Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 55


__ADS_3

"Mama malam ini menginap saja di disini, jangan pulang dulu," kata Ranum karena ia khawatir kalau penyakit jantung Anggun kumat lagi.


"Ranum, mama tidak bisa, karena acara pernikahan papa akan diadakan besok pagi dengan cara sederhana saja yang penting papa dan Morea sah." Sebenarnya hati Anggun saat ini sangatlah rapuh tapi ia berusaha tetap terlihat tegar supaya Ranum tidak kepikiran tentangnya mengingat menantunya itu saat ini sedang hamil lima bulan. "Doakan mama semoga mama kuat dalam menerima ujian ini Ranum, doakan Al juga supaya suami kamu itu bisa cepat sembuh supaya kita bisa berkumpul seperti yang dulu lagi."


"Ma, aku selalu mendoakan untuk kesembuhan Al setiap saat, setiap, detik, hingga setiap waktu. Supaya bisa cepat sembuh." Ranum lebih memilih membahas Al dari pada acara pernikahan Morea dan Daniel karena ia tidak mau membuat Anggun semakin sedih.


"Berjanji dan bersumpahlah Ranum, kalau kamu tidak akan pernah berniat untuk meninggalkan Al meskipun kamu sudah tahu letak kekurangan yang Al miliki." Anggun mengatakan itu karena ia takut Ranum akan meninggalkan Al seperti Morea yang meninggalkan putranya waktu itu. "Ayo Ranum, bersumpah dan berjanjilah, untuk tidak meninggalkan Al. Karena mama ingin memastikan kalau Al akan hidup dengan wanita yang tepat sebelum ajal mama tiba."


Deg, hati Ranum mendadak gelisah ketika Anggun menyebut ajal. Tiba-tiba saja gadis yang hamil itu memiliki firasat yang sangat buruk. "Ma, jangan mengatakan itu. Meskipun aku tidak bersumpah, tapi aku akan tetap berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan Al. Tapi kalau dia yang memintaku maka aku akan langsung pergi," balas Ranum menimpali Anggun.


"Ranum, mama mohon meskipun kelak Al sendiri yang memintamu, untuk pergi meninggalkannya jangan pernah mau, karena tidak akan ada wanita lain yang akan mampu membuat Al sembuh dari penyakit depresinya kecuali kamu, maka dari itu mama sangat menaruh harapan besar kepadamu Ranum." Anggun kemudian terlihat sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Setelah beberapa detik Anggun akhirnya memberikan selembar kertas kepada Ranum yang tadi ia ambil.


Ranum dengan cepat mengambil keras itu dan setelah ia membacanya gadis itu kaget bukan main. Karena ternyata Anggun mengidap penyakit kanker dan memiliki riwayat penyakit jantung. "Ma, apa … ."


"Sudah saatnya mama memberitahu kamu Ranum, kalau mama memiliki penyakit kanker rahim, ini cuma kamu sendiri yang tahu karena selama ini Al hanya tahu kalau mama memiliki riwayat penyakit jantung, tanpa tahu mama memiliki penyakit kanker juga." Rupaya Al tidak tahu tentang riwayat penyakit kanker rahim yang Anggun derita selama ini.

__ADS_1


"Kenapa mama merahasikan hal ini dari Al?"


"Karena mama tidak mau kalau sampai Al akan terus memikirkan kesehatan mama tanpa dia mau memikirkan kesembuhannya sendiri," jawab Anggun.


"Ma, kita harus memberitahu Al supa–"


"Tidak, jangan sekarang Ranum, tunggu waktu yang tepat," potong Anggun cepat. "Jaga rahasia ini demi mama, karena cuma kamu yang mama percaya untuk saat ini."


Ranum yang tidak tega melihat raut wajah Anggun yang sepertinya saat ini terlihat begitu letih, dan begitu sangat sedih oleh sebab itu Ranum mengiyakan permintaan Anggun dengan cara mengangguk.


***


"Tante yang sabar ya, semoga tante kuat dalam menghadapi semua ini," ucap Sonia yang kebetulan ikut hadir di acara pernikahan dua insan yang sedang di mabuk cinta atas permintaan Bagas sang pujaan hatinya.


Karena Ranum tidak bisa datang sebab mereka takut kalau sampai Morea akan mengenali gadis itu. Bisa-bisa Morea akan mempermalukan Ranum habis-habisan di depan orang banyak. Morea juga bisa saja mencelakai Ranum mengingat wanita seperti Morea sangatlah licik.

__ADS_1


"Antar tante ke kamar saja Sonia, karena berlama-lama disini dada tante semakin terasa sangat sesak," ucap Anggun pelan. Karena wanita itu takut salah satu tamu undangan yang menjadi saksi akan mendengar ucapannya. Namun, ketika ia melewati kerumunan para tamu undangan Daniel dan Morea tiba-tiba saja kupingnya dibuat panas oleh omongan tamu undangan itu.


"Pak Daniel memang hebat, bisa mendapatkan daun muda. Sepertinya kita harus mulai pintar merawat diri supaya suami-suami kita tidak kepincut juga seperti Pak Daniel yang rela menduakan istri tuanya."


"Iya, kayaknya kita harus pintar-pintar merawat diri. Supaya hal seperti ini tidak kita alami. Dimana suami kita akan melupakan kita demi daun muda. Ih, amit-amit jangan sampai terjadi," sahut salah satu tamu undangan yang menimpali temannya.


"Wanita itu juga terlihat sangat senang sekali, berarti wanita itu menikah tanpa paksaan. The real cinta tidak memandang usia dan bentuk fisik."


"Bisa jadi, istrinya Pak Daniel sudah tidak mampu melayani Pak Daniel diatas ranjang, oleh sebab itu Pak Daniel memilih untuk menikah lagi. Secara di umurnya Pak Daniel itu masa-masa kekuatannya kej*ntanannya super power."


"Sudah tante jangan di dengarkan, terus saja jalan. Supaya tante bisa cepat sampai ke dalam kamar tenta," kata Sonia yang sebenarnya gadis itu saat ini sangat merasa geram oleh mulut-mulut para tamu undangan ibu-ibu rempong yang ingin ia kasih makan bon cabe.


"Tante tidak apa-apa Sonia, mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh mereka."


"Tidak ada yang benar tante, karena jika kita mencintai seseorang dengan mati rasa itu tandanya kita benar sudah menemukan orang yang tepat, orang yang memang benar-benar kita cintai. Dan jika hati kita masih memilih untuk mencintai orang lain lagi, itu berarti bukan cinta sejati karena masih mau mencari cinta dalam hati yang lain."

__ADS_1


Anggun mengakui kalau apa yang dikatakan oleh Sonia tadi memang benar. Karena cinta sejati akan mati rasa kepada satu orang saja.


"Tante, biarkan om Daniel masih berada di puncak kebahagiaannya untuk saat ini karena kita tidak pernah tahu sampai kedepannya, yang sebenarnya apa yang diinginkan oleh Morea sehingga wanita ular itu sampai rela melakukan ini semua." Andai Bagas tidak melarangnya untuk berbuat rusuh mungkin saja sekarang tempat itu sudah Sonia acak-acak dan meremas moncong ibu-ibu yang membuat Anggun semakin bersedih tadi dengan ucap-ucapan mereka yang sangat menyakitkan. "Tante, pokoknya tante jangan pikirkan apapun itu, jika hanya akan membuat tante sedih karena itu bisa membuat penyakit jantung tante kambuh." Sonia memperingati Anggun. Wanita yang sangat rapuh itu.


__ADS_2