
Setiba di perusahaan dan ketika Ranum sudah sampai di ruangan Al, ia merasakan hatinya seolah-olah terbakar oleh api cemburu. Bagaimana tidak? Dari rumah wanita itu begitu bersemangat untuk mengantar berkas dokumen ke perusahaan Ezza Fashion. Namun, apa yang terjadi ia malah mendapatkan pemandangan yang membuat wanita itu sakit hati. Dimana Ranum melihat Morea sedang duduk di pa ha sang suami dengan tangan wanita gatal itu bergelayut manja di leher Al.
"Apa yang Mbak Morea lakukan?" tanya Ranum sambil melangkahkan kakinya untuk masuk. Dengan perasaan yang tidak menentu wanita itu menatap Morea dengan tajam.
"Eh, Ranum. Aku cuma rindu saat duduk di pangkuan Mas Al seperti ini, mungkin saja ini juga efek aku sedang ngidam," jawab Morea dengan tidak tahu dirinya. "Aku pinjam sebentar Mas Al ya, soalnya aku benar-benar ngidam duduk seperti ini di pa ha Mas Al," sambung Morea sambil tersenyum.
Namun, di mata Ranum senyum Morea terlihat sangat menyebalkan sehingga membuat ibunya Agna itu semakin menatap Morea tajam. "Mas, kenapa kamu malah diam saja?" Sekarang Ranum bertanya pada Al.
"Bagaimana aku tidak diam saja, dia malah menaruh lem di celanaku!" jawab Al sambil mencoba menyingkirkan Morea. Akan tetapi wanita yang disingkirkan itu malah semakin melebarkan senyumannya.
__ADS_1
"Jangan begini Mas Al, nanti aku bisa saja keguguran karena kelakukan kamu ini," bisik Morea di telinga Al.
Al bukannya berhenti laki-laki itu malah semakin berusaha untuk menyingkirkan Morea, dan hasilnya Morea malah terjatuh dan perutnya yang buncit malah terkena meja kerja Al. "Dasar wanita gatal! Tidak bisakah kau jangan semakin murahan seperti ini!" bentak Al yang sama sekali tidak peduli dengan mantan istrinya itu, karena Al tahu kalau Morea saat ini sedang berakting. Sebab Laki-laki itu merasa ini adalah salah satu jebakan Morea. "Teruslah berakting Morea, sampai ada sutradara yang mengangkatmu jadi pemeran salah satu iklan terbang dengan judul azab wanita gatal!" Al lalu bergegas menghampiri Ranum yang saat ini masih tercengang.
"Mas Al, perutku sangat sakit, akhh ...," ringis Morea yang berpura-pura merasa kesakitan. "Mas Al, kakiku berdarah ...."
Ranum yang tadinya sangat marah dengan tingkah laku Morea, kini gadis itu malah merasa kasihan karena ia melihat pangkal pa ha Morea mengeluarkan darah. "Mas, Mbak Morea berdarah!" seri Ranum yang terlihat panik. "Ayo kita bawa Mbak Morea ke rumah sakit, aku takut terjadi sesuatu dengan bayi yang ada di dalam perutnya," lanjut Ranum yang saat ini benar-benar takut terjadi sesuatu pada Morea.
"Mas tidak punya hati, lihatlah Mbak Morea berdarah tapi Mas masih saja beranggapan kalau Mbak Morea berbohong," ucap Ranum yang berlari ingin menolong Morea dan malah mengabaikan sang suami. Namun, ketika Ranum sudah sampai di dekat Morea tiba-tiba saja Daniel datang.
__ADS_1
"Mas Daniel, perutku sakit," kata Morea dengan suara yang ia buat selemah mungkin. Sehingga membuat pria paruh baya itu menatap Al dan Ranum secara bergantian.
"Morea! Katakan siapa yang telah melakukan ini padamu?" Daniel bertanya dengan wajah yang merah padam. Di saat laki-laki itu melihat sudah banyak genangan darah di bawah Morea.
"Ra-Ranum, yang telah melakukan ini," jawab Morea berbohong. Sehingga membuat Al dan Ranum sama-sama tercengang dengan jawaban wanita gatal itu. "Ranum mendorongku, ketika aku meminta Al untuk datang ke ruanganku," sambung Morea.
...****************...
Kuy mampir di karya temanku juga😊 pokoknya rekomendasi😍
__ADS_1