One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 18


__ADS_3

Sejak perdebatan yang memakan banyak energi dan waktu bersama ayahnya tadi sore. kini juli memutuskan pergi berkunjung ke apartemen hans, ia ingin menenangkan pikirannya. bukannya ia ingin menjadi anak durhaka menentang kemauan ayah dan ibunya namun untuk urusan menikah dengan orang yang tak di cintainya ia masih berat menerimanya. sampai sekarang hatinya masih terpaut pada agatha sang penakluk hati. dari dulu ia menganggap desi sebagai adiknya dan sampai kapanpun akan seperti itu.


"Kau mau minum kopi jul?" tanya hans yang sedang berada di dapur.


"Ya boleh."


"Hans kau tak keberatan kan jika aku malam ini menginap di sini?" tanya juli memejamkan matanya.


"Jangan bilang kau..." tanya hans dengan wajah sok taunya.


"Aku sedang ada masalah dengan ayahku." sarkas perkataan hans sambil memijit pelipisnya yang kini sedang berdenyut.


"Jadi benar dugaanku?" ucap hans meletakan secangkir kopi di atas meja.


"Ada masalah apa lagi?" tanya hans dengan keponya.


"Aku dijodohkan." Juli tersenyum kecut mengingat kembali perdebatannya dengan ayahnya sore tadi.


"Dan kau menolaknya benar begitu kan?" tanya hans lagi menebak isi pikiran juli.


"Aku sudah bilang aku sudah punya kekasih tapi ayah masih memaksaku untuk menyetujui perjodohan konyol yang mereka buat." terang juli.


"Jadi langkah apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


"Entah lah aku masih bingung." juli mengedikan bahunya.


"mungkin aku akan membuat agatha hamil dengan begitu perjodohan yang mereka rencanakan akan gagal."


"Kau sudah tak waras hah! aku tak setuju jul sebaiknya kau urungkan niat burukmu itu." ucap hans menentang rencana gila juli. ia tak menyangka juli ingin melakukan hal bodoh. ya beban pikiran yang semakin banyak membuat otaknya bekerja semrawut yang bisa merugikan diri sendiri dan bisa jadi merugikan orang lain.


juli membuka ponselnya yang ia abaikan seharian ini. juli mengerutkan dahinya ia melihat banyaknya pesan yang agatha kirimkan untuknya.

__ADS_1


["jul kau di mana?"]


["aku ingin bertemu."]


["jul ada yang ingin aku bicarakan denganmu ini sangat penting."]


["jul."]


Sekitar 20 panggilan dari agatha ia abaikan. ia langsung bangkit dari sofa menyambar jaket untuk ia pakai melawan dinginnya udara malam.


"Hans aku pergi."


"Kau tak jadi menginap?"


"Tidak tau nanti, aku ada urusan sebentar."


*********


tet tet tet tet


suara bel berbunyi, ia segera bangkit dari ranjangnya menuju pintu. padahal matanya sudah sangat mengantuk dan mulutnya tak berhenti menguap sedari tadi, sudah malam tapi ia kedatangan tamu malam ini. matanya membulat sempurna juli sudah berada di depan pintu. hasratnya bergelora melihat agatha hanya memakai daster tipis. ada rasa desiran aneh dalam diri juli melihat tubuh agatha yang begitu menggoda malam ini.


agatha belum menyuruhnya masuk namun juli sudah masuk ke dalam menarik tangan agatha dengan kasar menuju ke kamarnya.


"Jul lepaskan." agatha mengayunkan tangannya agar juli melepaskan genggaman tangannya. namun sungguh sial kekuatan juli berlipat ganda hingga ia tak mampu melepaskan tangannya. juli melemparkan tubuh agatha ke atas ranjang. agatha merangkak mundur masih mencoba menghindar. namun kaki agatha di tarik dengan kuat hingga ia berada di bawah juli.


"Jangan jul jangan." agatha menggelengkan kepalanya berulang kali.


"Kenapa mesti takut? bukankah kita sudah pernah menyatu sebelumnya." ucap juli menyunggingkan bibirnya.


