Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 54


__ADS_3

Empat bulan kemudian.


Setelah kejadian itu Morea tidak pernah lagi berani muncul ke hadapan Al. Karena laki-laki itu juga sedang di rawat di rumah sakit gara-gara gangguan mentalnya kumat lagi. Dan wanita itu benar-benar takut atas kejadian empat bulan yang lalu. Sekarang wanita itu semakin menjadi lengket dengan Daniel, wanita itu juga sekarang sudah berani secara terang-terangan datang kerumah utama untuk mengatakan hubungan gelapnya dengan Daniel.


"Dengan berat hati aku mengatakan kalau aku ini sedang mengandung anaknya papa Daniel, Tante, " kata Morea sambil menunduk ketika wanita itu sedang berduaan bersama Anggun.


Anggun yang memang memiliki penyakit jantung dengan cepat memegang d*danya. "Lelucon macam apa yang kamu katakan Morea?!" Suara Anggun menggema saat wanita paruh baya itu bertanya demikian kepada Morea.


"Iya Tante, aku hamil anaknya papa Daniel, dan aku datang kesini hanya untuk meminta pertanggung jawaban. Dengan cara menikahiku tidak apa-apa aku menjadi yang kedua Tante asal papa Daniel mau bertanggung jawab itu saja sudah cukup bagiku." Entah apa yang sedang Morea rencanakan saat ini sampai wanita itu rela berbohong tentang kehamilannya padahal wanita itu mandul yang otomatis tidak bisa memiliki keturunan. Tapi tidak ada orang yang tahu tentang hal itu kecuali Morea sendiri. "Aku benar-benar tidak keberatan kalau aku dan Tante di madu."


Nafas Anggun naik turun d*danya semakin terasa sangat sakit. Ketika mendengar itu semua. "Hentikan Morea, apa yang kamu kata–"


"Benar Ma, Papa akan menikahi Morea. Karena saat ini Morea sedang mengandung darah daging Papa," potong Daniel dengan cepat yang baru saja datang. "Papa harap, Mama mau di madu, jika tidak Mama boleh menggugat cerai Papa." Dengan enteng dan mudahnya Daniel malah berkata begitu kepada wanita yang telah setia menemaninya selama berpuluh-puluh tahun itu.


Penyakit jantung wanita paruh baya itu hampir saja kumat jika ia tidak cepat-cepat minum obat serta berusaha menenangkan pikirannya sendiri. Supaya ia tidak pingsan mendengar kabar yang yang sangat menyiksa jiwa dan raganya. "Katakan kalau Mama saat ini sedang bermimpi Pa? Katakan!" bentak Anggun yang baru kali ini bersuara lantang kepada suaminya setelah puluhan tahun mereka menikah.

__ADS_1


"Kenapa penyakit jantung wanita tua ini tidak kumat? Padahal aku dan Daniel sangat berharap penyakit jantungnya kumat dan langsung m@ti saja supaya benalu tua sepertinya tidak menghalangi semua rencana jahatku tentang keluarga ini." Morea membatin sambil terus menunduk.


"Ini real, Papa dan Morea sudah saling mencintai sejak lama. Jadi, Papa minta Mama menerima keputusan Papa ini dengan baik," kata Daniel.


"Tante, kasihanilah janin yang ada di dalam perutku ini," ucap Morea secara tiba-tiba.


Anggun yang tidak bisa menerima ini membuang vas bunga dan apa saja yang ada di atas meja itu. Sehingga membuat Morea dan Daniel terkejut. "Jadi, kecurigaanku selama ini tentang Papa itu benar apa adanya, pantasan saja Papa tidak pernah menyentuh Mama selama satu tahun belakangan ini dengan alasan yang selalu mengatakan kalau Papa kecapean bekerja! Ternyata Papa ada main di belakang Mama dengan mantan menantu Papa ini!" Anggun menunjuk Morea. "Morea! Tidakkah kamu memiliki mata sehingga tidak bisa melihat kalau Daniel ini lebih pantas menjadi papa kamu bukan malah menjadi kekasih gelapmu seperti saat ini!"


