
"ale baju milik siapa ini?" tanya jason mengambil baju yang tergeletak di lantai.
wajah agatha terenyak seketika memucat mendengar pertanyaan kakaknya. bingung jawaban apa yang akan diberikan pada jason. ia masih berperang dalam pikirannya. jason mendekatinya dengan tatapan tajam pada agatha.
"kenapa diam?" tanya jason penuh selidik.
"i. .itu baju milikku kak ya aku baru memakainya kemarin malam." bohong agatha.
"seharusnya jika sudah dipakai di masukan ke kranjang pakaian kotor, jangan berserakan seperti ini. kenapa setelah tinggal di apartemen kau menjadi pemalas seperti ini ale." agatha hanya menunduk merapalkan doa agar kakaknya percaya dengan ucapannya. dan tak disangka kakaknya percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan olehnya.
"tapi tunggu dulu, kenapa pakaiannya seperti pakaian laki-laki?" tanya jason merasa kembali curiga.
"kau tidak memasukan sembarang lelaki kemari kan?" cecar jason menatap baju yang sedang ia pegang.
"t. .tidak kak mana mungkin aku berani." elak agatha.
"kakak pegang kata-katamu ale."
"tak usah beristirahat di sini kita ke rumah oma kau terlihat pucat aku khawatir padamu. menginaplah di sana malam ini biar ada yang menjagamu. jadi aku merasa sedikit lebih tenang." jason keluar dari kamar menunggu agatha bersiap siap.
agatha berganti baju memakai kaos berwarna biru langit di padukan dengan rok span pendek di atas lutut berwarna putih susu, memakai jaket levis, lalu memakai snikers berwarna putih. terakhir ia mengambil tas slempang dan berlalu pergi menghampiri kakaknya meninggalkan apartemen menuju rumah oma laura ibu dari papinya.
********
di sebuah rumah sakit kota terlihat ketiga sahabat juli hans, ken dan sandy sedang duduk bersandar di kursi di depan ruang IGD. yah juli baru saja sampai di sana setelah mendapatkan telepon dari hans yang memberikan kabar bahwa mama ririn mamanya ken pingsan dan di larikan ke masuk rumah sakit. kedekatan mereka membuat mereka dekat juga dengan keluarganya. jika ada sesuatu yang menimpa keluarganya mereka selalu kompak untuk memberikan perhatian dan empati pada satu sama lain.
"bagaimana keadaan mama ririn?" tanya juli yang membuat semua yang berada di sana menoleh ke arah sumber suara.
"mama masih di dalam, masih di tangani dokter." tangis ken seketika pecah tak ada rasa malu dalam dirinya ketika seorang lelaki menangis, wajar jika ia menangisi orang yang paling berharga dalam hidupnya.
"aku percaya semua akan baik-baik saja ken. kita berdoa bersama untuk kesembuhan mamamu." ucap juli pada ken sambil memeluknya mengelus punggung ken menenangkannya.
__ADS_1
papa wira(papanya ken) memiliki 2 istri tapi papa wira lebih sering tinggal di rumah istri kedua jadi di rumah yang ken tempati hanya ada ken mamanya dan adik perempuannya namanya diana. mama ririn sudah lama tidak mendapatkan nafkah dari suaminya lahir dan batin. ia berjuang sendiri demi kelangsungan hidupnya dan kedua anaknya. bersyukur mama ririn memiliki anak yang mengerti kondisinya saat ini dan sangat menyayanginya.
suara pintu IGD terbuka keluarlah wanita berjas putih dan stetoskop yang menggantung di lehernya bertag name nara. tak terlihat kepanikan dalam wajahnya. semua yang sedang menunggu mendekati dokter. dengan raut wajah yang cemas ia terus berdoa semoga kekhawatirannya tak menjadi nyata.
