Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Promosi Novel Baru netes


__ADS_3

Selamat membaca ....


“Tidak Ayah! Aku tidak mau menikah! Karena aku baru saja berusia 19 tahun, Ayah!” Suara penolakan itu berasal dari bibir tipis milik Agna Yumna Ezza. Seorang gadis cantik yang memiliki kulit putih bak seorang artis korea hingga membuat banyak laki-laki tertarik padanya. Untuk kesekian kalinya ia harus adu mulut dengan sang ayah saat sedang sarapan karena sebuah perjodohan yang disampaikan Al.


Karena Agna menolak mentah-mentah ketika Al, sang ayah memberitahunya kalau gadis itu akan menikah.


"Baiklah jika kamu tidak mau maka, Ayah akan mengurus surat kepindahan kamu untuk kuliah di negara A," timpal Al. Laki-laki yang sudah hampir berkepala empat itu terlihat sangat tenang. Meskipun suara Agna terdengar mulai meninggi.


"Selalu saja, itu sebagai kalimat ancaman Ayah, karena Ayah sudah tahu kalau aku tidak bisa jauh-jauh dari Ayah apalagi Bunda," ucap Agna berkata ketus. "Pokoknya, aku tetap tidak mau, jika Ayah terus memaksa maka aku …." Agna menjeda kalimatnya.


"Om Bagas sudah mengurus semuanya, besok pagi kamu tinggal berangkat saja ke Negara A," kata Al masih dengan raut wajah yang begitu tenang. Ia sama sekali tidak terpancing meskipun Agna tadi menjeda kalimat yang akan gadis itu sampaikan. "Tugasmu hanya mengemasi barang-barang yang akan kamu bawa ke sana," lanjut Al.


Agna mendesis, sebab gadis itu masih tidak terima dengan keputusan Al. "Ayah!!” Agna menghentakkan kakinya kesal karena ucapan Al. “Aku masih mau ingin bebas Ayah, aku juga ingin mengejar cita-citaku dan juga impianku. Tapi Ayah, malah mau menghancurkan segalanya!" ketus Agna yang kembali meletakkan sendoknya. Karena mendadak nafsu sarapan gadis itu di pagi yang cerah ini menjadi hilang. "Bunda harus tahu, kalau Ayah main jodoh-jodohkan aku saja."


"Bundamu sudah tahu, dan dia juga setuju dengan rencana perjodohan ini," balas Al sambil menatap putrinya.


"Tidak mungkin Bunda akan setuju, karena setahuku Bunda ingin melihatku sukses menjadi seorang dokter ahli bedah," timpal Agna tiba-tiba.


"Calon suami kamu adalah ahli bedah saraf juga Agna. Jadi, kamu bisa belajar darinya. Selain dokter ahli bedah dia juga adalah dosen yang mengajar di salah satu universitas paling terkenal di kota Jakarta ini."

__ADS_1


"Jadi, apa ini adalah salah satu alasan Ayah ingin menjodohkan aku, dengannya?"


"Tentu saja Agna, mengingat kamu sering kali bolos kuliah, dan pe–"


"Pemalas Ayah!" seru Gino menyahut, saat anak kedua dari pasangan Al dan Ranum itu menuruni anak tangga.


"Gino, awas kau!" Agna yang memang sudah kesal dari tadi, merasa malah semakin kesal di buat oleh sang adik.


"Gino, jemput Bunda kamu sekarang katanya Adik kamu Nino rewel di rumah sakit," ucap Al yang tidak mau kalau sampai Agna dan Gino akan malah bertengkar. Mengingat putra dan putrinya itu tidak pernah akur, dan selalu saja ada yang diperdebatkan setiap hari. Entah itu masalah sepele sehingga di besar-besarkan.


"Siap, Yah, aku pergi dulu, mumpung hari ini aku libur." Gino lalu terlihat pergi begitu saja. Tanpa melihat wajah Agna yang masam.


***


Sore menjelang, saat Agna akan merebahkan tubuhnya. Karena seharian ini gadis itu sangat sibuk sebab banyak tugas kuliah yang ia selesaikan. Membuatnya ingin mengistirahatkan tubuhnya sejenak.


Namun, tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari arah luar, bersamaan dengan itu Ranum, sang ibu memanggilnya.


"Agna, buka pintunya karena Bunda mau bicara sama kamu," kata Ranum, wanita yang semakin tua tapi terlihat semakin cantik dan menawan serta mempesona.

__ADS_1


"Bunda, ngapain sore-sore begini memanggilku, apa jangan-jangan ada yang terjadi?" Meski ngantuk Agna tetap berjalan ke arah pintu. Dengan tenaga yang ia miliki, karena jika gadis itu ngantuk otomatis tubuhnya akan terasa lemas.


"Agna Sayang, ini Bunda," ucap Ranum dan semakin keras mengetuk pintu kamar sang putri. Sebab wanita itu pikir kalau saat ini Agna sedang tidur. "Agna ...," sambung Ranum memanggil anak pertamanya itu sekali lagi. Dan pada saat ia akan kembali mengetuk pintu. Agna kini terlihat sudah terlebih dahulu membuka pintu itu untuk sang ibu.


"Bunda, ada apa?" tanya Agna sambil terlihat menguap beberapa kali. Ketika gadis itu sudah membuka pintu kamatnya dengan sangat lebar.


"Ganti pakianmu, karena calon mertuamu akan datang," jawab Ranum tiba-tiba sambil tersenyum menatap Agna.


Agna yang mendengar itu langsung saja melotot sempurna. Karena ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar untuk saat ini, mulut gadis itu juga terbuka sangat lebar saking shocknya. Membuat matanya yang tadi sayu kini malah terjaga lagi.


"Bunda, aku tidak mau!" teriak Agna membuat seisi rumah itu mendengar suara cempreng gadis itu.


******



BURUAN MAMPIR DAN RAMIKAN, KARENA INI SEASON DUA DARI ***NODA DI SERAGAM SMA😊


Apa daya Author remahan ini pengen kakak-kakak hadir😁 untuk membacanya😆***

__ADS_1


__ADS_2