Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 59


__ADS_3

"Apa Mama datang kesini cuma untuk memarahiku saja? Gara-gara laki-laki tua yang sangat menjijikan itu."


"Cukup Al, mau bagaimanapun Daniel, dia adalah Papa kamu, di dalam tubuhmu ini telah mengalir darahnya. Jadi, hormati dan hargai Papa kamu sedikit saja." Meski Anggun sakit hati dengan Daniel tapi wanita paruh baya itu tidak mau kalau sampai Al menghina-hina Daniel seperti ini apalagi setelah tahu Al datang ke rumah utama hanya untuk memvkvl Daniel. "Ikut Mama ke rumah sakit sekarang juga dan minta maaflah kepada Papamu Al karena Mama tidak mau anak yang paling Mama sayang memperlakukan Papanya sendiri seperti musuh begini. Pokoknya Mama tidak suka!"


"Mau sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau meminta maaf kepada laki-laki tua itu Ma, karena dia telah membuat bidadari tanpa sayapku meneteskan air mata. Sungguh aku tidak terima itu. Andai Mama tahu apa yang Mama rasakan aku juga bisa merasakannya mungkin Mama tidak akan terus-terusan membelanya laki-laki tua yang tidak tahu diri itu." Al menatap wajah ibunya yang saat ini juga menatap dirinya. "Sudah berapa banyak dan sudah berapa liter air mata Mama jatuh terbuang sia-sia hanya untuk menangisi laki-laki itu? Sehingga mata Mama sembab begini."


"Al, kamu tidak perlu mencemaskan Mama, yang perlu kamu cemaskan Papa kamu yang dirawat di rumah sa–"


"Cukup Ma, aku mohon berhenti menyuruhku untuk mencemaskannya, tidakkah Mama bisa memahami. Apa yang ada di dalam benakku saat ini?" Al tidak habis pikir dengan Anggun. Wanita itu masih saja membela Daniel meski laki-laki itu sudah secara terang-terangan melukai perasaannya. "Lebih baik Mama bercerai dengannya, secepatnya aku akan mengurus semuanya."


Tiba-tiba saja tangan Anggun terangkat dan men*mpar pipi mulus Al dengan begitu keras. Plak …. "Jaga ucapanmu Al, mau sampai kapanpun Mama tidak akan pernah mau bercerai dengan Papamu!" Tangan Anggun terasa sangat panas karena baru kali ini ia berani men*mpar pipi Al dengan begitu keras.


"Mama berani men*mparku hanya gara-gara laki-laki yang tidak memiliki perasaan dan hati nurani itu," ucap Al lirih sambil memegang pipinya bekas tamp*ran Anggun yang terasa sangat perih di pipi dan juga di hatinya. "Jangan pernah cari aku lagi Ma." Al kemudian membawa Ranum yang masih saja diam mematung pergi dari rumah itu. "Sekali lagi, Mama jangan pernah mencariku."


Lagi-lagi Anggun meneteskan air matanya gara-gara mendengar ucapan Al, dan juga wanita paruh baya itu tidak menghalangi Al sama sekali untuk pergi membawa Ranum. "Pergilah! Dari pada kamu membuat Papamu sendiri menjadi musuhmu!" teriak Anggun yang entah pergi kemana sifat lemah lembutnya yang selama ini di tunjukkan kepada Ranum. Sekarang wanita paruh baya itu menunjukkan sifat yang sama sekali tidak pernah Al dan Ranum bayangkan.


"Tuan, mungkin saja mama saat ini hatinya sangat terluka oleh sebab itu mama melakukan ini se–"

__ADS_1


"Pegangan Ranum, jangan pedulikan Mama karena aku sudah menyuruh Bagas untuk datang kesini menjemputnya." Pada detik itu juga suara kendaraan roda dua yang bahan bakarnya bensin itu meraung di tengah jalan raya yang kini terlihat sangat ramai. Karena memang di kota Jakarta ini akan selalu ramai dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. "Biarkan saja Mama di sana, kamu jangan menoleh," kata Al memperingati Ranum.


Ranum seolah tidak mendengar peringatan Al. Gadis itu masih saja menolah sampai Anggun tidak bisa lagi dijangkau oleh pandangan mata sipitnya.


