Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA
Episode 113


__ADS_3

Ke esokan paginya, ketika semuanya sudah siap tiba-tiba saja Agna, bayi tiga bulan itu malah demam sehingga membuat Al dengan cepat membatalkan rencananya untuk pergi liburan ke Lombok.


"Sepertinya kita tidak bisa pergi liburan karena Agna tiba-tiba saja demam," kata Al memberitahu semua orang yang ada di ruang tamu saat ini sehingga membuat mereka yang ada di sana begitu kaget karena Agana tadi malam baik-baik saja, tapi sekarang bayi tiga bulan itu malah deman.


Membuat Bagas yang juga ada di sana dengan cepat mendekati Al. "Taun Al, tidak apa-apa kami bisa menundanya untuk pergi ke sana," ucap Bagas yang merasa tidak enak hati karena rupanya Al yang telah di membelikannya tiket dengan Sonia. "Kita bisa pergi kalau Nona muda Agna sudah sehat," lanjut Bagas membuat Al tiba-tiba saja menggeleng.


"Tidak usah Bagas, kamu dan Sonia akan tetap pergi bulan madu ke Lombok, jangan di tunda-tunda karena itu tidak baik," ujar Al yang rupanya tidak setuju dengan apa yang tadi di ucapkan oleh Bagas. "Nanti kalau Agna sembuh, aku dan yang lainnya akan menyusul kesana. Tapi, jika Agna tidak sembuh sampai masa libur kuliah Ranum habis, Maka aku akan ke Lombok tahun tang akan datang. Karena untuk saat ini kesembuhan Agna tetap nomor satu."


"Banar apa yang di katakan oleh Al, kamu dan Sonia tetap akan pergi," sahut Anggun yang ikut menimpali. "Sayang jika tiket yang sudah di beli oleh Al akan hangus begitu saja," sambung Anggun.


Sehingga membuat Bagas berbikir bahwa ada benarnya juga kalimat wanita paruh baya itu. "Jadi, ini hanya saya dan Sonia yang akan pergi?" tanya Bagas tiba-tiba.


"Kalau Suster Flo mau ikut, ajak saja sekalian. Hitunga-hitung pergi libuaran juga, dan siapa tahu di sana ada jodohnya suster Flo," jawab Al yang sempat-sempatnya malah bercanda. "Gimana apa suster Flo mau ikut?" Sekarang giliran Al yang betanya pada Flora. "Mama tidak akan apa-apa, karena aku dan Ranum akan menjaganya," ujar Al yang tahu kalau saat ini Flora pasti sedang mengkhawatirkan keadaan Anggun.


"Hm, saya tidak bisa membiarkan Nyonya besar disini sendirian Tuan, marena saya tahu pasti Anda dan Nyonya Ranum akan sangat sibuk mengurus dedek Agna yang sedang sakit," timpal Flora yang juga ternyata tidak enak hati. "Nanti saja saya pegi kalau bersama Anda, Nyonya besar, Nyonya Ranum dan dedej Agna," sambung Flora yang bebar-benar tidak mau ikut.


"Nah sekarang semua sudah jelas, sekarang kamu dan Sonia boleh pergi sekarang, karena nanti kamu bisa terlambat sehingga membuat tiket kalian hangus." Al mengatakan itu supaya Bagas mengingat kalau pvkvl sudah menunjukkan 08:10 dan tiket yang telah di beli oleh bagas jadwal penebrangannya tepat pvkvl 10:00. "Jalan Bagas ajak Sonia, jangan kebanyakan mikir. Nanti waktu kamu malah habis gara-gara kamu yang terus saja melamun begini."

__ADS_1


"Maafkan kami yang akan pergi bulan madu di saat keponakanku Agna sakit, Tuan Al." Sonia akhirnya membuka suara setelah ia lama terdiam. "Sekali lagu maafkan kami," ucap Sonia sambil membungkuk.


"Aku harus membawa Agna klinik terdekat, kalau kalian berdua masih saja merasa tidak enak hati. Maka, kalian berdua akan gagal pergi ke Lombk." Setelah mengatakan itu Al bergegas menuju kamar, dimana Ranum sedang menenangkan putri meraka yang sedang rewel.


***


"Apa mama dan yang lainnya sudah berangkat? tanya Ranum yang sekarang sedang memberikan Agna asi. "Mas, kamu kenapa malah diam, bukannya menjawab pertanyaanku."


Al dengan pelan duduk di sebelah sang istri sebelum laki-laki itu menjawab, "Hanya Sonia dan Bagas yang pergi, Mama dan suster Flo tidak mau ikut."


"Jadi, lima tiket hangus?" Ranum bertanya lagi. Kepada sang suami.


"Nanti Agna nangis kalau dia berhenti ne nen," kata Ranum.


"Apa harus aku yang akan menggantikan kamu baju?" tanya Al.


"Bukan begitu Mas, aku cuma minta tolong kamu buatkan Agna supor, dan aku tidak usah ganti baju. Karena baju ini juga masih sangat bersih belum kotor," jawab Ranum.

__ADS_1


"Bajumu ini terlalu ketat Ranum, siniin Agna dan kamu cepat ganti baju yang seperti biasa. Tidak apa-apa Agna nangis sebentar." Kalimat Al tiba-tiba saja membuat Agna malah menangis. "Cup, cup ... Agna sayang, biarkan Bunda ganti baju sebentar dulu ya Nak, biar kita bisa cepat pergi ke klinik." Meski Al berkata seperti itu, bayi tiga bulan itu malah menangis semakin histeris. Membuat Al menatap Ranum sambil berkata, "Iya, kamu pakai baju yang itu saja, dan aku yang akan membuat susu untuk Agna, putri kecil kita yang sangat cantik ini." Sangat ajaib sekali setelah Al mengatakan itu Agna malah langsung berhenti menangis. "Ish, Agna baru tiga bulan saja sudah mengerti, apalagi besok kalau umurnya sudah semakin bertambah," gumam Al sambil keluar lagi dari kamar itu. Namun ketika laki-laki itu baru sampau di ambang pintu, kalimat Ranum malah membuat Al berhenti dan kemudian berbalik.


"Mas, jangan pakai supor, pakai asiku saja yang beku. Dan tolong panaskan sedikit menggunakan air hangat," kata Ranum membetitahu sang suami. "Karena jika Agna demen begini dia tidak mau minum supor," lanjut Ranum. Segingga membuat laki-laki itu mengangkat jempol.


***


Di dalam mobil, Agna terus saja rewel sehingga membuat Al tidak fokus menyetir.


"Agna kenapa Ranum?" tanya Al sambil mencuri-curi pandang pada putrinya itu karena saat ini Al tidak bisa lalai, karena mobil di depan dan di belakangnya terlihat menyetir secara ugal-ugalan. Membuat ayahnya Agna itu tidak boleh lengah.


"Aku tidak tahu Mas, apa mungkin ini karena demamnya yang semakin tinggi?"


"Coba kamu buka satu bajunya, dan biarkan kaus dalamnya saja," ujar Al.


Ranum langsung mencoba membuka satu baju Agna, dan wanita itu mencoba memberikan putrinya itu asi. "Agna sayang, ayo ne nen Nak, jangan malah membuat Bunda dan Ayah semakin panik."


...****************...

__ADS_1



__ADS_2