Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Ungkapan Perasaan Al


__ADS_3

Seperti yang diharapkan oleh Bagas, rupanya Al tiba-tiba saja membuka mata, ketika mereka baru saja akan sampai di belokan menuju tempat tinggal mereka. Membuat Bagas bisa bernafas lega karena ia tidak akan dikira berbohong oleh Ranum.


"Dimana kita Bagas?" tanya Al ketika laki-laki itu baru saja membuka mata.


"Kita sedang menuju ke rumah Tuan," jawab Bagas tanpa melirik tuannya itu. "Dan saya ingin menyampaikan berita duka Tuan," kata Bagas tiba-tiba setelah tadi ia sempat menjawab pertanyaan Al.


"Berita duka?"


"Iya Tuan, berita duka datang dari orang yang sudah membuat keluarga Anda menjadi berantakan."

__ADS_1


"Katakan dengan jelas Bagas dan jangan malah bertele-tele seperti ini karena aku tidak suka!" ketus Al dengan mimik wajah yang masih terlihat sangat pucat. Sebab kondisi laki-laki itu belum sepenuhnya membaik. Pasca pengangkatan peluru yang bersarang di lengan laki-laki itu. "Malah diem, katakan apakah berita duka itu datang dari rumah sakit atau dari rumah Morea?"


Bagas tidak menjawab melainkan memberikan Al rekaman cctv di rumah Morea. "Biarkan video itu yang berbicara Tuan, dan saya minta ... tolong maafkan kesalahan almarhum dan almarhumah," kata Bagas yang sepertinya laki-laki itu memiliki hati yang lapang sehingga ia menyuruh Al untuk maafkan kesalahan Morea dan Robert. "Ini semua sudah jalan takdir mereka Tuan. Jadi, saya harap Anda jangan shock ataupun pingsan setelah melihat video itu," lanjut Bagas.


Al yang tidak sanggup melihat isi video itu dengan cepat memberikannya lagi kepada Bagas. Karena sejahat apapun Morea pada dirinya, Al tidak akan sejahat itu sampai rela menonton video mantan istrinya itu yang ter tem bak secara tidak sengaja oleh Robert, dan Robert malah bvnvh diri di dalam acara pesta itu, ketika melihat Morea sudah terlihat tergeletak tak bernyawa, dan da rah segar terus saja menyembul keluar dari ulu hati Morea yang terkena oleh senjata api.


"Tuan, ayo Turun, Ranum sudah menunggu Anda," ucap Bagas yang kini sudah terlihat berdiri di dekat pintu mobil yang tadi ia terbuka untuk tuannya. Namuan, Al yang sedang asik melamun malah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Bagas tadi. "Tuan," paranggil Bagas sambil menepuk pundak Al beberapa kali karena Bagas berharap sadar dari lamunannya. Dan benar saja setelah Bagas menepuk pundak Al, laki-laki itu malah langsung saja turun dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata. Membuat Bagas menjadi heran dengan sikap tuannya itu tidak seperti biasa.


"Mas tanganmu!" teriak Ranum histeris. Sehingga kali ini ibunya Agna itu malah membuat Bagas kaget. "Ini yang aku takutkan Mas, kamu akan terluka karena kamu tahu sendiri keluarga Morea it–"

__ADS_1


"Sstt, semua sudah berakhir Ranum, semua orang yang telah jahat kepada kita. Mereka semua membayarnya dua kali lipat," potong Al cepat sambil menuntun istrinya untuk masuk. "Semua benar-benar telah berakhir."


"Mas apa yang sudah berakhir?" tanya Ranum.


"Semuanya Ranum, terkecuali rasa cintaku padamu tidak akan pernah berakhir sampai kapanpun itu. Dan ini semua adalah ungkapan isi hatiku yang teramat dalam," jawab Al yang sekarang sudah mulai secara terang-terangan mengatakan hal itu kepada sang istri. Tanpa ada rasa malu seperti dulu lagi, sebab laki-laki itu merasa sudah tidak ada lagi yang harus dia sembunyikan untuk saat ini hingga seterusnya.


...***************...


__ADS_1


__ADS_2