One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 28


__ADS_3

Pagi ini dokter angga sudah siap dengan pakaian dinas Rumah Sakit dan akan berangkat menunaikan kewajibannya bertugas. sinar matahari masuk ke dalam kamar saat dirinya membuka korden. amel mengerjapkan kedua matanya karena silau akan sinarnya. angga mendekati istrinya memberikan morning kiss untuk istrinya.


"Kau sudah siap? Jam berapa ini?" tanya amel seraya bangkit dari ranjangnya mengikat rambutnya seperti ekor kuda.


"Jam 07.00." balas angga seraya memeluk istrinya dari belakang dan menjatuhkan dagunya di bahu istrinya.


"Menyingkirlah mas aku bau dan belum mandi." ucap amel, sedangkan suaminya masih tak mau merubah posisinya. ia malah mendengus mecium leher istrinya hingga amel merasakan geli.


"Mas berhenti geli." ujar amel menggeliat akibat suaminya yang semakin agresif padanya.


Angga menghentikan aksinya, sedangkan amel langsung berlari ke kamar mandi agar suaminya tak menerjang dirinya pagi ini. ketika istrinya sedang mandi angga keluar dari kamarnya menuju ruang makan. ia menoleh ke sana ke mari mengedarkan pandangan matanya mencari keberadaan agatha namun netra matanya tak menangkap keberadaan agatha di manapun.


"Cari apa tuan?" tanya eli ART yang sedang menjemur pakaian.


"Aku tidak melihat agatha, di mana dia sekarang?" tanya angga pada eli.


"Mba agatha kemarin sudah pergi tuan. saya sudah memberitahukan kepergian mba agatha pada nyonya." balas eli.


"Kenapa amel tak memberitahuku, pergi ke mana dia?" tanya angga lagi menyatukan kedua alisnya.


"Saya tidak tau tuan."


"Mba agatha hanya mengatakan ucapan terima kasih sudah memberikan tumpangan dan meminta maaf sudah merepotkan selama tinggal di sini." jawab eli jujur.


Kemarin ia cukup sibuk dengan aktivitasnya di Rumah sakit, ia melakukan kunjungan ke beberapa Rumah sakit jadi ia pulang di malam hari. hingga ia tak mengetahui bahwa agatha sudah pergi dari rumahnya. nanti ketika istrinya sudah selesai ia akan bertanya pada istrinya.


**


Siang ini cuaca cukup panas. biasanya jika cuaca panas seperti ini di sore hari atau malam harinya akan turun hujan. agatha kini sedang berada di warung makan untuk mengisi perutnya yang sudah lapar. agatha sudah terbiasa memakan makanan sederhana. walau hanya nasi, lauk, gorengan sudah dapat membuat perutnya terasa kenyang.

__ADS_1


"Berapa bu?" agatha mengambil dompet yang ada di tasnya.


"13 ribu nok." jawabnya sambil mengelap piring. agatha mengulurkan uang pada ibu penjual.


"Iki susuke (Ini kembaliannya.)" ucap ibu penjual seraya memberikan uang kembalian pada agatha.


"Matur suwun bu(Terima kasih bu)." balas agatha menerima uang kembalian. agatha sudah cukup lama tinggal di kota ini jadi kini sudah mengerti sedikit demi sedikit bahasa orang sini.


agatha meninggalkan warung dan berjalan mengikuti kakinya melangkah. sebenarnya ia ingin mencari kontrakan namun ia sendiri takut jika nanti warga kampung akan mengusirnya lagi karena tau dirinya hamil belum bersuami. kemarin malam ia menginap lagi di hotel untuk mengistirahakan tubuhnya yang lelah seharian berjalan. saat ia berisirahat di alun-alun kota agatha berpikir lagi apa sebaiknya ia kembali tinggal dengan papinya tapi ia takut jika kakaknya jo akan murka jika tau dirinya hamil. dia pasti tak akan tinggal diam dan mencari tau siapa orang yang sudah menghamili adiknya.


