Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Sensasi yang Berbeda


__ADS_3

"Titip Agna sebentar, aku mau mandi dulu," kata Al yang benar-benar menitipkan Agna pada Bagas yang baru saja datang. "Cuma sebentar Bagas," lanjut Al sambil menaik turunkan alisnya.


"Bundanya kemana?" tanya Sonia yang saat ini sedang berdiri di belakang Bagas kebetulan pasangan suami istri itu baru saja datang. "Sini, Bagas dedek Agna sama aku saja," ujar wanita yang saat ini sedang mengambil bayi 8 bulan itu. "Sana sekarang Tuan Al bisa langsung gas di kamar mandi," celetuk Sonia sambil mengukir senyum simpul. Dan rupanya Sonia tahu kalau saat ini Al ingin mandi bersama Ranum. Sebab tadi Sonia sempat menelepon Ranum dan ibunya Agna itu mengatakan kalau mau mandi juga. Oleh sebab itu, Sonia bisa tahu.


"Jangan buka kartu," bisik Bagas di telinga sang istri sebab saat ini Al menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. "Sekarang bawa Agna ke ruang makan saja," sambung Bagas mengajak sang istri untuk ke ruang makan. Dan memilih untuk menghiraukan tatapan tuannya itu.


Sonia lalu melangkahkan kakinya sambil berkata, "Hore! Bentar lagi dedek Agna akan punya teman main. Sana ayah buatkan dulu sama bunda," ucap Sonia yang benar-benar membuat Bagas dan Al tidak bisa berkata apa-apa lagi, sebab ibu hamil itu asal ceplas ceplos saja dalam berbicara tanpa memikirkan keadaan dan situasi seperti apa saat ini. "Ayo dedek Agna, kita berdoa saja, supaya nanti kamu punya teman main," lanjut Sonia yang semakin membuat sang suami dan Al menggeleng-gelengkan kepala.


"Istrimu memang luar biasa sekali Bagas, semua apa yang dikatakan sama sekali tidak pernah meleset," kata Al pelan sambil menepuk pundak tangan kanannya itu.


"Jadi, apa benar Anda mau itu ... di kamar mandi?" tanya Bagas dengan suara yang sangat pelan. Karena laki-laki itu takut kalau sampai ada yang mendengarnya. "Tuan apa benar?" Bagas bertanya sekali lagi pada tuannya itu.


"Aku hanya ingin mencoba mencari sensasi yang berbeda Bagas, nanti kamu jangan mencobanya karena aku takut, kalau nanti kamu akan menjadikan kamar mandi menjadi tempat favoritmu," bisik Al di telinga Bagas. "Jangan coba-coba, Bagas."


"Percakapan macam apa ini?" Bagas yang merasa mulai tidak nyaman dengan percakapannya dengan tuannya itu. Oleh sebab itu, Bagas bertanya seperti itu pada Al.


Al terkekeh-kekeh. "Supaya kamu bisa mencari sensasi yang berbeda Bagas, seperti kataku yang tadi. Dan nanti setelah kamu pulang dari sini aku harap kamu dan Sonia akan mencobanya," celetuk Al sambil berlalu pergi dan membiarkan Bagas masih melongo mendengar apa saja yang dilontarkan oleh laki-laki itu tadi.

__ADS_1


***


Ranum yang sedang ada di dalam kamar mandi begitu kaget karena tiba-tiba saja sebuah tangan melingkar di perut wanita itu.


"Wangai, apa kamu sudah mandi, ya?" tanya Al pada Ranum. Dan ternyata tangan yang melingkar memeluk pinggang Ranum itu adalah milik Al. Laki-laki yang saat ini ingin merasakan sensasi yang berbeda di dalam kamar mandi. "Kenapa malah mandi duluan? Bukankah tadi aku sudah memintamu untuk menunggu suamiku ini?" Al bertanya pada Ranum sambil mencium tengkuk leher sang istri.


"Agana nanti keburu nangis Mas, makanya aku tadi duluan mandi," jawab Ranum yang merasa ada sensasi yang berbeda di saat tangan Al yang nakal memegang sumber asi untuk Agna. "Sana Mas mandi saja, kasihan yang lain sudah menunggu kita di luar," ucap Ranum yang berusaha melepaskan pelukan sang suami. "Mas, jangan sekarang aku sudah mandi," rengek Ranum yang tidak mau mandi lagi. "Aku juga tadi sudah keramas."


"Nanggung sayang," bisik Al sambil menggigit kecil daun telinga sang istri. "Satu kali saja, karena aku benar-benar ingin merasakan sensasi yang berbeda." Al terlihat malah semakin erat memeluk pinggang Ranum. "Satu kali ya, aku janji," pinta Al.


Al bukannya berhenti namun laki-laki itu sekarang terlihat malah menarik handuk yang dikenakan oleh Ranum. "Suamimu ini tidak menerima penolakan," kata Al yang saat ini terlihat seperti sedang menahan sesuatu. "Sayang," panggil Al dengan suara serak.


"Baiklah, satu kali saja," balas Ranum yang kemudian terlihat berjalan ke arah bathtub karena hanya di sana sang suami bisa leluasa membuat dirinya seperti terbang melayang. "Satu kali saja," lanjut Ranum. Dan pada detik berikutnya Ranum terlihat pasrah dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.


*


Setelah beberapa menit gelut di dalam kamar mandi, akhirnya Ranum bisa keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang cemberut. Karena wanita itu merasa kesal dengan sang suami.

__ADS_1


"Jangan ngambek, kamu jadi jelek," kata Al yang saat ini ada di belakang Ranum. "Masa gara-gara itu kamu ngambek, padahal tadi kamu men de sah ke enakan," sambung Al.


"Bagaimana aku tidak ngambek Mas, perjanjian kita cuma sekali, tapi kamu malah melakukannya sebanyak dua kali," gerutu Ranum sambil berjalan dengan sangat pelan. Karena meskipun ini bukan yang pertama wanita itu tetap merasakan perih di bawah sana. Bekas pertempurannya dengan sang suami. "Itu kebiasaan kamu Mas, lain kali aku tidak akan mudah percaya begitu saja dengan Mas Al." Ranum terus saja mengucapkan kalimat itu-itu saja dari tadi berulang kali, mulai dari kamar mandi hingga ibunya Agna itu saat ini terlihat sedang memilih baju di dalam lemari. "Pokoknya aku sudah kapok," ucap Ranum.


Al bukannya marah, tapi laki-laki itu malah merasa lucu ketika sang istri terus saja menggerutu dari tadi. Sebab, sekarang Al merasa kalau mereka sudah menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya. Karena Ranum sudah tidak malu-malu lagi dalam memarahi Al. Beda dengan yang dulu ketika Ranum marah maka wanita itu hanya bungkam dan tidak mau membuka suara.


"Sayang, kamu tadi dapat pahala," ujar Al yang mulai membuka suara. Setelah tadi cukup lama terdiam. "Jangan marah-marah terus nanti semua pahalamu yang tadi hilang dan kamu sendiri yang rugi," kata Al lagi yang malah membahas masalah pahala.


"Ish, kebiasaan selalu saja membahas masalah pahala. Padahal setiap malam Mas sudah melakukan itu."


"Agna rewel di luar, sekarang pakai bajumu biar kita cepat keluar untuk sarapan bersama." Al sekarang malah mengalihkan pembicaraan, supaya sang istri tidak terus-terusan merajuk. "Sayang, Agna rewel," kata Al sekali lagi.


"Iya, aku mau pakai baju, setelah itu aku keluar untuk sarapan," balas Ranum menimpali.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2