"Bagaimana Tante, aku sudah terlanjur sayang dan sangat cinta kepada papa Daniel bukan sebagai papa melainkan kekasih hatiku."


Ranum yang sedang melihat video rekaman Al yang saat ini masih di rawat di rumah sakit tiba-tiba saja Anggun datang dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipi keriput wanita itu.


"Mama ada apa?" tanya Ranum yang langsung menghampiri Anggun dan segera mengajak wanita itu untuk duduk.


"Papa dan Morea … ." Anggun tidak bisa melanjutkan kalimatnya lagi karena wanita itu merasa malu dan sakit hati sekali ketika harus menceritakan apa yang dilakukan oleh Daniel dan Morea.

__ADS_1


"Papa dan mbak Morea kenapa, Ma?" Meski Ranum tahu hubungan gelap Morea dan Daniel tapi gadis yang sedang hamil lima bulan itu tidak tahu kalau Daniel dan Morea sudah mengakui hubungan gelap mereka kepada Anggun. "Minum dulu, ma. Nanti kalau suasana hati mama sudah tenang baru menceritakan semuanya kepadaku." Ranum yang tidak mau memaksa Anggun untuk memberitahunya. Oleh sebab itu ia malah berkata demikian demi menjaga suasana hati mertuanya yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri.


"Morea hamil, dan itu adalah darah daging papa. Dan sekarang mereka akan menikah," ucap Anggun tiba-tiba di sela-sela isak tangisnya. Wanita paruh baya itu benar-benar sangat merasa hancur sekali karena kekasih hati yang selama ini ia bangga-banggakan ternyata rela menduakan cintanya.


"Apa!" Mulut Ranum terbuka dengan sangat lebar saking shocknya wanita itu. Ketika mengetahui fakta yang mengejutkan. Karena ternyata sekarang Daniel dan Morea sudah secara terang-terangan menyakiti hati Anggun. Wanita paling baik yang ia kenal.


Anggun hanya bisa mengangguk ketika melihat keterkejutan menantunya itu. "Apa yang akan Al katakan nanti? Jika dia tahu kalau papanya akan menikah dengan mantan istrinya."


"Ma, kita jangan memberitahu ini dulu kepada Al. Karena kata Bagas keadaan Al saat ini sudah mulai membaik tidak mengamuk dan memberontak ketika dokter psikiaternya datang untuk sekedar menanyakan bagaimana keadaan Al." Ranum hanya akan menyebut nama Al tanpa ada kata tuan jika ia bersama dengan Anggun. Karena wanita paruh baya itu mengatakan kalau Ranum tidak boleh memanggil Al dengan sebutan tuan.


"Kenapa keluarga mama malah menjadi begini Ranum? Masalah Al belum selesai sekarang ditambah lagi dengan masalah ini. Apa Tuhan sedang menguji batas kesabaran mama?" Suara Anggun serak saat ia bertanya begitu. Karena wanita paruh baya itu sudah terlalu lama menangis.


Ranum mengelus pundak Anggun sambil meraih tangan wanita itu. "Ma, kita akan lewati semua ini bersama-sama. Mama jangan takut disini ada Ranum, Bagas, Sonia serta calon cucu mama yang akan menemani mama dalam melewati semua ujian ini. Dan juga ada Al yang pasti akan segera sembuh, yang pasti Al juga akan mendukung mama, aku yakin itu."


Anggun menatap Ranum. Gadis yang selama ini ia anggap sebagai anaknya sendiri. "Mama tidak bisa melakukan apa-apa Ranum, karena mama sangat mencintai papa. Oleh sebab itu mama setuju papa menikah lagi dari pada papa menceraikan mama." Sungguh wanita seperti Anggun sangat langka. Dimana ia rela dimadu asal tidak bercerai dengan Daniel.

__ADS_1


__ADS_2