One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episede 30


__ADS_3

Kini senyum bahagia terpancar dari wajah agatha sudah mendapatkan tempat tinggal dan keluarga baru yang tulus menerima keberadaannya. ibu yosi, ibu calisata dan anak-anak panti asuhan kini sudah menjadi bagian dari hidupnya. setelah melewati banyaknya ujian dan bertemu dengan orang yang tak menerima kehadirannya, ia bersyukur kini Tuhan menghadirkan orang baik di dalam hidupnya.


Agatha juga ikut membantu segala kegiatan yang di kerjakan oleh pengurus panti. mulai dari memasak dan mengurus anak-anak panti. pagi ini ibu yosi, Lintang dan Beril anak panti ikut pergi ke pasar untuk membeli keperluan dapur yang kini sudah mulai menipis dengan menggunakan kendaraan roda empat mereka melesat ke pasar yang tak jauh dari panti. tak butuh waktu lama mereka sudah mendapatkan apa saja yang di butuhkan. ibu yosi langsung terpikirkan membeli daster untuk agatha yang kini sudah mulai membesar kehamilannya. setelah terpenuhi semuanya bu yosi dan anak-anak langsung melangkah meninggalkan pasar dengan banyaknya belanjaan di tangan. tiba-tiba ada seorang lelaki bertubuh tegak gagah berkulit hitam berkepala plontos mengehentikan langkah bu yosi dan yang lain.


"Permisi nyonya saya mau bertanya apa nyonya pernah melihat wanita di foto ini?" tanyanya seraya menyodorkan foto agatha pada bu yosi.


"Bu." panggil beril menatap foto agatha dan bu yosi bergantian.


"Ti..tidak kami tidak pernah melihatnya." ucap bu yosi berdusta, menggelengkan kepala menutupi rasa takut dan khawatir saat melihat foto agatha yang di perlihatkan padanya dan anak-anak.


"Jika kalian melihat wanita ini silahkan hubungi nomor ini." ucap maxim memberikan kartu nama pada bu yosi.


"Iya tuan, kami permisi." ucap bu yosi undur diri segera meninggalkan lelaki di hadapannya.


Bu yosi dan anak-anak mempercepat jalannya sampai ke mobil. saat ini jantungnya berdetak lebih cepat, ia terus bertanya dalam hatinya siapa pria tadi yang sedang mencari agatha. apa lelaki itu keluarganya atau orang yang akan berbuat jahat bu yosi tidak tau. yang pasti ia tak boleh mengatakan keberadaan agatha yang kini bersamanya. mobil yang sudah melaju kini sudah berhenti di depan rumah panti.


"Jika kalian bertemu orang itu lagi dan menanyakan agatha lagi jangan beritahu agatha bersama kita, kita tidak tau mereka orang baik atau jahat." ujar bu yosi memperingatkan pada beril dan lintang.


"Iya bu." ucap lintang dan beril bersamaan.


bu yosi dan anak-anak segera turun mengeluarkan belanjaan dari mobil.


Agatha yang baru selesai menjemur pakaian hendak membantu bu yosi namun bu yosi malah menyuruh agatha masuk ke dalam rumah.


"Atha masuk!" seru bu yosi saat agatha terlihat akan mendekat. agatha yang tak tau alasannya pun hanya mengikuti perintah bu yosi masuk ke dalam rumah walau dirinya sebenarnya sedang bingung dengan sikap bu yosi saat ini.


Bu yosi dan bu calista kini sedang berada di dalam kamar, mereka menutup pintu kamar rapat. raut wajah bu yosi masih saja menampakan kekhawatirannya.


"Ada apa yos?" tanya bu calista mengawali percakapan mereka.

__ADS_1


"Ada yang sedang mencari atha, aku tidak tau dia orang baik atau jahat." balas bu yosi terlihat gusar.


"Aku rasa sebaiknya kita jangan membiarkan atha berada di luar rumah terlalu lama yos, aku khawatir jika orang yang mencarinya adalah orang jahat." ucap bu calista ikut merasa cemas.