Agatha memejamkan kedua matanya ketika bibir juli mendarat dengan lembut di atas bibirnya.

__ADS_1


"eemmhh." agatha melenguh saat ciuman itu perlahan mulai turun ke lehernya dan membuat banyaknya tanda kepemilikan di sana. sementara tangan juli kini sudah bergerak nakal menyusuri tubuhnya menyusup masuk ke dalam pakaian agatha. dengan lembut kedua tangannya meremas gundukan kenyal yang masih tertutup pakaian dan bra.


"oouuhh." agatha menggelinjang ketika tangan juli sudah mulai aktif turun menyentuh bagian inti milik agatha yang masih mamakai underwear. memainkan jarinya di dalam sana dengan lembut.


juli melepaskan pakaian miliknya dan milik agatha dan melemparkannya ke sembarang arah. kini mereka sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang.


jleb


"aarrgh." agatha memekik kecil saat milik juli berhasil masuk ke dalam miliknya. agatha meringis merasakan perih di bagian intinya.


juli terus bergerak dan merasakan kenikmatan yang luar biasa saat miliknya masuk ke dalam milik agatha yang masih terasa sempit. ini pertama kalinya ia merasakan milik agatha secara sadar karena di awal ia melakukannya dalam keadaan mabuk. dan kini juli merasakan tubuh agatha bagaikan candu untuknya.


"aku mencintaimu agatha." juli kembali memagut bibir mungil juli demi mengalihkan rasa sakit yang agatha rasakan.


tubuh mereka kini di banjiri peluh, hawa dingin dari ac masih membuat mereka panas. ******* yang agatha keluarkan dari bibir mungilnya membuat juli semakin mempercepat gerakannya. perut yang sudah tumbuh janin kini mulai enek ketika milik juli masuk ke dalam miliknya terlalu dalam. hingga juli melepaskan lagi cairan hangat ke dalam milik agatha. juli mengecup kening agatha lalu ambrug di samping tubuh agatha.


agatha terbangun dari tidurnya. jam sudah menunjukan pukul 05.00 pagi. tubuhnya terasa remuk, ia segera bangkit dari ranjangnya pergi membersihkan diri dan bersiap, ia menggunakan kaos putih, celana kulot berwarna abu dan jaket hoodie, sneakers berwarna putih dan topi di kepalanya tak lupa ia memakai kacamata supaya orang lain tak mudah mengenalinya. ia berniat untuk pergi dari apartemen pagi ini sebelum juli terbangun dari tidurnya. dengan langkah perlahan ia segera meraih barang-barang yang sudah ia persiapkan kemarin malam. ia memeriksa kembali barang apa saja yang akan di bawa. ia memesan taxi online untuk mengantarkannya ke terminal.


Saat ini agatha sudah berada di terminal dengan tas besar di tangannya. setelah membeli tiket ia berjalan menuju bus yang akan mengantarnya ke kota tujuan. ia mengusap air matanya yang menggenang di ujung matanya mengingat ia akan meninggalkan kota kelahirannya dan kota di mana ia di besarkan oleh kedua orang tuanya. sekali lagi ia melihat ke sekeliling terminal sebelum ia masuk ke dalam bus, setelah puas menatap sekeliling terminal ia masuk ke dalam bus duduk di kursi yang masih kosong. busnya masih belum melaju masih ada waktu setengah jam lagi berangkat melaju ke kota tujuan. agatha memasang kartu perdana yang baru, sedangkan nomor yang lama ia buang untuk menghilangkan jejak agar juli dan semua orang tak bisa menghubunginya. sebelum ia membeli tiket tadi ia mampir dulu ke konter dekat terminal untuk membeli kartu perdana yang baru.


"Maaf mba kursinya kosong?" tanya si pria itu dengan nada lirih tapi masih bisa agatha dengar.


"oh silahkan." agatha mendongak melihat ke arah pria yang akan duduk di sebelahnya. suara di tenggorokannya seketika tercekat melihat siapa pria yang ada di hadapannya saat ini.


besambung. . .


biasakan setelah membaca selalu meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


__ADS_2