
hari ini adalah hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh seluruh siswa siswi di SMK Bina Bakti. ya hari perpisahan kelas 12 akan segera di lakasanakan pada hari ini. seluruh siswa dan siswi yang ikut mengisi acara mulai mempersiapkan diri untuk tampil di atas panggung. di isi oleh seluruh angkatan dari kelas 10 sampai 12. mereka tampak antusias dengan acara yang akan di suguhkan mulai dari musik, dance, pentas seni atau drama, ada juga peragaan busana dari hasil ujian karya dari anak busana kelas 12 dan model yang akan memakai juga anak kelas 10-11. yang terakhir wisuda untuk anak kelas 12 dan pemberian penghargaan untuk anak dengan nilai terbaik.
tyas, aluna, dan pandu saat ini sedang duduk di kursi di dalam kelas dengan perasaan gugup. keringat dingin di sekujur tubuhnya mulai mengalir.
"duh gugup banget kak aku, padahal udah biasa naik ke panggung." tyas memegang dadanya dengan tangan kirinya.
"iya aku juga sama, boleh ganti haluan ngga si musik aja. mending aku pegang stik drum daripada dance." sambung pandu yang tak kalah gugupnya dengan yang lain, wajahnya juga sudah memucat.
"harusnya agatha tuh daftarinnya musik bukan dance. aku sedikit ragu kalau nanti acaranya bakal lancar." ucap aluna masih menetralkan perasaannya yang sudah campur aduk.
jangan ditanya jenny hanya diam tak ikut bicara ia asyik bersolek di depan cermin sambil memainkan bibirnya maju mundur, mengamati seluruh wajahnya di cermin.
"lun liat deh alis aku yang sebelah kaya ngga sama ya?" tanya jenny sambil menujuk alis sebelah kanan pada aluna membuat mereka semua menatap ke arah jenny.
"astaga kak jen kita lagi gugup ini mah kak jen malah mikirin alis." jawab tyas memanyunkan bibirnya.
jenny hanya tersenyum tanpa dosa. ia memasukan kembali cermin yang sedari tadi ia perhatikan.
agatha belum juga datang padahal harusnya sebelum acara di mulai ia harus sudah berada di tempat. aluna masih mengkhawatirkan agatha ia terus melirik ke pergelangan tangannya. ia mengambil ponselnya mencari nomor ponsel agatha lalu menghubunginya. tak menunggu waktu lama panggilanya diangkat oleh agatha.
aluna : ["hallo tha kau di mana sekarang?"]
agatha : ["aku sudah di parkiran ini."]
aluna memutuskan sambungan teleponnya. perasaannya sedikit tenang sudah tahu di mana keberadaannya sekarang.
agatha melangkahkan kakinya menghampiri teman-temannya di bantu jonathan kakaknya. aluna, jenny, tyas dan pandu terkejut melihat keadaan agatha yang dengan kaki terbalut kain kasa dan berjalan pincang. langsung saja teman-temannya bangkit berdiri menghampiri dan membrondong banyak sekali pertanyaan.
"kak agatha kenapa?" tanya tyas.
"tha apa yang terjadi?" tanya jenny.
"kakimu kenapa?" tanya aluna.
pandu membantunya duduk di kursi. dengan wajah sendu ia menceritakan kejadian penyrempetan kemarin malam saat dirinya hendak menyebrang jalan saat mau pulang dari supermarket untung saja dirinya tak terluka parah hanya kaki yang sedikit lecet.
"motor yang menyrempetku malah langsung kabur entah ke mana." agatha mempraktikan adegan saat penyempretan kemarin malam dengan tangannya.
"aku percayakan pada kalian semua aku yakin semua akan berjalan dengan lancar, walau tampil tanpa aku nanti." agatha menatap ke teman-temannya.
"jadi hanya kita yang tampil?" tanya tyas menghela nafas.
__ADS_1
pandu pergi meninggalkan semuanya menghampiri panitia yang sedang duduk di bawah panggung. terlihat sedang berbicara serius dengan pak bayu.
"aku sudah mengurusnya, kita bersiap sebentar lagi kita tampil." ucap pandu melepas topi yang sedari tadi di pakainya.
