Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Happy Ending


__ADS_3

Satu bulan berlalu dengan begitu cepat selama itu juga Daniel tinggal di rumah Al. Namun, selama itu juga Al sama sekali tidak pernah menegur sapa sang ayah. Akan tetapi gara-gara mendengar bayi 9 bulan itu bercanda gurau dengan Daniel membuat hati Al menjadi tersentuh.


"Mas, maafkan papa, ini sudah satu bulan lamanya kamu mendiamkan papa itu tidak baik," kata Ranum yang sekarang wanita itu sudah mengandung lagi. Lagi dan usia kandungan wanita itu baru tiga minggu. "Apa Mas mau tunggu adiknya Agna lahir dulu, baru mau memaafkan papa?" tanya Ranum sambil mengelus perutnya yang masih datar.


"Aku sudah memaafkan Papa, Ranum," jawab Al yang masih saja fokus melihat Agna bercanda dengan Daniel.


"Memaafkan, tapi Mas masih saja seperti orang lain," balas Ranum menimpali.


"Memangnya kamu mau aku seperti apa?"


"Duduk berdua layaknya seorang ayah dan anak, pada saat itu juga Mas harus memberitahu papa. Tentang Mas yang sudah memaafkan semua kesalahan yang telah dilakukan oleh papa," jawab Ranum yang berharap Al mendengarnya saat ini. "Apa Mas bisa melakukan itu semua?"


Al memeluk pinggang Ranum sambil berbisik, "Apa aku punya upah?"

__ADS_1


Ranum mencubit pelan lengan sang suami. "Mas selalu saja minta upah, dasar kelakuan Ayahnya Agna ini," celetuk Ranum.


"Bilang iya," ucap Al. "Biar nanti malam aku sendiri yang akan meminta maaf sama Papa," ujar Al sambil menaik turunkan alisnya. "Bagaimana apa kamu setuju?"


"Mas, mana ada orang yang mau memaafkan malah minta upah dulu."


"Ini aku ada orangnya," balas Al.


Ranum yang mendengar itu malah membiarkan Al sendirian di sana dan terlihat wanita itu malah pergi menuju ke Daniel dan Agna.


Setelah Al menerima permintaan maaf sang ayah kini laki-laki itu terus saja tersenyum tanda laki-laki itu merasa sangat bahagia. Dan kini ia terlihat menuju kamar sang istri.


"Apa sudah minta maaf?" tanya Ranum saat melihat Al baru saja akan masuk ke kamar mereka berdua. Tapi rupanya Ranum habis dari dapur dan membawakan Agna satu botol dot asi penuh. "Mas, aku bertanya lho, tapi kenapa Mas malah diam?"

__ADS_1


Al lagi-lagi hanya bisa tersenyum sambil menjawab, "Iya aku sudah memaafkan Papa dan aku juga sudah minta maaf jadi aku sama Papa sudah kosong-kosong." Senyum di bibir Al semakin terlihat begitu menawan di mata Ranum. "Sekarang, lebih baik kita masuk saja, dan membicarakan semuanya di dalam." Al sekarang malah mengajak Ranum untuk masuk ke dalam kamar mereka.


"Pasti Mas sedang meminta imbalan upahnya secara mode baik-baik," kata Ranum sambil berjalan untuk masuk terlebih dahulu ke dalam kamar. "Karena biasanya secara kasar, dimana Mas main sosor aja," celetuk Ranum.


Al tidak membalas. Lali-laki itu malah terlihat langsung mengikuti Ranum. "Apa yang kamu katakan itu ternyata memang benar apa adanya, dimana ketika kita sudah memaafkan kesalhan orang lain. Maka jiwa serta hati kita metasa tentram," ucap Al.


"Tumben Ayahnya Agna mengalihkan pembicaraan," kata Ranum.


Al terkekah, karena ia merasa lucu dengan kalimat sang istri. "Karena aku suka melihat kamu kebingungan," timpal Al. Dan pada saat itu juga Al tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh Ranum ke arah sofa. "Agna sudah tidur dengan sangat nyenyak, jadi kita di sofa saja," bisik Al.


"Selalu saja di sofa," gerutu Ranum tapi wanita itu saat ini sangat senang. Dan inilah akhir dari kebahagiaan Ranum, di mana ia bisa bertahan sejauh ini dengan Al. Sehingga mereka hidup bahagia selamanya.


TAMAT

__ADS_1


Mau lanjut silahkan komen, Author tunggu komen dan Like kalian😊


__ADS_2