Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 96


__ADS_3

Al yang merasa percuma buang-buang waktu saja berdebat dengan Daniel, pada akhirnya memilih untuk segera pergi saja dari pada nanti perdebatan itu malah berujung main tangan. "Aku harus pergi dari sini, jika terus-terusan disini maka aku tidak akan bisa mengontrol diriku sendiri." Al membatin sambil berlalu pergi.


"Dasar anak yang tidak tahu diri! Semakin hari sifatmu semakin kurang ajar kepada Ayahmu sendiri!" teriak Daniel yang tidak terima kalau Al pergi begitu saja meninggalkannya dan Morea. "Lama-lama anak itu, menganggapku seperti musuh."


"Sudah Mas, kita pergi saja ke hotel sekarang. Daripada kamu terus-terusan emosi gara-gara Al." Morea bergelanyut manja di lengan pria paruh baya itu. "Mbak Anggun pasti baik-baik saja, jadi Mas jangan khawatir tentang keadaannya," sambung Morea meyakinkan Daniel. Meski wanita itu tahu kalau saat ini keadaan Anggun sedang dalam keadaan koma.


"Kamu benar juga, kalau begitu kita pergi saja ke hotel." Daniel memeluk pinggang Morea. "Beri aku servisan, terbaik yang kamu punya, Sayang. Untuk saat ini aku tidak akan memikirkan Anggun lagi, karena seperti katamu dia pasti baik-baik saja." Kini Daniel terlihat merangkul Morea. "Aku tidak sabar, ingin menjenguk calon bayi kita." Pria paruh baya itu mengelus perut Morea.


"Ayo Mas, lebih cepat lebih baik. Aku juga sudah tidak sabar," ucap Morea sambil mengecup pipi Daniel. "Aku sangat mencintaimu Mas Daniel."


Mendengar itu senyum Daniel mengembang. "Kamu mau di belikan apalagi, villa atau apartemen?"


"Nanti saja bahas itu, saat ini aku hanya ingin berkeringat dingin dengan Mas di atas ranjang hotel," bisik Morea dengan cara menggigit kecil daun telinga Daniel, dan juga wanita itu terdengar sedikit men de sah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu minggu berlalu, sekarang Ranum terlihat sudah mulai bisa merawat Agna meski bayi prematur itu belum sepenuhnya bisa di keluarkan dari dalam perkakas untuk memanaskan bayi yang lahir sebelum waktunya atau bisa di sebut juga inkubator. "Bunda mau lihat nenek dulu ya, Sayang. Kamu tidur saja dulu disini." Sambil tersenyum Ranum kembali lagi memasukkan Agna ke dalam inkubator. "Bunda juga mau membersihkan tubuh nenek kamu, supaya badannya tetap bersih." Ranum rupanya selalu saja membersihkan tubuh Anggun. Meski wanita paruh baya itu masih saja koma dan benar saja Al membawa Anggun pulang ke rumahnya tanpa memberikan Daniel melihat ibunya itu..


"Tidak usah repot-repot, kamu cukup mengurus Agna, karena nanti siang aku sudah menyewa salah satu suster yang akan mengurus Mama di sini," kata Al yang baru saja masuk ke dalam kamar Ranum. Karena laki-laki itu ingin melihat putri kecilnya.

__ADS_1


"Kenapa Tuan harus menyewa suster? Aku juga masih sanggup mengurus mama, Apa jangan-jangan Tuan meragukan kemampuanku untuk mengurus serta menjaga mama?"


"Bukan begitu, aku hanya ingin kamu fokus mengurus Agna, suapaya putriku merasa nyaman dan kasih sayangnya, hingga perhatianmu kepadanya tidak terbagi-bagi. Oleh sebab itu, aku hanya menyuruhmu untuk fokus merawat Agna. Karena sepertinya putriku jauh lebih membutuhkan tenagamu di bandingkan dengan Mama," jawab Al sambil melihat bayi yang di dalam inkubator itu yang menatap dirinya. "Agna butuh perhatian lebih, jadi tolong jang–"


"Tuan, suster yang Anda minta untuk merawat Nyonya besar sudah datang," ujar Bagas memberitahu Al sehingga kalimat tuannya itu menggantung di udara.