"aku tidak bisa ikut kau lihat kondisiku kan?" tolak agatha.
"ya aku tau itu."
"jika kau sudah tau kenapa aku tetap harus ikut?" cerocos agatha menatap kesal pada pandu.
"iya ndu kau lihat kan kaki agatha terluka tak memungkinkan untuk ikut." jenny melipat tangannya di dada.
"kita tampil sebagai band bukan dancer." pandu mencoba menjelaskan pada agatha dan semuanya.
rasa gugup yang sedari tadi mereka rasakan sudah hilang. terbit wajah cerah dari semuanya.
"kita sudah biasa tampil bersama, jadi tak mungkin kita tampil tanpa kak agatha." terang pandu memasukan tangannya ke saku celananya.
"ah pandu sweet banget si jadi makin sayang, sini peluk." agatha merentangkan tangannya pada pandu.
"apaain si tha biasa aja deh ga usah mulai." jenny menggelang gelengkan kepalnya melihat kelakuan agatha yang bar bar.
agatha, jenny, pandu, tyas dan aluna sudah berada di atas panggung. mereka sudah menempati posisi masing-masing, tyas berada di bass, agatha gitar, pandu drum, aluna piano dan jenny vokalis.
semua yang ku mau,
hanya sedikit waktumu, untukku. . .
hanya satu pesan singkat, sedang apa dirimu?
awal pertemuan kau sangat peka padaku,
dan itu dulu
rasa yang terlanjur dalam
kau buatku semakin bodoh
oh mengapa harus kulihat kau dengan dirinya
terluka tapi tak berdarah
__ADS_1
Reff
ajarkan aku cara tuk melupakanmu,
bila membencimu tak pernah cukup tuk hilangkan kamu,
ajarkan aku, sebelum merusak ke dalam dalamnya sebelum aku trauma mencintai sosok yang baru lagi.
judul lagu ajarkan aku melupakanmu, by : arvian dwi
suara tepuk tangan seluruh siswa siwi dan para guru mengiringi penampilan agatha dan yang lain. ini adalah pertama kali mereka tampil di acara sekolah tapi penampilan mereka beguty memukau seperti sering tampil di sekolah.
di ujung koridor sepasang mata yang sedang kesal menyaksikan penampilan agatha dengan sempurna. ia meremas ujung seragamnya semua rencananya gagal total.
"kurang ajar harusnya dia ada di rumah sakit sekarang, kenapa dia ada di sini." batin diana.
"mereka tampil luar biasa." olivia menatap takjub melihat ke arah panggung lebih tepatnya menatap pandu pujaan hatinya.
"apa kau bilang?" bentak diana mencengkeram rahang olivia dengan keras dengan tangan kanannya.
"aarrggghh." ringis olivia.
"diana lepas apa kau sudah gila, ini di sekolah." lerai anya.
"kau urus temanmu ini, aku sudah muak dengannya." melepas cengkramannya dan berlalu pergi meninggalkan acara.
seluruh kegiatan telah usai kini tinggal acara terakhir pembacaan nilai terbaik untuk hasil ujian nasional. mereka semua berdebar menunggu pemanggilan untuk siswa siswi dengan nilai terbaik.
"selamat untuk siswa dan siswi dengan nilai terbaik di raih oleh ridho agus purwoko jurusan akuntansi peringkat 3, valerna agatha lee peringkat 2 jurusan akademi perkantoran, dan listiani adinata jurusan busana butik, silahkan kepada siswa siswi yang sudah di sebutkan namanya untuk maju ke atas panggung dan untuk orang tua ikut mendampingi." ucap pak bayu.
luar biasa terlihat lengkung senyum di bibir agatha mendengar namanya dipanggil dengan langkah perlahan ia naik ke atas panggung di dampingi papinya. tak menyangka dirinya akan masuk ke 3 besar.
bersambung. . . .
jangan lupa meninggalkan jejak dengan menekan tombol. .
Like
Comen
Vote
__ADS_1
supaya saya bisa lebih memperbaiki diri, mohon maaf bila karya receh saya masih amburadul.