
di negara australia tepatnya di Loorina Hotel juli dan rekan bisnisnya sedang mengadakan meeting. sudah beberapa minggu ini juli sudah dipercaya mengurus perusahaan dan meeting dengan clien oleh ayahnya. ia di bantu aksa asistennya. awalnya aksa bekerja sebagai sekertaris ayahnya namun kini aksa diangkat menjadi asisten pribadi juli.
bukannya fokus pada meeting juli malah diam melamun tak mendengarkan semua pembahasan pertemuan dengan cliennya. bayangan agatha yang sedang berpelukan dengan pria lain muncul dan menari-nari dalam pikirannya. aksa beberapa kali menyadarkan juli dari lamunannya.
"tuan mohon fokus pada meeting." bisik aksa pada juli.
"ah iya maaf." juli mulai fokus kembali pada meeting yang sedang berlangsung.
"mr arnold so what percentage I will benefit from this project if I want to cooperate with your company?" ["mr arnold jadi berapa persen saya akan mendapatkan keuntungan dari proyek ini jika saya bekerja sama dengan perusahaan anda?"]tanya juli.
"balanced 50-50 mr july, we will both benefit in the future. so how do you want to cooperate with my company?" ["seimbang 50-50 tuan juli, jadi bagaimana apa anda mau bekerja sama dengan perusahaan saya?"]
juli menatap aksa, aksa yang di tatap mengerti arti dari tatapan atasannya itu lalu mengangguk.
"I agree." ["saya setuju."] juli menandatangani berkas persetujuan bekerja sama dengan mr arnold. lalu di akhiri bersalaman tanda mereka sudah resmi bekerja sama.
kini juli sudah ada di kamar hotel untuk beristirahat sebentar. ia melewatkan jam makan siang selera makannya menghilang.
"tuan saya bawakan makan siang untuk anda."
"aku belum lapar, letakan saja di meja." juli berdiri di dekat jendela melihat langit yang sudah menghitam mungkin sebentar lagi akan turun hujan.
aksa yang sedikit lebih paham dengan kondisi hati juli saat ini memutuskan keluar dari kamar. ya ia memperhatikan tuannya yang memberhentikan langkahnya saat di bandara tadi pagi ketika melihat dua orang berbeda kelamin sedang berpelukan. mungkin murungnya wajah tuannya karena gadis tadi.
"kau akan jadi milikku lagi agatha." juli melemparkan kaleng bir yang sudah kosong ke arah tembok.
kluntang
anggap saja suara tembok terkena kaleng seperti itu.
hujan yang baru saja turun seperti mengiringi suasana hatinya saat ini. perasaannya semakin kacau kala ia mendapati wanita yang ia cintai bersama pria lain saling berpelukan.
********
__ADS_1
agatha dan jenny sedang berada di kantin kampus. wajah agatha memang masih terlihat pucat, namun ia paksakan untuk tetap berangkat. ia berpikir dirinya masih berstatus mahasiswa baru jadi dia ingin belajar disilpin waktu. bibir yang biasanya ia poles dengan lipstik kini terlihat memucat. hari ini ia tampil natural tak memakai polesan bedak pada wajahnya. rambut yang biasa di tata rapi hanya di kucir kuda namun masih terlihat cantik. kebetulan jam mata kuliah agatha dan jenny hari ini sama di mulai pukul 09.00 pagi. jam mata kuliah pertama telah usai agatha dan jenny memutuskan makan siang bersama di kantin, ia memesan soto sedangkan jenny memesan mi ayam. tidak tau kenapa hari ini ia ingin sekali makan soto. padahal biasannya ia tidak terlalu suka makan soto.
"bukankah kau lebih suka makan bakso tha daripada makan soto?"
"ngga tau kenapa lagi kepengin makan soto jen."
"aneh kau seperti orang ngidam."
