One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 8


__ADS_3

juli menikmati secangkir kopi yang baru saja diantar oleh mbok rop ke kamarnya. ponselnya sedari tadi tak berhenti berdering terlihat banyak sekali pesan di grup kampusnya. namun juli enggan untuk membukanya apa lagi membacanya. ia kembali meletakan ponselnya lagi di atas meja. menikmati senja yang akan segera berakhir dan di gantikan oleh gelapnya malam. namun ia merasa malas beranjak dari kursi yang ada di balkon.


terdengar panggilan telepon dari ponselnya. ia segera melihat siapa yang menghubunginya, nama sandy muncul sebagai nama pemanggil di layar ponselnya. juli menggeser tombol hijau untuk mengangkatnya.


juli : ["hallo san, ada apa?"]


sandy : ["apa kau sudah melihat video pertengkaran agatha dan nadia mantan kekasihmu di grup kampus?"]


juli :["aku belum melihatnya."]


juli segera mematikan sambungan teleponnya dengan sandy. dengan cepat ia membuka puluhan pesan di grup wa, teman kampusnya ada yang merekam perseteruan agatha dan nadia dan mengirimkannya di grup kampus. amarahnya memuncak ketika ia melihat video yang menampilkan agatha yang sedang dibuat malu di depan orang banyak oleh nadia.


"nadia." juli mengepalkan tangannya geram dengan kelakuan nadia yang sudah di luar batas.


**********


agatha merebahkan tubuhnya di atas ranjang. ya agatha sudah mendapatkan kamar untuknya beristirahat ketika mbok rop mengantar kopi ke kamar juli langsung saja ia menanyakan kamar tamu. tak di sangka ayah sambungnya sudah menyiapkan kamar untuknya jika agatha ingin berkunjung dan menginap di sini. terasa ayah sambungnya baik dan perhatian padanya.


agatha merasakan lengket di sekujur tubuhnya. ia bangkit dari ranjang menuju lemari pakaian mengambil handuk dan segera mandi menyegarkan tubuhnya yang sudah kotor melakukan banyak aktivitas.


usai mandi ia memakai baju tidur dan mengeringkan rambutnya yang basah dengan hairdryer. ia menatap pantulan dirinya di depan cermin agatha mengusap bekas memerah di lehernya. sudah beberapa kali ia mengusapnya agar hilang tapi masih tidak bisa hilang.


"aakkhhh." agatha berteriak histeris baru menyadari bahwa ini semua adalah hasil perbuatan juli.


"juli sialan." kesal agatha.


ia menjatuhkan bobot tubuhnya di atas ranjang. ia memejamkan matanya mulai memasuki alam mimpinya berharap mimpi indah malam ini.


senja sudah berganti fajar, matahari sudah menampakan wajahnya, agatha masih bergulung di dalam selimut tebal. jam alrm dari ponselnya berdering secara bersamaan dengan suara ketukan pintu kamarnya. ia meregangkan ototnya yang kaku.


mami niken mengetahui agatha datang ke rumah kemarin malam di beritahu mbok rop saat baru sampai di rumah. hatinya senang dengan kedatangan putrinya ia rela bangun pagi memasak makanan kesukaan agatha tumis kangkung dan perkedel kentang.


"sayang bangun, sudah pagi." mami niken membangunkan putri kesayangannya.


"iya mi." jawab agatha dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, agatha bangkit dari ranjangnya berjalan mendekat ke arah pintu.

__ADS_1


"good morning honey." sapaan pagi mami pada putrinya. ia mengecup sekilas kening agatha.


"segera mandi dan kita sarapan bersama." ucap mami niken merapikan rambut agatha yang terlihat berantakan setelah bangun tidur.


"mami tidak ke butik?" tanya agatha sembari menutup mulutnya karena menguap.


