One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 70


__ADS_3

"Ale kau baru pulang?" Tanya Chen.


Agatha segera mematikan mesin sepeda motornya dan segera turun. Mereka sedang berkumpul di teras rumah.


"Iya kebetulan kainnya belum sampai masih dalam perjalanan jadi hari ini free lembur." Jelas Agatha.


"Kapan Kalian datang?" Tanya Agatha pada Chen dan Jonathan. Agatha melepas helm yang sedari tadi menutup kepalanya.


"Tadi siang." Balas Jonathan.


Agatha menganggukan kepala.


"Mommy Lula di belikan baju dan mainan sama uncle Jo dan Uncle siapa tadi yang di sebelah uncle Jo Lula lupa namanya." Adunya pada Agatha seraya menunjukan baju dan banyaknya mainan. Maura berlari ke arah Agatha lalu memeluk kakinya erat.


"Uncle Chen sayang." Ucap Jonathan mengingatkan.


"Iya Uncle Chen." Ulang Maura mendongak ke atas karena tubuh Agatha lebih tinggi darinya.


"Sudah bilang terima kasih?" Tanya Agatha. Ia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putrinya.


"Sudah."


"Main lagi ya, Mommy mau mandi dulu." Ucap Agatha pada Maura.


Maura mengangguk patuh lalu kembali bermain dengan temannya.


"Ale masuk dulu mau mandi." Pamit Agatha. lalu melangkah masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.


"Iya." Balas Chen tersenyum.


"Adikku memang cantik Chen." Goda Jonathan saat Chen menatap Agatha hingga hilang dari pandangan matanya.


Chen terlihat salah tingkah saat Jonatahan berhasil menggodanya.


Agatha membersihkan diri, setelahnya ia pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


"Kau sedang apa Tha?" Tanya Bu Yosi yang sedang membuat susu.


"Mau masak Bu." Balas Agatha seraya membuka pintu kulkas dan mengeluarkan bahan makanan untuk di masak.


"Kakakmu bilang akan deleveri order jadi tidak perlu memasak hari ini." Ucap Bu Yosi, Agatha menghentikan aktivitasnya lalu menoleh ke arah Bu Yosi.


"Kak Jo bilang begitu? baiklah." Ucap Agatha pasrah.

__ADS_1


Makan malam sedang berlangsung dengan khidmat. Chen dengan telaten menyuapi Maura, sedangkan Maura terlihat menerima setiap suapan dari tangan Chen tanpa ada rasa malu.


"Uncle Lula mau sama Ayam goleng."


"Iya, Makan yang banyak sayang." Chen menyuapkan sesendok nasi beserta lauk ke dalam mulut Maura.


"Chen kau makan saja dulu, Maura biar aku yang menyuapinya." Titah Agatha.


"Ini juga makan sepiring berdua dengan Maura." Ucapnya menunjukan piring yang ada di tangannya.


"Kau tidak akan merasa kenyang jika makan sepiring berdua."


"Jika kau tidak keberatan kau saja yang menyuapiku."


"Ck, dasar bayi besar." Agatha berdecak lalu ia meraih piring yang masih utuh dan menyuapkannya pada Chen.


"Romantis sekali." Teriak Jonathan menggoda seraya melirik ke arah Agatha dan Chen.


Chen tersenyum senang menerima perlakuan manis dari Agatha. Sedangkan Agatha saat ini sedang menahan rasa malu.


"Kakak." Agatha nampak merengut merasa kesal.


Jonathan terkikik melihat wajah Agatha yang memerah seperti kepiting rebus karena merasa malu akibat ulahnya.


"Mana anakmu jul? Kau bilang akan mengenalkannya pada kami?" Cecar Hans.


"Sekarang aku sulit menemui mereka." Juli menghela nafas berat.


"Kenapa bisa?" Tanya Ken.


"Papi dan Kakak pertama Agatha tak mengijinkanku bertemu dengan mereka."


"Alasanya?" Tanya Sandy menaikan satu alisnya merasa heran.


"Kak Jo bilang aku harus menjauh dari mereka. dan dia juga bilang akan menjodohkan Agatha dengan teman masa kecilnya." Terangnya mengingat ucapan Jonatahan saat di Rumah Sakit kemarin.


Flash Back On


"Jul tolong berhenti mengejar adikku!" Titah Jonathan.


"Aku mencintainya." Ucap Juli sungguh-sungguh.


"Akan ada banyak orang yang terluka jika kau tetap ingin bersama."

__ADS_1


"Tapi Kak.."


"Jul jujur aku sebenarnya ingin kalian bersama demi Maura, tapi jika pada akhirnya adikku akan menderita lebih baik kau menyerah." Sergah Jonatahan.


"Satu lagi Jul, Ale akan menikah dengan lelaki pilahan keluarga kami." Ucap Jonathan sebelum ia beranjak pergi meninggalkan Juli yang masih mematung.


Flash Back Off


"Jadi, karena hal ini kau akan menyerah?" Tanya Hans.


Juli menceritakan kembali pertemuannya dengan Jonathan kemarin.


"Bukan hanya itu saja alasannya...." Juli menggantung ucapannya.


"Ayah juga tak merestui hubunganku dengan Agatha dan memintaku kembali menikahi Desi." Ucap Juli frustasi.


Juli terdiam, ia memejamkan kedua matanya sejenak saat emosinya menguasai dirinya saat perkataan Ayahnya terngiang diotaknya.


"Rumit sekali masalahmu Jul." Ucap Ken geleng-geleng.


"Entahlah aku sendiri juga bingung." Juli mengedikan bahunya.


"Bukankah kau memiliki kuasa penuh atas putrimu, jadi seharusnya mereka tak bisa melarangmu menemui Maura Jul." Ucap Sandy seraya meletakan kopi di atas meja.


"Yang sandy katakan benar Jul kau masih memiliki hak atas putrimu." Ucap Ken.


Semakin terasa berat saja masalah dalam hidupnya. Ia pikir setelah perceraiannya dengan Desi akan lebih mudah untuk kembali pada Agatha namun semua hanya angan.


Secangkir kopi yang berada si atas meja lekas ia teguk hingga tandas. Juli memakai lagi jaketnya kembali sebelum ia keluar dari Apartemen Hans.


"Hey kau mau ke mana Jul?"


"Pulang." Juli melambaikan tangan lalu membuka gagang pintu dan berlalu pergi.


Bersambung. . .


Mohon dukungannya semua dengan cara memberikan


Like


Comen


Vote dan

__ADS_1


Masukan ceritaku ke dalam cerita Favorit kalian ya❤


__ADS_2