"Nok sehat-sehat di dalam sana ya." ucap agatha mengelus perutnya air matanya menetes mengingat nasib hidupnya. ia sering mengajak anaknya bicara walau masih di dalam kandungan. ia sendiri pernah dengar bahwa anak dalam kandungan bisa mendengar walau mereka belum bisa bicara dan agatha mempercayainya. agatha merasakan pergerakan dari dalam perutnya ia kembali tersenyum.


Setelah beristirhat cukup lama agatha kembali melanjutkan langkahnya ia masih bingung arah kemana lagi ia harus melangkah.


Tiba-tiba hujan turun agatha harus mencari tempat untuk berteduh. ia menghampiri rumah yang lumayan besar namun terlihat sederhana. agatha mendudukan bokongnya di kursi yang ada di depan rumah. hujan yang turun kemungkinan akan lama redanya. sangking lelah kakinya dan tubuhnya tanpa di sadari kedua matanya menutup sempurna.


**


Juli : ["Ada kabar apa?"]


Maxim : ["Saya baru saja mendapatkan berita jika ada yang melihat nona agatha naik bus ke kota Semarang tuan."]


Juli : ["segera temukan max."]


Juli memutuskan sambungan telepon dan kembali masuk ke ruang rapat.


Rapat telah usai Juli kembali berkutat di depan layar komputer. ia kini merasa enggan untuk pulang. ia lebih senang menghabiskan waktunya di kantor. ia masih belum menerima keadaan jika dirinya kini sudah menikah dengan wanita yang tak di cintainya.


Juli baru saja sampai di rumahnya pukul 21.00. wanita yang kini berstatus sebagai istri sudah menanti kepulangannya di ruang tamu.

__ADS_1


"Kau sudah pulang mas." Ucap desi mengambil alih tas yang di bawa juli.


"Hem." juli hanya berdehem seraya melepaskan jas dan dasi yang masih ia kenakan. juli melangkah ke kamar ia segera membersihkan diri di kamar mandi.


Desi masuk ke dalam kamar dengan membawa secangkir teh hangat di tangannya. ia meletakannya di atas nakas.


Juli sudah selesai membersihkan diri dan ingin segera tidur ketika sebuah tangan mendekap memeluknya erat.


"Aku tau kau lelah seharian bekerja, jadi aku buatkan minuman untukmu mas." Juli merasa jengah mendengar ucapan manis dan suara manja dari bibir desi.


Desi melonggarkan pelukannya membiarkan suaminya minum. juli meraih gelas yang ada di atas nakas dan meminumnya. setelahnya ia seperti biasa mengambil bantal dan selimut ke sofa.


Tubuhnya juli serasa panas ia menyalakan ac namun masih saja terasa panas. ia membuka kaos yang sedang di pakainya tetap panas. juli yang melihat desi memakai lingerie gairahnya mulai bergelora. juli naik ke atas ranjang mengusap paha desi dengan lembut. ia mengecup leher desi. suara ******* yang desi ciptakan membuat juli semakin ingin menginginkan hal lebih.


Tangannya mulai bergerak turun ke bawah mengusap milik desi lembut. tangannya menelusup masuk dan membuat desi melenguh nikmat ketika jari juli mulai masuk ke dalam milik desi. juli merobek paksa pakaian milik desi melemparkan ke sembarang arah.


Miliknya yang sedari tadi sudah terbangun sudah ia arahkan ke dalam milik desi dan bles juli membawa desi terbang ke nirwana. rasa sakit dan nikmat menjadi satu. desi menikmati setiap permainan yang juli ciptakan. ia terus bergerak di dalam milik desi hingga peluh membanjiri tubuh mereka.


Juli mengakhiri permainan ini dengan melepaskan benihnya di rahim desi. senyum mengembang menghiasi wajah desi. ia merasa lelah namun ia juga merasa bahagia sudah menyatu dengan juli malam ini. impian sorang istri utuk mendapatkan nafkah batinpun telah ia dapatkan malam ini walau ia harus dengan cara licik. mereka tertidur bersama setelah lelah olahraga malam.


Bersambung. . .


Terima kasih kepada para reader yang mampir dan masih setia mantengi cerita aku.


Tetap berikan dukungan meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


__ADS_2