
Setelah Ranum bisa Sonia tenangkan kini gadis yang sedang hamil itu mulai menceritakan semuanya kepada Sonia. Mulai dari kedatangan Rudy dan Angel ke apartemen Al hingga Ranum yang datang kerumah sakit untuk melihat adiknya yang sudah tidak bernyawa lagi.
Tidak terasa air mata Sonia lolos begitu saja ketika mendengar cerita Ranum yang menurutnya sangatlah menyedihkan. Sonia juga merasa tidak akan bisa menjadi seperti sosok Ranum meski sebantar saja. Karena Ranum adalah seorang gadis yang sabarnya tidak ada batas.
"Jadi, untuk apa lagi aku harus hidup, Sonia? Jika orang-orang yang aku sayang kini sudah pergi meninggalkan aku." Terlihat jelas gadis yang tengah hamil di bawah umur itu sedang berputus asa di lihat dari tatapan matanya yang kosong. "Aish, Adikku itu yang menjadi alasanku untuk tetap bertahan. Tapi apa? Sekarang dia juga sudah tidak ada lagi." Ranum saat ini benar-benar merasa hancur ketika mengingat kenangannya dengan Aish sewaktu ibu mereka juga masih hidup. "Apa salah dan dosaku, Sehingga Tuhan menghukumku dengan cara begini?"
Tidak ada yang bisa Sonia katakan karena ia juga adalah seorang gadis yang telah di pungut oleh Bagas di pinggir jalan ketika gadis itu baru saja berusia sepuluh tahun. Sonia juga tidak tahu sampai sekarang siapa kedua orang tuanya. Oleh sebab itu Sonia diam karena tidak bisa memberikan Ranum kata-kata mutiara sebagai motivasi.
__ADS_1
"Aku sudah sangat lelah Sonia, kalau boleh biarkan aku bvnvh diri saja karena aku merasa sudah tidak ada gunanya lagi aku untuk tetap hidup," ucap Ranum lirih.
Sonia langsung menggeleng. "Tetalah hidup meski itu hanya demi bayi yang ada di dalam perut kamu ini." Sonia menunjuk perut Ranum. "Putus asa boleh saja, tapi ingat jangan menyerah. Apa lagi saat ini kamu sedang mengandung darah daging Tuan Al yang bisa saja akan menjadi sang pewaris." Kalimat itu sebagai penyemangat buat Ranum bagi Sonia supaya gadis itu tidak nekat. "Percayalah bvnvh diri tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Melaikan mendatangkan masalah baru dimana orang-orang yang bvnvh diri tidak akan bisa di maafkan oleh sang pencipta." Mendadak Sonia malah menjadi penasihat.
Ranum diam karena sedang memikirkan ucapan Sonia. Akan tetapi karena gadis itu sudah terlalu berputus asa jadi ia tetap akan melakukan aksinya untuk bvnvh diri setelah nanti menghadiri acara pemakaman adiknya.
"Aku terangkan sekali lagi Sonia, lebih baik aku tidak menghirup oksigen lagi, karena itu semua sudah tidak berguna lagi bagiku." Ranum, gadis itu benar-benar telah berputus asa sehingga kalimat-kalimat yang di katakan oleh Sonia tadi tidak ia masukkan ke dalam otak untuk Ranum pikirkan dan renungkan. Malah gadis itu semakin nekat untuk mengakhiri hidupnya sendiri. "Aku capek, karena dunia ini benar-benar hanya milik orang-orang yang beruang. Sedangkan aku yang rakyat jelata ini hanya sebagai sampah masyarakat."
__ADS_1
***
Mungkin karena air mata Ranum sudah kering dan habis oleh sebab itu gadis itu tidak terlihat meneteskan air mata lagi ketika jasad adiknya sudah di masukkan ke dalam liang lahat. Tapi kini tatapannya menjadi semakin kosong sehingga Ijah dan Inem yang menyampaikan turut berduka cita, gadis itu hanya menjawab dengan anggukan kecil sambil tetap menatap lurus jauh ke depan.
"Non, yang sabar karena semua yang bernyawa pasti akan mati." Inem yang berdiri di dekat Ranum mengatakan itu. "Maafkan Bibi yang tidak bisa menjaga Non Aish." Inem menunduk sedih karena sebenarnya ia tahu kenapa Aish bisa jatuh dari tangga. Akan tetapi karena wanita paruh baya itu sangat takut dengan ancaman Angel maka dari itu ia akan menutup mulutnya serapat-rapatnya sehingga yang orang-orang tahu bahwa benar Aish, yang masih balita itu jatuh dari tangga karena terpeleset. "Saya yakin Nona Aish, saat ini sudah bertemu dengan ibu Anda Nona," sambung Inem yang berusaha untuk menghibur Ranum.
"Bibi juga tidak menyangka kalau Aish akan secepat ini meninggalkan kita semua." Sekarang giliran Ijah yang membuka suara. "Kamu yang sabar dan tabah ya Ranum, ini semua terjadi atas kehendak Tuhan. Jadi, kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti garis takdir yang sudah tertukis untuk diri kita masing-masing." Ijah juga berharap supaya Ranum bisa menerima ini semu dengan lapang dada. "Kamu adalah gadis pilihan yang terlahir juga dari rahim wanita pilihan seperti ibumu, tetaplah berdiri tegak Ranum meski dunia ini mungkin terasa sangat tidak adil bagimu."
__ADS_1
Telinga Ranum mendengar apa yang di katakan oleh Ijah, akan tetapi tatapan mata gadis itu hanya tertuju kepada Rudy, Angel dan Bianca yang berdiri agak jauh dari makam Aish. Kini di dalam relung hati Ranum bahwa gadis itu telah benar-benar membenci ketiga orang itu.