One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 3


__ADS_3

sinar matahari mulai menembus kamar milik sang empunya. kedua sepasang manusia masih saja belum terbangun dari alam mimpinya. mungkin mereka masih terasa lelah atas pergulatan panas kemarin malam. jam sudah menunjukan pukul 09.00 pagi. terdengar alarm berbunyi dari handphone milik juli. ia segera mematikannya dan meletakan kembali di atas nakas.


"pusing sekali kepalaku." juli mengingat kembali kejadian kemarin malam saat sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya di club. minum dan pulang lalu kenapa dia bisa berada di sini. juli mengintip selimut yang ia gunakan kemudian beralih menatap punggung seorang wanita berambut coklat dan berkulit putih yang tak asing baginya.


"agatha."


"astaga aku sudah menidurinya."


"baguslah ini bisa aku jadikan senjata supaya dia tak meninggalkanku." juli tersenyum penuh kemenangan. juli mengecup puncak rambut agatha, setelah itu ia bangkit mengambil handuk dan berjalan menuju kamar mandi. ia menanggalkan handuk dan mandi di bawah guyuran shower.


ceklek


suara pintu terbuka juli keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya dan rambut yang basah. agatha terlihat sudah bangun dari tidurnya namun ia masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"apa kau sudah puas menghancurkan masa depanku jul?" tanya agatha menatap juli yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"kau tidak usah khawatir aku akan bertanggung jawab." juli menghampiri agatha dan memeluknya dari samping.


"apa kau gila aku sekarang adikmu, lalu bagaimana kita menikah hah?" tanya agatha dengan nada tinggi.


"lalu aku harus bagaimana semua sudah terjadi. lagipula aku tidak lari dari tanggung jawabku bukan?"


"dasar brengsek aku membencimu jul aku membencimu." agatha menangis sambil memukul dada bidang juli cukup keras. juli meringis menahan sakit tidak ada niatan untuk membalasnya.


"agatha aku mencintaimu sampai kapanpun perasaanku tak akan pernah berubah sayang." juli memeluk agatha yang masih saja menangis mengelus punggung agatha menenangkannya hingga ia tertidur kembali setelah lelah menangis.

__ADS_1


juli bangkit dari ranjang menuju lemari mengambil kaos berwarna hitam dan celana boxer milik agatha untuk dipakainya. terdengar suara cancing dalam perutnya mulai berbunyi ia mengambil handphone mengetik memesan gofood untuknya dan untuk agatha.


juli duduk bersandar di sofa ruang tamu menatap langit-langit, ia merasa puas telah menyatu dengan agatha dan ada rasa bersalah juga menyelinap dalam hatinya telah merenggut mahkota paling berharga dalam hidup agatha.


dulu disaat masih berpacaran juli sangat menjaga kehormatan agatha ia tak pernah melakukan hubungan intim dengannya. paling ia hanya memeluk, mencium kening, pipi, bibir dan tak melakukan hal lebih. karena yang ia pikirkan tak ingin merusak wanita yang sangat ia cintai. ia akan melakukannya nanti setelah menikah untuk malam pertama mereka janji juli pada dirinya dan agatha waktu itu. namun karena pengaruh alkohol juli malah menodainya.


laki-laki yang agatha kagumi dan ia cintai kini menjadi kakak tirinya. andai waktu bisa diulang ia tak ingin bertemu dan mengenal juli. juli laki-laki yang mampu membuatnya nyaman dan mampu membuat dunianya berwarna setelah perceraian kedua orangtuanya beberapa tahun yang lalu. ia merasa terpuruk tak ada keceriaan dalam dirinya. walaupun ia mempunyai 2 orang sahabat jenny dan aluna yang selalu ada dan menghiburnya namun kehadiran juli mampu membuat dunianya lebih berwarna lagi.


awal mereka bertemu juli dan agatha tak saling membuka hati untuk saling mengenal. selalu saja bertengkar padahal masalah yang mereka ributkan hanya masalah sepele. keduanya pertama kali bertemu saat di taman sedang beraktifitas lari pagi/joging. di saat juli tak sengaja menabrak bahu seorang wanita yaitu agatha hingga ia hampir terjatuh.


