Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 83


__ADS_3

Ranum terbangun karena gadis itu mendengar suara bel yang terus aja berbunyi. "Siapa yang datang dini hari begini?" tanya Ranum kepada dirinya sendiri sambil melihat jam di dinding yang menunjukkan pvkvl 01:30. "Buka atau tidak," kata Ranum yang masih saja menimbang-nimbang untuk membuka pintu itu atau tidak, tapi tidak lama sebuah notif masuk ke gawainya.


"Buka pintunya sekarang ini aku, Al."


Setelah membaca isi pesan singkat itu Ranum bergegas bangun dari tidurnya karena saat ini ia ingin keluar membuka pintu untuk Al, dengan perut yang semakin membuncit gadis itu dengan sangat hati-hati turun dari atas ranjang. "Tumben-tumbenan Tuan Al pulang di jam yang bisa membuat siapa saja dapat berpikir positif," ucapnya sambil terus aja melangkahkan kakinya. "Tuan Al juga punya kunci rumah ini, tapi kenapa dia harus memintaku untuk membuka pintu?" Ranum terus saja bertanya kepada dirinya sendiri.


Sehingga tidak terasa gadis itu sudah sampai di pintu utama, akan tapi sebelum itu Ranum ingin memastikan dulu kalau itu adalah Al, sang suami atau bukan. "Tuan Al, apakah itu Anda?" Ranum bertanya dengan sedikit berteriak.


Sedangkan Al yang benar-benar ada di luar dengan cepat menjawab, "Iya, ini aku, cepatlah buka pintunya aku sangat kedinginan!" Suara Al terdengar serak meski laki-laki itu sedikit berteriak.


Ranum yang mendengar itu segera memegang gagang pintu dan segera membuka pintu untuk Al. "Tuan, kenapa penampilan Anda seperti ini?" Ranum tiba-tiba saja mencium bau alkohol yang begitu menyengat masuk ke indra penciumannya ketika ia berdiri tepat di depan Al. "Apa Anda ma-mabuk?" meski takut menyinggung perasaan Al, Ranum tetap bertanya seperti itu.


"Kenapa lama sekali membuka pintunya?" Al justru mengabaikan pertanyaan gadis yang sedang mengandung darah dagingnya itu. Dengan cara laki-laki itu malah bertanya balik. "Ranum, kenapa kamu bisa lama sekali membuka pintu untukku?" Al bertanya lagi sambil memajukan sedikit wajahnya ke wajah Ranum. Sehingga gadis itu terpaksa menahan nafasnya, karena saat ini Ranum tidak tahan mencium aroma alkohol dari mulut Al. Rasanya gadis itu merasa mual seketika.


"Aku sudah tidak bisa bergerak dengan leluasa lagi Tuan, karena perutku semakin membesar. Oleh sebab itu, jalanku menjadi lambat seperti siput dan kura-kura," jawab Ranum sambil mundur beberapa langkah. Karena tadi jarak wajah mereka hanya beberapa sentimeter saja. "Kalau begitu, aku mau tidur lagi Tuan. Karena aku tidak mau gara-gara telat tidur, aku bisa terlambat pergi sekolah." Ranum berbalik ingin pergi, akan tetapi Al dengan cepat menahan pergelangan tangan sang istri. "A-ada … a-apa la-lagi, Tuan?" tanya Ranum terbata-bata karena gadis itu merasa gugup. Sebab Al baru kali ini berani memegang pergelangan tangannya.


"Malam ini, aku ingin tidur sekamar denganmu." Dengan tatapan yang layu Al menjawab.

__ADS_1


Ranum yang mendengar itu refleks langsung menggeleng kuat. "Aku akan mengantarkan Anda ke dalam kamar Anda Tuan, mari," ajak Ranum dengan tubuh yang mulai menegang, karena tatapan mata Al terlihat sangat berbeda.


"Aku benar-benar ingin tidur di kamarmu, untuk malam ini saja Ranum, apa tidak boleh seorang suami tidur seranjang dengan istrinya?" Laki-laki itu Seolah lupa dengan apa yang pernah ia katakan, tentang dirinya yang tidak akan pernah sekamar dengan Ranum.


