
Dirumah utama, ketika Morea sedang asik menyuapkan Daniel tiba-tiba saja suara salah satu pelayan terdengar menyambut Al dari luar sehingga membuatnya dan Daniel menoleh secara bersamaan ke arah pintu.
Sedangkan Anggun dan wajah berhias senyum segera menghampiri Al dan menantunya itu. Karena sebelum Al tadi datang rupanya Bagas sudah terlebih dahulu memberitahunya tentang Al yang akan memperkenalkan Ranum kepada Daniel.
"Selamat malam, ma, apa kabar?" tanya Ranum sambil cupika-cupiki dengan Anggun.
"Mama baik, kalau kamu bagaimana?" Anggun menuntun Ranum untuk segera menuju meja makan. Dan mengabaikan Al karena ia masih merasa sedikit kesal dengan putranya itu.
"Aku juga sangat baik ma, apalagi sekarang calon cucu mama sudah mulai sangat aktif." Ranum menjawab dengan sangat antusias sehingga ia lupa dengan pesan Bagas yang mengatakan jangan terlalu berlebihan dalam menceritakan tentang masalah apapun itu, ketika berada di rumah utama.
Al yang merasa diabaikan bergumam di dalam benaknya. Sambil mengikuti ibu dan istrinya itu dari belakang. "Mama pasti masih marah denganku, sehingga dia mengabaikan aku seperti ini."
"Pulang bawa siapa kamu?" tanya Daniel tiba-tiba sambil menatap Al sinis.
"Biarkan mereka makan malam dulu, Pa, setelah itu baru Papa boleh menanyakan tentang apapun itu. Kepada Al maupun menantu kita ini." Anggun yang menjawab karena ia tidak mau ada keributan di saat mereka belum makan malam. "Ayo Ranum, duduk. Sayang." Anggun terlihat menarik satu kursi untuk Ranum. "Dan kamu Al, duduk di dekat Papa kamu." Wanita paruh baya itu menunjuk satu kursi yang berdekatan dengan Daniel.
"Tidak, aku tidak mau di sana, karena aku ingin dekat-dekat dengan istriku," kata Al yang kemudian mengganti posisinya dengan Anggun. "Mama didekat Papa dan aku yang di dekat istr–"
Brak …! Daniel mendobrak meja sehingga kalimat Al terputus.
__ADS_1
"Apa-apaan kamu Al, dan siapa yang telah kamu sebut sebagai istrimu?!" tanya Daniel dengan wajah yang sudah mulai memerah.
"Papa sudah dengar apa kata Mama, kalau kita harus makan dulu baru bahas ini." Al lalu duduk setelah mengatakan itu. Laki-laki itu sama sekali tidak ada niat untuk menjawab Daniel gara-gara melihat seafood kesukaannya yang sudah dihidangkan di atas meja
"Jangan pernah sentuh makanan apapun yang ada di atas meja ini Al! Sebelum kamu menjawab Papa!" bentak Daniel yang lagi-lagi mendobrak meja. "Katakan siapa gadis yang tengah hamil ini?!" Daniel menunjuk Ranum.
Al berniat ingin membanting piring yang sedang dipegang tapi tangan Ranum dengan cepat menghalanginya, sehingga laki-laki itu mengurungkan niatnya.
"Papa, kita makan du–"
"Diam kamu Ma, sekarang kita ke ruang tamu di sana kita akan membahas siapa gadis yang Al sebut sebagai istrinya ini." Daniel lalu berdiri sambil memegang jari-jemari Morea.
"Baiklah, kalau Papa ingin tahu siapa gadis ini." Al lalu tanpa permisi mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Ranum.
"Tunggu, bukankah ini tidak pernah dibahas oleh Bagas, kalau Tuan Al … ah, kenapa malah jadi begini." Ranum membatin. Dan saat itu juga Al m*l*m*t bibir gadis yang sedang hamil itu.
Setelah berapa detik Al melepaskan penyatuan pertukaran jigongnya. "Ini istri aku Pa dan sekarang dia sedang mengandung calon cucu Papa, cucu yang akan mewarisi seluruh harta kekayaan Papa," kata Al sambil mengusap bibir Ranum dengan ibu jarinya. "Apa Papa masih ingat dengan janji itu?"
Daniel terdiam saat mendengar pertanyaan Al. Karena laki-laki paruh baya itu baru mengingat kalau dirinya pernah berjanji.
__ADS_1
"Janji adalah hutang dan hutang harus segera dilunasi," ucap Al yang kini terlihat seperti sedang tertawa mengejek.
"Jika kamu memiliki anak dari Morea, tapi jika dari wanita lain itu tidak akan pernah ter–"
"Bawa kesini surat itu Bagas, supaya pria tua yang sudah hampir bau tanah ini. Melihat dengan jelas!" seru Al kepada Bagas yang ternyata dari tadi masuk ke kamar Al secara diam-diam. Ketika tadi mereka sedang berdebat masalah tentang siapa Ranum.
"Kurang ajar!" Tangan Daniel terangkat ingin men*mpar Al akan tetapi Morea dengan menghentikannya.
"Mas, makan dulu tidak baik mengabaikan makanannya." Setelah Morea berkata begitu Daniel seperti kena guna-guna pria paruh baya itu langsung saja menurut apa yang telah dikatakan Morea. "Ayo Al, Mbak Anggun dan kamu …." Morea menunjuk Ranum. "Silahkan duduk, dan menikmati makan malam yang telah dihidangkan ini."
***
Di tempat lain, terlihat Rudy sedang merangkak karena laki-laki itu ingin pergi ke kamar mandi.
"Ya ampun Mas, apa kamu tidak bisa berjalan dengan normal?" Bukannya membantu Rudy Angel malah berdecak pinggang sambil terus saja melihat Rudy yang sedang merangkak seperti bayi yang berumur enam bulan. "Bangun, jangan seperti ini. Nanti kamu benar-benar menjadi lumpuh baru tahu rasa."
"Ma, aku benar-benar tidak bisa berjalan untuk kali ini. Ayo bantu aku bangun untuk pergi ke kamar mandi," pinta Rudy lirih.
"Maaf Mas, kukuku habis di kutek, jadi aku tidak bisa membantumu," balas Angel memimpali sang suami.
__ADS_1