"hei apa matamu rabun manusia sebesar ini kau tabrak!" agata menujuk juli dengan jari telunjuknya.


"tubuhmu itu terlalu kurus jadi tak terlihat." jawabnya asal yang membuat agatha cukup geram dengan kelakuan juli.


satu apartemen dan suka berolahraga joging jadi sangat memungkinkan mereka selalu bertemu dan bertengkar. tapi seiring berjalannya waktu tumbuh benih-benih cinta dalam hati keduanya. ken sahabatnya pernah bilang.


*********


agatha terbangun dari tidurnya, ia meregangkan ototnya yang terasa kaku dan tubuhya terasa remuk saat ini. hasil perbuatan juli kemarin malam membuat tubuhnya tak berdaya saat ini perut yang sejak pagi belum terisi makananpun berbunyi menandakan mereka demo meminta makan. ia berjalan pelan ke kamar mandi membersihkan dirinya. ia terus merutuki nasibnya yang sudah tidak gadis lagi. di bawah guyuran shower ia membiarkan air matanya dan guyuran shower membasahi tubuh dan kedua pipinya. selesai mandi ia bercermin menatap banyaknya tanda kepemilikan yang sudah juli buat di sekujur tubuhnya, ia mengusap seluruh tubuhnya dengan kasar.


"aaaaaaa juli aku membencimu." teriak agatha mengacak rambutnya frustasi sambil berjongkok di kamar mandi.


saat ini agatha sedang berada di dapur ingin memasak makanan untuknya. ketika akan membuka kulkas terlihat kertas pesan terpasang di sana.


"sayang aku pergi sebentar dan aku sudah memesan makanan untukmu di meja makan. jangan lupa di makan." pesan juli.

__ADS_1


agatha membuka tudung saji dan memakannya dengan lahap. sebenarnya ia tidak nafsu makan, namun mengingat dirinya yang mempunyai sakit magh dengan lahapnya ia menghabisakan ayam goreng berserta lalapannya yang hanya menyisakan tulangnya.


teeettt teeettt


suara bel berbunyi agatha bangkit dari duduknya berjalan sedikit tertatih mendekati pintu. rasa perih dan sakit di bagian intinya membuat ia lumayan kesulitan untuk berjalan, namun suara bel memaksa dirinya untuk membukanya.


"ale kenapa nomor ponselmu tidak bisa dihubungi?" tanya jason setelah dibukakan pintu oleh agatha. ale adalah nama panggilan dari kedua kakaknya jonathan dan jason.


"ponselku mati belum di charger." jawab agatha menunduk menutupi wajah sendunya.


"dari kemarin aku menghawatirkanmu takut terjadi sesuatu padamu." jason masuk ke dalam lalu mendaratkan bokongnya di sofa.


"maaf." hanya kata maaf yang terucap dari bibir mungilnya. jason menatap aneh pada adiknya yang berjalan sedikit tertatih ada apa dengan adiknya apa dia sedang sakit? terlihat dari wajahnya agatha terlihat pucat.


jason mnyuruhnya untuk istirahat di kamar, agatha menolak namun jason memaksa mengantarkannya ke dalam kamar. jason terkejut melihat pemandangan kamar adiknya yang begitu berantakan. keadaan seprei yang hampir terlepas dari ranjangnya, baju yang berserakan, bingkai foto yang ada di lantai. agatha menunduk merasa takut jika kakaknya mengetahui kebenarannya. jason melihat baju dan celana yang berserakan di kamar adiknya menatap curiga pada adiknya.


"ale baju milik siapa ini?" tanya jason mengambil baju yang tergeletak di lantai.


bersambung. . .


untuk para reader jangan lupa berikan. .


Like


Coment

__ADS_1


Vote


agar saya lebih bersemangat lagi dalam menulis. terima kasih yang sudah mampir ke lapakku.


__ADS_2