Ranum merasa saat ini gadis itu kekurangan pasokan oksigen ketika Al bertanya seperti itu. "Tu-tuan, bukankah Anda sudah berjanji untuk tidak sekamar dengan a–"


"Aku tidak akan melakukan apapun kepadamu, Ranum. Karena malam ini aku hanya ingin mencari kehangatan, dengan cara tidur sekamar dan seranjang denganmu," potong Al dengan cepat.


"Ta-tapi Tuan …."


Ranum ingin menolak, akan tetapi ia takut Al akan memarahinya. Sehingga gadis itu hanya menurut saja dengan apa yang di katakan oleh Al.


*


Ranum dan Al terlihat sama-sama sedang berbaring. Akan tetapi gadis itu memilih membelakangi Al, sehingga tidak lama Al membalik badan gadis itu supaya menghadap dirinya.


"Apa begitu sikap seorang istri yang tidur membelakangi suami?"

__ADS_1


Ranum menggeleng sebagai responnya menjawab sang suami, karena saat ini gadis itu merasa lidahnya seolah kelu. Sebab Al tidak pernah begini mengajaknya tiba-tiba tidur sekamar.


"Apa yang dilakukan seorang suami kepada istrinya, ketika mereka tidur sekamar begini, seperti kita saat ini?" Al benar-benar membuat tubuh gadis yang sudah rileks tadi kini menjadi tegang lagi. Bagaimana tidak, Ranum yang bukan gadis lugu dan polos lagi langsung berpikir ke arah Al yang sebenarnya saat ini meminta haknya sebagai seorang suami. "Kenapa kamu malah diam saja? Jawab aku." Jemari Al kini terlihat mengelus kepala Ranum yang rambutnya dibiarkan terurai.


"A-aku, sangat ngantuk Tuan. Bolehkah aku tidur sekara–" Kalimat Ranum menggantung di udara, karena Al menutup mulut sang istri menggunakan jari telunjuknya.


"Untuk malam ini saja, biarkan aku menjenguk darah dagingku," ucap Al yang perlahan semakin menggeser tubuhnya sambil menyingkirkan bantal guling sebagai pembatas, supaya jarak tubuhnya dengan Ranum tidak terlalu jauh. "Aku akan bermain lembut," sambung Al sambil meniup wajah Ranum.Ranum melihat wajah Al sepertinya laki-laki itu saat ini sedang menahan sesuatu.


"Tuan, maafkan aku … aku saat ini benar-benar tidak bisa memenuhi kebutuhan Anda," balas Ranum menimpali Al. Sehingga laki-laki itu terlihat langsung memasang wajah datar. "Sekali lagi ma–"


"Aku tidak menerima penolakan." Setelah mengatakan itu Al langsung saja m*l*m@t bibir tipis Ranum. Membuat gadis itu tidak sempat mengelak dan pada detik berikutnya. Al melakukan apa yang seharusnya tidak ia lakukan karena saat ini laki-laki itu dalam keadaan setengah sadar.


***


Di apartemen Bagas, laki-laki itu memegang tengkuknya karena tadi Al sempat memvkvl bagian leher laki-laki itu sampai pingsan. "Tuan Al sudah tidak ada di kamar ini lagi, berarti dia benar-benar sudah pulang," ucap Bagas sambil menahan rasa sakit. "Jangan sampai Tuan Al melakukan apapun kepada Ranum, mengingat dia dalam keadaan setengah sadar karena pengaruh alkohol." Bagas lalu mencoba untuk bangun karena ia tadi tergeletak di lantai. "Apa aku harus menyusulnya ke sana?" Laki-laki itu malah ingin menyusul tuannya akan tetapi saat ia melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah penunjukkan pvkvl 02:30.


Tiba-tiba saja Bagas mengurungkan niatnya. Ia lalu berkata, "Semoga Ranum tidak dalam bahaya, karena biasanya kalau Tuan Al dalam keadaan mabuk maka hasratnya serta nafsunya bertambah berlibat-libat ganda."

__ADS_1


__ADS_2