Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 93


__ADS_3

Melihat Ranum yang sudah mulai lemas, Al menjadi khawatir. "Kamu operasi saja ya, karena melihatmu menahan sakit begini aku tidak tega," bisik Al di telinga sang istri.


Ranum yang masih saja memegang tangan Al menggeleng tanda gadis itu tidak setuju. "Aku ingin melahirkan dengan cara normal Tuan." Ranum menimpali Al dengan posisi menghadap ke kiri atas perintah Erika. "Tuan doakan saja aku, supaya bayi kita tidak akan kenapa-kenapa meskipun dia akan lahir prematur." Ranum semakin erat memegang tangan Al ketika kontraksi yang dari tadi datang lagi, kali ini kontraksi itu terasa sangatlah sakit dari yang sebelumnya.


"Ranum, keadaan tidak memungkinkan kamu melahirkan normal, melihat keadaanmu yang begini," kata Al mengelus rambut sang istri dengan lembut, menggunakan tangan yang satunya. "Kita operasi saja, supaya kamu tidak merasakan sakit lagi." Al akan berusaha membujuk Ranum agar mau melahirkan secara cesar. "Meskipun kamu melahirkan secara cesar, tidak apa-apa Ranum, kamu akan tetap menjadi seorang ibu untuk calon anak kita."


"Tidak Tuan, aku akan berusaha menahan rasa sakit ini. Demi melahirkan secara normal," ucap Ranum masih bersikukuh dengan pendiriannya yang ingin melahirkan secara normal.


"Jangan keras kepala Ranum, dengarkan aku kali ini saja."


"Tuan Al, sepertinya air ketuban Nona Ranum sudah kering, maka dari itu saya tidak bisa mengambil tindakan apapun selain memnawa Nona Ranum ke ruang operasi secepatnya, supaya bayi prematur yang akan lahir ini bisa di selamatkan," kata Erika yang dari tadi mengecek jalan lahir bayi yang prematur itu.


"Kalau begitu, lakukan apa saja yang terbaik Dokter," sahut Al tanpa meminta persetujuan dari Ranum lagi, karena laki-laki itu tahu sang istri akan menolak untuk melahirkan secara oprasi.


Erika terlihat menurunkan selang infus yang dari tadi menancap di tangan Ranum. "Kalau beginu, ayo kita bawa saja segera ke ruang oprasi." Etika menatap dua suster yang ada di dalam ruangan itu. "Kita harus bergerak cepat, sebab kondisi Nona Ranum semakin lemas," sambung Erika dan dengan segera mendorong brankar tempat Ranum berbaring untuk menuju ruang operasi.


Sedangkan Ranum yang mendengar ucapan Erika, mau tidak mau harus setuju untuk melakukan operasi, meskipun di dalam benaknya ia ingin tetap melahirkan secara normal akan tetapi keadaan yang tidak memungkinkan, membuat gadis yang sebentar lagi menjadi seorang ibu itu pasrah begitu saja.

__ADS_1


*


Sonia dan Bagas yang melihat Al ikut berlari saat mendorong brankar bersama beberapa perawat dan Erika, membuat dua pasangan sejoli yang baru balikan itu langsung merasa sangat cemas.


"Apa yang terjadi?" tanya Sonia sambil menggigit kukunya. Karena tiba-tiba saja gadis itu mulai berpikiran yang tidak-tidak. "Bagas, apa yang terjadi dengan Ranum?"


Bagas yang mulai memahami kondisi Ranum yang akan melahirkan bayi prematur menjawab, "Ranum tidak bisa melahirkan secara normal, oleh sebab itu dia harus melahirkan secara sesar. Jadi, aku minta sama kamu doakan yang terbaik untuknya. Dan semoga tidak ada kendala dalam menjalankan operasi ini." Bagas lalu membawa gadis yang terlihat cemas sama seperti dirinya saat ini, masuk ke dalam dekapannya. "Ibu serta bayinya harus selamat dan sehat, kamu berdoa untuk itu juga."