*


Beberapa menit setelah Al pergi terlihat mobil mewah berhenti di pekarangan rumahnya. Terlihat di sana Anggun masih saja berdiri dengan deraian air mata.


"Nyonya apa Anda baik-baik saja?" tanya Bagas yang berpura-pura tidak tahu padahal tadi Al sudah memberitahu semuanya apa yang telah terjadi.


Bagas mengangguk tanda mengiyakan Anggun. "Kalau begitu, mari Nyonya kita berangkat saja sekarang. Karena tinggal beberapa menit lagi tepat pukul 0:00," ucap Bagas memberitahu Anggun. Sambil membukakannya pintu mobil. "Silahkan masuk Nyonya, supaya kita cepat sampai di sana."


Anggun masuk begitu saja tanpa membalas ucapan Bagas, laki-laki yang sudah menjadi tangan kanan Al sudah beberapa tahun itu. Di karenakan rasa menyesal merasuk ke dalam relung hatinya setelah men*mpar Al tadi, sehingga membuat wanita paruh baya itu tiba-tiba merasa sangat bersalah. Oleh sebab itu Anggun memilih untuk tetap diam saja.


***


Setelah lama di dalam perjalanan pada akhirnya Anggun sampai juga di rumah sakit. Namun, bukannya disambut baik oleh Daniel tapi laki-laki itu malah menatap Anggun dengan tatapan yang tidak suka.

__ADS_1


"Buat apa Mama datang kesini?" tanya Daniel sambil menahan rasa sakit di bagian perut dan wajahnya yang babak belur. "Lebih baik kamu bawa dia kembali pulang, Bagas," perintah Daniel yang sedang berbaring di atas bed karena kata dokter ia harus bermalam semalam saja di rumah sakit demi melihat perubahan pada hidung dan mulutnya yang terus saja mengeluarkan darah. Rupanya Al sempat memvkvl bagian wajah sang ayah. "Bawa cepat dia pulang, Bagas karena disini sudah ada Morea yang menjagaku," sambungnya lagi tanpa mau melihat ke arah Anggun.


"Pa, Mama cuma mau melihat keadaan Papa. Kenapa Papa malah mengusirku dengan cara menyuruhku untuk pulang?"


"Mama tidak perlu melihat keadaan Papa karena Papa begini juga gara-gara anak Mama yang kurang ajar itu!" ketus Daniel yang tiba-tiba mengingat Al. "Hanya karena anak itu cemburu, gara-gara Morea lebih memilih Papa oleh sebab itu dia melakukan ini semua kepada Papa. Anak itu memang kurang ajar!"


"Mas sudahlah, lebih baik Mas beristirahat saja supaya keadaan Mas cepat membaik dan pulih," kata Morea lembut sambil mengelus-ngelus tangan Daniel.


Daniel dengan cepat meraih tangan Morea dan segera membawa tangan wanita itu untuk ia c*um. "Iya, Sayang. Aku akan secepatnya pulih. Maaf karena malam pertama kita jadi tertunda gara-gara masalah ini."


Anggun yang melihat serta menyaksikan itu semua ingin menjerit dan berteriak sekeras-kerasnya. Tapi apa daya wanita paruh baya itu tidak mampu, oleh sebab itu ia lebih memilih untuk pergi saja dari sana. Padahal niatnya tadi ingin menjaga serta menemani Daniel di rumah sakit. Namun, apa yang telah ia lihat sekarang ini membuat hati wanita paruh baya itu menjadi hancur berkeping-keping.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, mau mengantar Nyonya." Bagas yang sakit mata dan sakit telinga karena mendengar serta melihat kelakuan dua manusia yang sedang di mabuk cinta itu merasa jijik sendiri.


"Jangan bawa wanita itu kesini lagi Bagas, karena aku istri muda Mas Daniel akan merawat serta menjaga suamiku sendiri di sini," ucap Morea dengan tidak tahu malunya. "Sana kamu pergi saja membawa maduku itu."


Bagas memilih diam saja sambil berlalu pergi, karena bagi laki-laki itu percuma saja menimpali ataupun menyahut ucapan Morea yang menurutnya sangatlah menyakitkan jika di dengar oleh Anggun.

__ADS_1


__ADS_2