One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 44


__ADS_3

Dari raut wajah yerika terlihat jelas bingung dengan ajakan agatha yang mengajaknya bertemu di hari libur. awalnya yerika menolak namun akhirnya ia mengiyakan ajakan agatha. keesokan harinya mereka bertemu di sebuah coffee di pusat kota. agatha mulai resah sudah setengah jam ia menunggu yerika, duduk di meja ujung matanya terus menilik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. jika ia tak juga datang niat hati agatha akan pergi meninggalkan coffee namun tak lama kemudian seorang wanita berambut sebahu terlihat berjalan menghampiri di mana agatha berada.


"Maaf lama tadi ban motorku bocor di jalan." ucap yerika seraya menarik kursi yang akan di dudukinya.


"Iya ngga papa."


"Belum pesan Makanan?" tanya yerika melihat di mejanya hanya ada segelas lemontea.


"Belum, nunggu kamu." ucapnya menggelengkan kepala.


Tangan kanan yerika melambai memanggil pelayan untuk memesan makanan.


"Sandwich dan Cappuccino, kamu pesen apa?" tanya yerika.


"Spaghetti Carbonara dan Jus jeruk." balas agatha.


Setelah kepergian pelayan keduanya masih terdiam. belum ada yang memulai percakapan di antara mereka. terlihat jelas ketegangan di wajah keduanya.


"Ada apa mengajakku bertemu?" tanya yerika akhirnya buka suara.


"Aku mau menjelaskan kesalahpahaman di antara kita." ucap agatha.


"Maksudnya?" tanya yerika mengeryitkan dahinya tak mengerti dengan ucapan agatha.


"Iya kesalahpahaman antara aku dan mas gani. aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, kami memang sudah kenal lama saat di jakarta 2 tahun yang lalu dan kedekatanku dengannya karena aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri." ucap agatha penuh hati-hati agar yerika memahami ucapannya.

__ADS_1


"Jika kalian ada hubunganpun aku tidak masalah. toh aku bukan siapa-siapanya mas gani." balas yerika tertawa mengelak menutupi rasa malunya saat agatha tau dirinya menyukai gani.


"Sudahlah berhenti membohongi hatimu, aku tau kau menyukainya dan kau cemburu jika mas gani setiap hari menghampiriku saat bekerja." ucap agatha ia sendiri membenarkan jika ia selalu merasa cemburu jika gani mengampiri agatha di setiap harinya. kini yerika terdiam wajahanya memerah menahan rasa malu yang menyelimutinya. hatinya berkata apa agnes yang mengatakan hal ini pada agatha hingga dia bisa tau semuanya.


Datanglah pelayan membawa makanan hingga percakapan mereka terjeda.


"Pesanannya mba, silahkan dinikmati." ucap pelayan ramah. meletakan semua pesanan lalu kembali ke belakang.


"Jangan katakan apapun pada mas gani, aku tak enak jika dia tau aku menyukainya." ucap yerika menunduk akhirnya ia mengakui perasaannya terhadap gani pada agatha.


"Kenapa tidak, aku akan membantumu agar kalian bisa lebih dekat. bagaimana apa kau mau?" ucap agatha menggenggam tangan yerika, ia terlihat sangat bersemangat untuk membantu temannya.


Yerika mengangguk tersenyum mengiyakan bantuan agatha namun ia sendiri juga harus berusaha untuk menaklukan hati gani agar berpaut padanya.


**


"Atha bagaimana pekerjaanmu? apa kau betah bekerja di sana?" tanya bu yosi.


"Sampai saat ini aku betah bekerja di sana, teman kerjaku juga baik."


"Syukurlah ibu senang jika kau merasa nyaman bekerja di sana." ucap bu calista.


"Tha Ibu liat-liat sepertinya nak kemal menyukaimu. apa kau tak mau membuka hati untuknya?" tanya bu yosi penuh harap.


"Ibu aku sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri, jadi sampai kapanpun akan tetap seperti itu." balas agatha.

__ADS_1


"Apa kau masih mencintai ayah maura?" ucap bu yosi menduga. agatha terdiam wajahnya berubah sendu lalu kembali tersenyum.


"Dia sudah bahagia dengan keluarga kecilnya jadi mana mungkin aku masih berharap bersama itu tak akan mungkin terjadi, walau aku masih mencintainya." bibirnya bergetar sebenarnya cukup sulit untuknya mengatakan semua kenyataan yang ada.


Dia sendiri tak memiliki perasaan pada bang gani walau di lihat dari kebaikannya padanya dan putrinya masih belum membuat hati ibu satu anak ini membuka hatinya. entah mengapa hatinya masih belum bisa menyingkirkan perasaanya pada ayah kandung dari putrinya.


Ibu calista segera merengkuh tubuh agatha dalam pelukannya. mengelus punggung agatha lembut membiarkan ia menangis agar hatinya lebih tenang. isak tangis agatha mulai keluar dari bibir mungilnya walau lirih namun masih bisa di dengar oleh kedua wanita yang ada di sana.


Mereka tau betul perjuangan agatha sebagai seorang singel mom di usia mudanya. di mana masa mudanya terenggut paksa oleh mantan kekasihnya. waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melanjutkan kuliah, berkumpul dengan temannya dan bersenang senang kini harus di relakannya demi buah hatinya menjadi seorang ibu sekaligus ayah untuk Maura Natalia Hansen.


Agatha merebahkan tubuhnya di atas ranjang di sebelah putrinya yang sedang terlelap memeluk boneka panda. tangannya terulur mengelus rambut milik putrinya.


"Sayang maafkan mommy nak, mommy sayang maura."


Air matanya kembali jatuh. ia menahan suara isak tangisnya agar tak membuat putrinya terbangun. pikirannya melayang kembali berkelana di mana dirinya pertama kali ternoda oleh mantan kekasihnya sekaligus kakak tirinya. benih yang juli tanam waktu itu merubah dunianya dalam sekejap. tak dapat di pungkiri jika dirinya sampai saat ini benar-benar belum bisa melupakan laki-laki yang sangat dicintainya. egois memang jika ia memisahkan anak dari ayah kandungnya namun ia sendiri tak melupakan ucapan ayah tirinya yang begitu menyakitkan hatinya. perkataannya terus berputar di memori otaknya.


"Lakukan jul, jika kekasihmu hamil berikan tanggung jawab pada anaknya tapi jangan menikahinya aku tak akan pernah memberikan restu untuk kalian, dan kau tetap akan menikahi desi."


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


Terima kasih pada readers yang sudah meluangkang waktu untuk mampir ke lapakku dan membaca ceritaku. dan terima kasih sudah setia menunggu episode selanjutnya.


__ADS_2