"Aku selalu berdoa untuk hal itu, karena aku sudah menganggap Ranum sebagai teman sekaligus saudaraku." Sonia kini merasa menyesal karena telah cemburu dengan Ranum.


***


"Jangan tinggalkan aku," ucap Ranum lirih saat gadis itu melihat wajah Al.


Al yang mendengar ucapan Ranum dengan cepat menunduk karena posisi Al saat ini sedang berdiri di samping Ranum. Sambil terus saja mengelus rambut sang istri. "Aku tidak akan meninggalkan kamu Ranum, berdoalah semoga operasi ini berjalan dengan lancar."


"Jangan ceraikan aku, Tuan, setelah bayi kita lahir. Karena di dunia ini, hanya dia keluarga yang aku miliki." Air mata Ranum tiba-tiba saja menetes ketika ia mengatakan itu. "Aku akan melakukan apa saja asal Anda tidak menceraikan aku, meskipun aku tidak memiliki rasa kepada Anda." Kalimat Ranum kali ini mampu membuat jiwa laki-laki itu terusik. "Karena aku … karena aku, menaruh rasa kepada Ry," gumam gadis itu lirih dengan suara serak.

__ADS_1


Al mengepalkan tangannya saat ia mengetahui fakta tentang Ranum yang menaruh rasa kepada Ryder. "Apakah Ranum benar-benar mencintai laki-laki itu? Jika benar iya, maka aku tidak akan mempertahankan pernikahan ini lagi. Sebab aku tidak mau memaksakan seseorang untuk tetap bertahan di sisiku," batin Al.


"Aku, aku mencintai Ry," ucap Ranum berulang kali dalam keadaan gadis itu yang setengah sadar.


Jika saja Al tega maka laki-laki itu akan keluar saja dari ruang operasi itu sebab laki-laki itu merasa d*danya sakit ketika mendengar ucapan sang istri yang mengungkapkan perasaanya di dalam situasi seperti ini. "Aku tidak akan menghalangimu untuk bersama dengan laki-laki itu Ranum, maka dari itu nanti setelah kamu keluar dari ruang operasi ini maka aku akan memahas hal ini lagi," gumam Al di dalam benaknya lagi.


Tidak berselang lama suara tangisann bayi membuat lamunan Al menjadi buyar.


***


Setelah mengadzankan bayi itu, Al segera keluar dari ruang operasi itu dengan perasaan yang tidak menentu di saat laki-laki itu mengingat kalimat-kalimat Ranum yang mengungkapkan perasaannya kepada Ryder bukan kepada dirinya.


Bagas yang melihat dari kejauhan raut wajah tuannya yang terlihat murung malah berpikiran kalau sesuatu hal buruk telah terjadi dengan Ranum. Dan pada saat itu juga Bagas bergegas menghampirinya dengan cara berlari.


Sehingga beberapa detik Bagas sudah sampai di depan Al yang masih saja terlihat raut wajah laki-laki itu murung. "Tuan, apa yang terjadi? Apa ada masalah? Atau kendala dan apa Ranum dan bayi Anda selamat?" Deretan pertanyaan Bagas hanya dijawab dengan Al yang mengangkat tangan. Menandakan bahwa laki-laki itu saat ini tidak mau diajak berbicara dulu apalagi menjawab pertanyaan Bagas. "Tuan, jangan begini katakan apa yang terjadi? Sehingga raut wajah Anda jadi begini." Meski Bagas sudah mengerti maksud isyarat Al. Akan tetapi, Bagas masih saja tetap bertanya kepada laki-laki yang sudah menjadi ayah sejak hari ini.


"Ranum baik-baik saja, dan bayiku lahir dengan sehat tidak kekurangan satu apapun meski dia lahir prematur. Dia perempuan wajahnya sangat mirip denganku." Meski Al menceritakan itu kepada Bagas. Tapi raut wajah laki-laki itu sama sekali tidak berubah, justru sekarang terlihat semakin datar. Sehingga membuat Bagas begitu heran.

__ADS_1


......................



__ADS_2