"Ya kau benar lis kita harus lebih waspada."


Lintang mendapat perintah dari bu calista untuk memanggil agatha ke kamar.


tok tok tok


"Masuk." seru bu calista dari dalam.


Agatha muncul dari balik pintu masuk ke dalam kamar. agatha berjalan menghampiri bu yosi dan bu calista.


"Kemari." perintahnya lagi, agatha menurut berjalan melangkah menghampiri bu yosi yang sedang duduk di sofa.


"Cobalah." bu yosi menyodorkan kantong kresek berwarna ungu pada agatha.


"Cobalah." ulang bu calista lagi.


Agathapun membuka dan mencoba daster yang di berikan bu yosi sangat pas tak terlihat kebesaran dan kekecilan di tubuhnya yang kini terlihat sedikit berisi.


Bu yosi menceritakan pertemuannya tadi pagi dengan orang yang sedang mencari agatha.


"Atha pagi tadi saat ke pasar ibu bertemu seorang lelaki yang sedang mencarimu." ucap bu yosi. sedangkan agatha terdiam.


"Jadi tetaplah di rumah, dan jangan terlalu lama di luar." pesan bu calista.


"Iya bu." ucap agatha menganggukan kepala menurut.

__ADS_1


Kini agatha sudah ada di dalam kamarnya. berdiri melamun di dekat jendela. ia masih berpikir siapa orang yang sedang mencarinya Juli atau Kakaknya. agatha sendiri berpikir ia sudah pergi cukup jauh tapi kenapa mereka bisa sampai di sini.


**


Baru tadi pagi Desi di nyatakan hamil oleh dokter kini desi sudah ada di kantor suaminya. ia tak sabar jika harus menunggu suaminya pulang ke rumah malam ini. kesibukan juli di kantor membuatnya tak pernah pulang di saat matahari masih menampakan wajahnya.


"Sayang aku tak menyangka secepat ini aku hamil." ucap desi berhambur ke pelukan suaminya.


Juli yang mendapatkan kabar kehamilan desi hanya mematung tatapannya kosong. jika desi adalah wanita yang ia cintai tentu saja kabar kehamilan adalah kabar bahagia. namun kabar ini bukan datang dari wanita yang ia cintai. ia sendiri masih diam tanpa ekspresi di wajahnya.


"Kau hamil des? aku akan punya cucu?" timpal ayah sean yang baru saja masuk ke ruangan putranya tak sengaja mendengar ucapan menantunya. ayah sean bermaksud untuk berkunjung menilik perusahaan cabang yang di pegang putranya. tak di sangka kedatangannya malah mendapatkan kejutan dari menantunya.


"Iya yah aku baru memerikasakannya tadi pagi dan hasilnya positif." balas desi mengulas senyum bahagia, ia melepas pelukan suaminya lalu mengeluarkan kertas hasil pemeriksaannya ke dokter kandungan pagi tadi dari dalam tasnya.


"Selamat sayang." ucap ayah sean seraya memeluk menantunya mengusap kepalanya lembut.


"Kau harus memberikan banyak waktu luang jul untuk istrimu, dia sedang hamil dan kau sebagai suami harus siap siaga 24 jam." ucap ayah sean memberikan wejangan pada putranya.


"Iya." balas juli datar.


Saat ayah dan desi istrinya sudah pergi dari kantor. Juli tak sedikitpun bergerak dari tempatnya dan lidahnya masih terasa kelu enggan untuk bicara.


Meeting siang inipun harus di tunda besok karena mood juli yang kini sedang memburuk. awalnya aksa asistennya tak mau sampai meeting hari ini di tunda namun juli kekeh ingin menundanya. mau tak mau aksa harus menurut apa mau atasannya. Juli memutuskan pergi menemui sahabatnya di coffee mungkin dengan berkumpul bersama sahabatnya perasaan juli menjadi lebih baik. ia melajukan mobilnya meninggalkan halaman kantor.


Bersambung. . .


Tetap ya biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like

__ADS_1


Comen


Vote


__ADS_2