Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 119


__ADS_3

Di perusahaan Al sudah menceritakan semuanya pada Ranum, membuat wanita itu sangat kaget karena Ranum tidak percaya kalau Morea senekat dan segila itu sehingga melakukan segala cara supaya mendapatkan harta kekayaan Daniel.


"Aku berharap kamu tidak akan menceritakan semua ini kepada Mama, mengingat kondisi Mama yang masih belum cukup pulih." Al mengatakan itu agar Ranum tidak keceplosan mengatakan kebenaran itu nanti pada Anggun. Wanita yang sangat Al sayangi sehingga laki-laki itu tidak mau melihat ada setetes air mata jatuh lagi di kedua bola mata sang ibu. "Cukup hanya kamu dan aku yang tahu," sambung Al.


"Sampai kapan Mas akan menyembunyikan ini semua dari mama?" tanya Ranum dengan ragu.


Al menatap Ranum. "Sampai Mama sembuh," jawab Al singkat. Sebab pikiran laki-laki itu sekarang masih memikirkan sang ayah yang dengan sangat mudahnya di bohongi oleh mantan istrinya itu. Membuat Al menjadi tidak bisa melakukan apa-apa, di tambah Bagas saat ini sedang pergi liburan ke Lombok. "Sekarang kamu pulang saja, dan berkas dokumen yang tadi aku minta, kamu menaruhnya di mana?"


Ranum menunjuk atas meja. "Aku menaruhnya di sana Mas, sekarang Mas bisa lihat sendiri," jawab Ranum.


"Pulang ya, Agna saat ini pasti sedang rewel karena putri kita itu masih sakit," ujar Al yang kemudian terlihat menarik tengkuk leher Ranum, dan dengan penuh rasa sayang laki-laki itu mencium kening sang istri. "Jangan pikirkan apapun supaya air asi-mu tidak seret. Dan untuk masalah ini jangan sampai Mama tahu."

__ADS_1


Ranum yang menatap Al lama-kelamaan membuat wanita itu merasa sangat kasihan dengan sang suami, karena ia tidak menyangka kalau Al telah dikhianati oleh mantan istrinya dan juga ayahnya sendiri membuat hati Ranum menjadi sedikit tersentuh.


"Hei, sana pulang jangan malah bengong begini."


"Hm, iya Mas, kalau begitu aku pamit pulang dulu." Ranum lalu beranjak.


"Nanti kalau ada masalah tentang kejadian yang tadi di rumah, kamu harus menghubungiku segera," kata Al.


*


Sore menjelang tepat ketika Al akan berjalan pulang tiba-tiba saja laki-laki itu mendapat notif pesan masuk ke whatsapnya, dan ketika ia melihatnya dahi Al langsung mengkerut.

__ADS_1


"Drama apa lagi yang Morea lakukan ini? Dan dari mana dia bisa mendapatkan janin yang berusia 8 bulan?" Al bertanya-tanya pada dirinya sendiri di saat ia melihat ada beberapa gambar foto janin yang sudah meninggal yang dikirim langsung oleh sang ayah. Lengkap dengan video saat janin berusia 8 bulan itu dibungkus dengan kain putih. Dan dalam video itu memperlihatkan Morea yang menangis histeris yang seolah-olah wanita itu tidak terima kalau bayinya telah tiada. "Ada yang tidak beres, meskipun begini aku tidak akan tertipu dengan semua ini." Al lalu dengan cepat mengirim video itu pada Bagas. "Semoga Bagas bisa mencari kebenaran ini semua."


Namun, saat Al akan kembali lagi berjalan tiba-tiba saja ada yang me mu kul tengkuk leher laki-laki itu sehingga membuat ayahnya Agna itu langsung saja jatuh tersungkur.


"Kamu harus membayar semua ini Al!" seru Daniel yang ternyata sudah me mu kul tengkuk leher Al tadi. "Nyawa harus dibayar nyawa!"


Dengan pandangan yang mulai buram Al sempat memanggil Daniel. "Papa ...," panggilnya sebelum pandangan laki-laki itu benar-benar menjadi gelap gulita.


"Kali ini Papa tidak akan memaafkan kamu Al!" Daniel lalu terlihat menyeret Al untuk masuk ke sebuah gudang yang ada di perusahaan itu. Dan saat ini situasi kantor itu sedang sepi sehingga membuat pria paruh baya itu, tidak perlu takut akan ada karyawan yang melihatnya. "Papa tidak mau tahu, pokoknya kamu harus tanggung jawab," kata Daniel yang terus saja menyeret tubuh putranya. Entah apa yang akan pria paruh baya itu lakukan pada Al, sebab ia kali ini terlihat sangat marah sekali.


Dua jam sebelum Daniel datang ke kantor Al, ia terlihat sangat sedih ketika ia mengetahui kalau buah hati yang di kandung oleh Morea sudah tidak bernyawa lagi membuat laki-laki itu merasa kalau ia harus membuat perhitungan dengan Al.

__ADS_1


__ADS_2