Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 49


__ADS_3

Al yang akan makan malam disebuah restoran bintang lima setelah laki-laki itu pulang mengantar Anggun. Tiba-tiba saja malah dikejutkan dengan pemandangan yang bikin mata laki-laki itu sakit. "Rupanya disini mereka sedang makan makan, dan ini yang laki-laki tua itu bilang sibuk kerja, Bulls***!! Al langsung saja tidak berselera untuk makan padahal laki-laki itu sudah memesan banyak sekali menu makanan yang sudah tersusun rapi di meja makan. "Perutku mendadak kenyang, meskipun tadi terasa sangat lapar." Al lalu beranjak dari duduknya sambil memanggil salah satu pelayan.


"Mbak, tolong makanan ini bungkus semua dan saya minta tolong di bagikan kepada … maaf, pengemis-pengemis yang sedang menunggu makanan sisa di samping restoran ini," pinta Al yang malah menyuruh pelayan restoran itu untuk membagikan makanan yang telah ia pesan kepada pada pengemis yang sering ia lihat sedang duduk menunggu makanan sisa pengunjung yang kebetulan tidak dihabiskan oleh orang-orang yang berduit itu. "Saya juga akan membayar lebih semua makanan yang saya pesan ini. Dan satu lagi saya minta taruhkan mereka satu lembar uang di dalam kresek makanan ini nanti." Al terlihat pengeluaran segenggam uang yang berwarna merah muda. "Saya harap kamu jujur, karena jika kamu tidak jujur maka saya pastikan kamu akan dipecat dari sini."


Mendengar itu pelayan yang tadi memiliki niat jahat menjadi mengurungkan niatnya. "Saya akan menjalankan sesuai dengan apa yang Anda katakan Tuan. Saya juga bersumpah tidak akan pernah mengambil uang Anda ini untuk dimasukkan ke dalam kantong saya sendiri."


"Kamu dapat bonus!" Tiba-tiba saja Al malah berkata begitu, dan tidak lama laki-laki itu memberikan pelayan wanita itu tiga lembar uang dengan warna merah muda itu juga. "Sebagai uang tanda terima kasih, supaya aku tidak merasa bersalah telah menyuruh-nyuruh orang akan tetapi tidak memberikan imbalan." Setelah mengatakan itu Al langsung pergi begitu saja. Namun, saat laki-laki itu akan melangkah tiba-tiba saja Morea seperti biasa akan memeluk tubuh laki-laki itu dari belakang.

__ADS_1


"Sayang, kamu kok tahu aku bisa ada disini?" Urat malu Morea rupanya sudah benar-benar putus sehingga wanita itu sama sekali tidak terlihat malu ketika ia memeluk Al di tempat umum seperti saat ini. "Aku sama papa datang kesini untuk makan malam, ayo ikut bergabung bersama kita," ajak Morea sambil berusaha membalik posisi tubuh Al. "Disana Papa, ayo kita kesana sekarang juga."


"Jika saja bukan di tempat umum seperti ini, mungkin aku tidak akan pernah mau di peluk-peluk oleh wanita murahan seperti kamu Morea!" geram Al di dalam benaknya. Karena laki-laki itu benar-benar merasa sangat kesal. Melihat tingkah laku Morea yang semakin kesini semakin menunjukkan betapa tidak punya harga dirinya wanita itu. "Aku benar-benar merasa jijik! Apalagi melihat senyum menyebalkan si tua bangka itu, aku merasa semakin muak!" sambung Al yang membatin.


"Kata papa kamu sakit, kok kamu malah ada di sini?" tanya Morea sambil menarik satu kursi untuk Al.


"Jaga sikap kamu Al, kita tidak tahu kalau saat ini pasti ada salah satu netizen yang sedang diam-diam memvideokan kita, oleh sebab itu Papa minta agar kamu harus terlihat kalem jangan tunjukkan rasa sakit hatimu kepada Morena karena kamu masih mengingat kejadian satu bulan setengah itu sehingga membuat sakit hatimu masih terasa sampai sekarang."

__ADS_1


"Cih! Ngomong apa pria tua ini. Bisa-bisanya dia bicara begitu kepadaku. Ambil saja Morea wanita murahan yang sama-sama murahnya dengan laki-laki tua seperti Papa ini. Sorry aku Altezza tidak punya waktu untuk sakit hati karena aku bisa membeli wanita mana saja yang aku mau hanya untuk memuaskan nafsu bukan sepertimu yang malah mantan menantu sendiri yang kamu embat!" kata Al di dalam benaknya. Laki-laki itu benar-benar merasa sangat kesal dapat dilihat dari raut wajahnya yang tidak menunjukkan ekspresi apapun. Meskipun Morena menyiapkannya seafood makanan kesukaannya.


"Sayang, kamu kenapa diam saja? Kalau ada masalah sini cerita sama aku, pokoknya aku akan menjadi pendengar setiamu." Wajah Morea tetap fokus menatap Al akan tetapi kaki wanita itu malah bermain liar pada paha Daniel yang duduk sendiri di seberang meja. Benar-benar wanita yang doyang kaum bapak-bapak ya para membaca. Di tempat umum pun masih bisa berperilaku buruk seperti saat ini.


"Lanjutkan saja makan malam kalian, aku mau pulang dulu. Karena kepalaku mendadak jadi pusing lagi," ucap Al berbohong. Padahal laki-laki itu sudah melihat kaki Morea yang berada di tengah-tengah pangkal paha Daniel. "Papa juga cepat pulang, kasihan Mama sendirian di rumah utama."


"Makanya Papa menyuruh kamu rujuk sama Morea supaya Mama kamu tidak sendirian terus di rumah utama," balas Daniel menimpali Al.

__ADS_1


"Bukankah, sewaktu Morea masih menjadi istriku, dia sama sekali tidak pernah meluangkan waktu untuk Mama, lalu kenapa Papa malah bilang begitu?" Al menarik sudut bibirnya. Karena ia bisa menjebak sang ayah dengan pertanyaannya. "Papa pasti akan menjawab, wajar Morea sangat sibuk di dunia modeling!"


__ADS_2