"Suruh saja dia menungguku di ruang tamu Bagas, karena sebentar lagi aku akan kesana," balas Al menimpali.


Ranum menatap Al dengan intens setelah Bagas pergi. "Ternyata Anda benar-benar membayar suster Tuan," kata Ranum pelan.


"Ikut aku, supaya kamu bisa melihat suster itu." Al lalu meraih tangan Ranum. "Kamu bisa menjadikan suster itu sebagai temanmu juga dan biarkan Agna di sini sendiri dulu."


*


Saat Al dan Ranum sudah tiba di ruang tamu, suster itu terlihat langsung menunduk hormat.


"Selamat pagi Tuan dan Nyonya, perkenalkan nama saya Flora, Anda bisa memanggil saya Flo." Suster yang bernama Flora itu memperkenalkan diri kepada Ranum dan Al.


"Silahkan duduk Flo," ucap Al yang mempersilahkan suster itu untuk duduk. "Kamu juga tolong duduk," pinta Al saat melihat Ranum hanya diam saja. "Ranum, duduk," kata Al sekali lagi sambil meraih tangan sang istri memintanya untuk segera duduk.

__ADS_1


"Apakah dia benar-benar suster? Tapi kenapa dia terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan suster yang lain?" Sambil duduk Ranum membatin dengan tatapan mata yang terus saja melihat Flora.


"Mulai sekarang dan seterusnya kamu akan bekerja di sini Flo, aku mohon kamu bisa bekerja sama," ucap Al yang terdengar sudah sangat akrab sekali dengan Flora. "Dan seperti kataku, di rumah ini kamu jangan sungkan-sungkan untuk meminta apapun itu."


Ranum semakin aneh mendengar setiap deretan kalimat yang dilontarkan oleh Al. "Apa Tuan Al dan suster ini sebelumnya pernah saling kenal? Makanya Tuan Al berbicara seperti itu kepadanya. Tapi … kalau sudah kenal kenapa suster ini memperkenalkan diri tadi?" Ranum bertanya-tanya di dalam benaknya. Karena entah mengapa tiba-tiba saja gadis itu merasa ada yang tidak beres.


"Aku mau mengajak Flo ke kamar Mama dulu, kamu boleh kembali ke kamar karena Agna kayaknya lagi nangis." Al lalu berdiri. "Ayo Flo, aku akan mengajakmu ke kamar Mamaku, dan aku juga akan menjelaskan apa saja yang akan kamu lakukan."


"Baik Tuan," sahut Flora dengan senyum yang mengembang. Wanita itu juga terlihat ikut berdiri.


*


"Ranum terus saja mengintip dari balik pintu demi melihat Al dan Flora yang akan keluar dari kamar Anggun. Tapi apa, sudah hampir setengah jam Al maupun Flora tidak ada yang keluar dari kamar itu. "Apa yang sedang mereka lakukan? Kenapa sampai sekarang tidak kunjung keluar dari sana?" Ranum tiba-tiba merasa gelisah. "Apa ada sesutau yang terjadi dengan mama?" Kini Ranum berniat ingin menyusul Al dan Flora ke kamar Anggun. Akan tetapi, ketika ia akan membuka pintu kamarnya yang sedikit terbuka tiba-tiba saja suara Al yang mengobrol dengan Flora terdengar.


"Pokoknya kamu tinggal bilang saja kalau ada yang kamu butuhkan atau inginkan," kata Al sambil melempar pandangan.


"Baik Taun saya akan bilang pada Anda," balas Flora menimpali.


"Kalau begitu, selamat berkerja, karena aku juga ingin ke kantor, dan aku titip Mamaku, Ya."

__ADS_1


"Iya Tuan, Anda hati-hati di jalan."


__ADS_2