"emang kalo kita pengin makan sesuatu itu dinamakan ngidam?"
jenny hanya mengedikan bahunya.
"kau menyukai hadiah yang ku belikan tha?" tanya jenny menatap pada tas yang hari ini agatha pakai. tas hadiah ulang tahun yang di belikan jenny untuk agatha beberapa minggu lalu.
"ya aku menyukainya, terima kasih hadiahnya." agatha memeluk jenny.
"dan lihat aku juga memakai sepatu yang di berikan aluna." agatha menunjukan kakinya pada jenny.
sambil menunggu pesanan mereka datang jenny bermain tik tok dengan agatha. aplikasi jaman now yang sedang di gandrungi dari semua kalangan dari muda sampai tua.
"silahkan di nikmati mba." ibu penjual mengantarkan pesanan kami dan meletakannya di atas meja. sedang enak-enaknya menikmati soto tak berselang lama nadia bersama teman-temannya mendatangi kantin.
byuurrr
"ups." minuman yang di bawa nadia tumpah ke baju agatha.
"astaga maafkan aku, aku tidak sengaja." nadia meletakan gelas di atas meja kemudian mengatupkan kedua tangannya memohon maaf pada agatha.
"hei nenek lampir apa kau tidak punya mata?" jenny bangkit dari duduknya mendorong bahu nadia. bukan agatha yang marah melainkan jenny.
"ya ampun aku tidak sengaja sungguh." nadia membelai rambut jenny dengan lembut.
"oh ya benarkah?" jenny menepis tangan nadia yang menyentuh rambut miliknya.
__ADS_1
"sudah jen aku tidak papa." agatha pergi meninggalkan kantin menuju parkiran. ia sangat malas berdebat dengan nadia. bukannya ia takut menghadapi nadia hanya saja ia malas berurusan dengan dosen jika berkelahi akan membuat namanya jelek juga di kampus. cukup di saat dia SMP saja berkelahi dengan siswi lain.
"kenapa kau tadi hanya diam dan tidak melawan? aku kesal padamu." ucap jenny kesal.
"malas melayani orang gila seperti dia." jawab agatha ketus.
"kau mau ke mana?bukankah hari ini kau masih ada kelas?" tanya jenny berjalan mensejajarkan langkahnya dengan agatha.
"kau lihat penampilanku saat ini?" bukannya agatha menjawab ia malah melontarkan pertanyaan pada jenny.
"ya jelas aku harus pulang dan mandi, tubuhku lengket tersiram jus." agatha duduk di jok pengemudi, memasang seat belt dan melajukan mobilnya meninggalkan kampus.
kini nadia bersama teman-temannya sudah berada di dalam kelas. ya tadi dia sengaja datang ke kantin untuk berulah pada agatha. ia sangat puas melihat wajah agatha yang menahan malu.
"hahaha kalian tau aku hampir saja tertawa melihat penampilan agatha tadi." nadia tertawa lepas bersama teman-temannya.
"iya lucu banget liat penampilannya kaya kucing got, aku juga hampir kelepasan tadi untung saja aku bisa menahan tawaku hahaha." ucap mayang.
"lain kali kita kasih pelajaran lebih biar dia kapok berurusan dengan kita nad." timpal karina dengan perasaan menggebu.
"sudah jam matkul mrs yosi, aku pergi dulu dan jangan lupa nanti sebelum pulang kita nongkrong dulu di coffee." nadia bangkit dari duduknya pergi meninggalkan kelas mayang dan karina menuju kelasnya.
hans yang sedang duduk di kursi depan diam-diam mendengarkan percakapan nadia dan teman-temannya dengan seksama. ia sengaja merekam percakapan mereka dan mengirimkannya ke nomor ponsel juli. biar juli sendiri yang akan memberikan pelajaran pada nadia.
bersambung. . .
jangan lupa biasakan meninggalkan jejak dengan menekan tombol
Like
Comen
Vote
__ADS_1