sehat-sehat di dalam sana, Sonia. Supaya nanti kalau dia lahir ke dunia ini tidak kekurangan satu apapun."


"Aku minta tante doakan saja untuk kesehatan aku dan calon bayiku," balas Sonia menimpali.


Anggun mengangguk. "Tante selalu mendoakan itu untuk kamu, Bagas dan calon anak kalian, tanpa kamu minta," ucap Anggun bersungguh-sungguh. "Karena tante sudah menganggap kamu dan Bagas adalah bagian dari keluarga tante. Oleh sebab itu, tante sudah bilang sama kamu kalau kamu tidak usah sungkan-sungkan sama tante ini." Anggun memang benar-benar wanita yang sangat tulus dalam menyayangi siapapun. Membuat siapa saja akan mudah merasa sangat nyaman dengan wanita paruh baya itu. "Sekarang kamu mau makan apa?" tanya Anggun.


Sonia menggeleng. "Aku cuma mau makan telur gulung tante, selebihnya aku tidak mau makan apapun dulu sebelum jajanan itu masuk ke dalam mulutku hingga ke dalam perut buncit ini." Sonia lagi-lagi terlihat mengelus perutnya sendiri.

__ADS_1


"Tante juga dulu begitu waktu sedang mengandung Al, tante selalu saja minta jajanan yang aneh-aneh sama om Daniel," ucap Anggun yang tiba-tiba saja malah teringat dengan Daniel, laki-laki yang tidak pernah ia lihat batang hidungnya itu. Sejak Al membawanya ke desa terpencil ini. Membuat wanita paruh baya itu merasa sangat merindukan sang suami.


__ADS_2