"bagaimana kondisi mama saya dok?" tiba-tiba muncul dari belakang dengan ngos-ngosan diana adik dari ken, ya dia baru pulang dari sekolah sampai di rumah mendapati kabar dari mbok rumi kalau mama pingsan dan di larikan ke rumah sakit.
"untung tidak ada penyakit yang serius yang di alami pasien, tapi saya mohon supaya pasien lebih memikirkan pola hidupnya jangan terlambat makan dan kurangi pikiran yang berat. tekanan darah pasien rendah." terang dokter nara.
ken menghela nafas memikirkan kondisi mamanya. ya semenjak papanya tak pernah pulang mamanya tak pernah memperhatikan pola hidupnya yang ia pikirkan mencari uang untuk biaya hidup mereka.
"kak juli mama." diana memeluk juli menumpahkan segala kesedihannya. ya diana memang menyukai juli sejak dulu namun juli sudah menganggap diana seperti adiknya sendiri.
"ana." ken menatap adiknya dengan kesal bisa-bisanya ia memeluk orang lain bukan memeluk dirinya yang berstatus kakaknya.
"ken." perasaan juli sebenarnya tak enak hati seperti ini namun ia juga tak enak jika menolak permintaan diana yang sedang bersedih.
**********
tok tok tok tok
"ale apa kau di dalam?" panggil jason.
karena tak mendapati jawaban ia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam. ia mencari keberadaan adik kecilnya ke segala penjuru. dan netranya menatap wanita yang sedang berdiri di balkon.
"apa kau menangis?" tanya jason menoleh ke wajah agatha kemudian beralih menatap ke atas langit.
agatha buru-buru mengusap air mata yang tiba-tiba saja menetes di kedua pipinya.
"siapa bilang aku menangis?" agatha mengelak.
"aku tau kau masih mencintainya ale." jason menatap wajah agatha yang sudah berubah sendu.
__ADS_1
"kau kemari karena oma yang menyuruhmu kan? ayo turun." agatha mengalihkan pembicaraan kemudian menggandeng kakaknya pergi meninggalkan kamarnya menuju meja makan.
di balik senyum agatha terselip kesedihan yang mendalam. jason bisa melihatnya sendiri dari matanya, ia sangat tau jika adiknya ini hanya sedang berpura-pura kuat padahal sebenarnya hatinya sangat rapuh.
"kenapa mataku di tutup seperti ini, aku tidak bisa melihat." tanya agatha dengan perasaan bingung.
"menurutlah, nanti kau akan temukan jawabannya." jason menutup kedua mata agatha dengan kain.
"kak jas." agatha memegang tangan jason supaya ia tak salah jalan.
jason menghentikan langkahnya agatha hanya mengikutinya. mulai hitungan mundur jason membuka kain yang menutupi kedua mata agatha.
"3 2 1." hitung jason.
"surprise." sorak semua orang yang ada di samping kolam berenang. ada oma laura, opa juan, mami niken, ayah seanpun ikut hadir merayakan ulang tahun agatha yang ke 18 tahun. terlihat teman masa kecil agatha ikut hadir chen xingxu beserta kedua orangtuanya sengaja datang dari london untuk menghadiri acara sederhana ulang tahun dirinya. ia sejenak melupakan rasa sedihnya.
"happy birthday ale." chen xingxu mengucapkan selamat ulang tahun memberikan kado dan setangkai bunga pada agatha. tak lupa ia mengedipkan sebelah matanya pada agatha.
"thank you chen, kenapa datang tak mengabariku?" tanya agatha mengerucutkan bibirnya.
"jika aku mengabarimu bukan lagi kejutan namanya."
menyanyikan lagu selamat ulang tahun, memotong kue dan membagikan kue kepada orang yang sudah hadir. terlihat seorang lelaki yang sedang mengepalkan tangannya memendam amarahnya melihat kemesraan yang dilakukan agatha dengan pria asing.
bersambung. . .
tolong biasakan meninggalkan jejak dengan menekan tombol
Like
Coment
__ADS_1
Vote