"mami berangkat agak siangan, kemarin mami lembur buat pesenan gaun pengantin anak temen mami."


agatha hanya manggut-manggut mendengar penjelasan mami. "mami tunggu di meja makan."


agatha menutup kembali pintu kamarnya. mandi dan bersiap untuk ke sekolah. walau sebenarnya ia sudah tak di wajibkan datang namun karena ia ikut mendaftar mengisi acara perpisahan ia harus mempersiapkan diri bersama teman-temannya.


selesai bersiap ia keluar dari kamarnya menuruni anak tangga menuju ruang makan. ternyata juli sudah berada di meja makan. agatha menarik kursi yang akan di dudukinya lalu menjatuhkan bokongnya di kursi berhadapan dengan juli. agatha merasa canggung berada di meja makan yang sama dengan juli. juli mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk agatha, pandangan mami niken yang melihat juli perhatian pada agatha merasa sedikit aneh tidak seperti kakak ke adik malah seperti pada kekasih. tapi ia menepis perasaan yang mengganggu pikirannya. harus berpikir positif mungkin ini cara perhatian kakak ke adiknya.


"ayo kalian makan yang banyak biar sehat." ajak mami niken sambil mengisi nasi pada piringnya.


juli dan agatha hanya tersenyum mendengar nasihat mami niken. mereka tak saling bicara hanya ada suara sendok dan garpu yang berdenting. selesai makan agatha bangkit dari duduknya.


"ale berangkat mi." pamit agatha mengulurkan tangan mencium punggung tangan maminya.


"kenapa ngga bareng juli saja, kalian searah kan?" ucap mami niken sengaja mendekatkan anaknya dan putra sambungnya supaya lebih akrab.


"aku berangkat mi."juli mengulurkan tangannya mencium punggung tangan mami niken.


"hati-hati di jalan." mami niken malambaikan tangannya saat mobil akan melaju.


mobil melaju meninggalkan halaman rumah. keduanya masih saja diam tak ada yang memulai percakapan. agatha memainkan ponselnya, sedangkan juli fokus mengemudi. mobil berhenti di depan rumah ken. juli membunyikan klakson mobilnya beberapa kali.


tin tin tin tin


ken dan diana keluar dari dalam rumah menghampiri mobil juli. juli menurunkan kaca mobilnya. diana menatap sinis pada agatha niat hati ia ingin duduk di sebelah juli tapi sayang harapannya pupus.


"jul." sapa ken sambil membuka pintu mobil belakang.


"diana ayo masuk, kenapa masih berdiri di situ." ken menyadarkannya dari lamunannya.

__ADS_1


"ah ya kak." diana menutup pintu mobil.


30 menit mereka sampai di depan sekolah. "pulang jam berapa biar ku jemput?" tanya juli pada agatha.


"seperti biasa kak." diana yang tak ditanya malah yang menjawab.


"juli tak bertanya padamu." ken menertawakan rasa percaya diri diana adiknya.


diana merengut mendengar sindiran dari ken kakaknya. ingin sekali ia menarik bibir kakaknya dan meremasnya seperti kertas.


agatha hanya diam mendengarkan perdebatan mereka. " aku duluan." pamit agatha menutup pintu mobil dengan keras. ia pergi meninggalkan diana yang masih betah di dalam mobil.


agatha berjalan menuju kelasnya, sesampainya ia di pintu kelas. suara teriakan jenny memekikan telinga.


"agatha." jenny melambaikan tangan.


terlihat senyum mengembang di bibirnya. agatha menghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul. tyas dan pandu juga terlihat di kelasnya. mungkin karena jam pelajaran belum dimulai. tyas dan pandu tidak satu angkatan dengannya. mereka di pertemukan di suatu acara musik di luar sekolah di salah satu coffe. mereka biasa ngeband bareng tapi kali ini mereka ngedance untuk mengisi acara perpisahan sekolah. ini pertama kalinya tampil di acara sekolah biasanya mereka hanya tampil di coffe sebagai penghibur.


mereka secara bergantian menanyakan dirinya yang dari kemarin tak bisa di hubungi. "bisa kau jelaskan ke mana kau kemarin sampai tidak bisa dihubungi?" tanya aluna.


"tidak enak badan butuh isirahat, di rumah ayah." jawab agatha.


jenny seketika menempelkan punggung tangannya di dahi agatha. "udah mendingan sekarang?" tanya jenny.


"kau tak bertanya aku sakit apa?" agatha menyandarkan kepalanya di tembok.


"bukan panas tapi sakit gigi." sambung agatha.


semua yang ada di sana menepuk jidat mereka masing-masing terkekeh melihat kelakuan jenny.


bersambung. .


jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol


Like

__ADS_1


Coment


Vote


__ADS_2