One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 34


__ADS_3

Kini kondisi agatha terlihat semakin membaik sudah bisa bangun, berdiri, berjalan walau pelan. karena perkembangan kondisi kesehatan agatha baik dokter yang memeriksa agatha sudah memperbolehkan agatha pulang hari ini.


"Semakin hari semakin ada kemajuan nyonya, kalau begini bisa cepat pulang ini mah." ucap dokter saat baru di pintu masuk rawat inap.


"Iya dok biar bisa gendong baby maura juga nantinya." balas agatha percaya diri.


"Karena sudah ada kemajuan nyonya sudah di perbolehkan pulang hari ini." ucap dokter bertag name dokter Prasetyo selesai memeriksa keadaan agatha.


"Terima kasih dok." ucap agatha merasa senang.


Kini agatha sudah berada di dalam mobil, mobil yang membawa agatha dan baby maura melaju menuju rumah panti. agatha belum di perbolehkan menggendong bayinya terlalu lama akibat jaitan pasca operasi belum terlalu kering. jadi sementara bu yosi yang menggendong baby maura, tak butuh waktu lama mobilpun sudah sampai dan berhenti di depan rumah panti. seluruh warga panti menyambut kedatangan keluarga baru. agatha terharu melihat semua orang menyambut kepulangannya. agatha turun dari mobil di bantu bu calista keluar dari mobil.


"Yey dede bayi udah pulang." ucap elon dan yang lain bersorak girang berlari menghampiri mobil ketika agatha dan baby maura turun dari mobil.


bu yosi segera membawa baby maura masuk ke dalam rumah sedangkan bu calista memapah agatha berjalan masuk ke dalam rumah. anak-anak terlihat begitu antusias saat baby maura turun dari gendongan di tidurkan di atas ranjang. anka-anak saling berhimpitan ingin melihat dede bayi dari dekat.


"Kak atha dede bayi lagi bobo ya?" tanya adinda yang sedang berdiri di samping ranjang. anak perempuan yang baru berusia 6 tahun ini tak mengalihkan pandangannya dari bayi mungil yang ia lihat di hadapannya begitu lucu dan menggemaskan.


"Iya dede maura lagi bobo, jangan berisik ya anak-anak nanti dede mauranya bangun." balas bu calista mengingatkan. mereka yang ada si sana manggut-manggut mengerti.


"Dede bayi namanya dede maura?" tanya ciko polos yang sedari tadi berdiri anteng mengamati wajah baby maura di sebelah adinda.


"Iya namanya maura." ucap agatha.


"Dedenya cantik ya." bisik adinda di telinga ciko.

__ADS_1


"Iya tantik." ciko menoleh ke arah adinda lalu mengangguk membenarkan ucapannya.


"Pipinya gembul ya." ucap nina.


"Iya kaya bakpau." balas zeva terkikik.


Agatha hanya tersenyum mendengar celotehan lucu anak-anak yang masih bisa ia dengar.


"eh eh jangan duduk di sini Ana nanti tangan baby maura kedudukan sayang." ucap bu yosi langsung menggendong ana yang sudah duduk di sebelah baby maura. ana yang baru berusia 3 tahun ini hanya pasrah saat dirinya di gendong bu yosi.


"oek oek oek"


"Ayo keluar dulu ya anak-anak baby mauranya kepanasan ini." ucap bu calista yang datang dari luar kamar menggiringa anak-anak yang ada di dalam kamar agatha.


Maura sudah terbangun dari tidurnya menangis dengan suara kencangnya. mungkin merasa haus dan menginginkan minum. eh ternyata saat di gendong popoknya terasa basah. agatha segera membaringkan kembali putrinya di atas ranjang dan melepas popoknya menggantinya dengan yang baru.


"oek oek oek."


"uluh cucu nenek pipis ya." ucap bu dewi.


"Iya nenek habis mimi enen langsung pipis." kekeh agatha menirukan suara khas anak-anak. bu dewi tergelak mendengar jawaban agatha.


Kini agatha sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang. sedangkan putrinya kini sedang berada di gendongan bu dewi karena tak mau di baringkan di atas ranjang. kedua mata agatha terpejam rasa lelah di tubuhnya kembali menyerang terlelap menuju alam mimpi.


**

__ADS_1


"oek oek oek."


Di tengah malam maura terbangun karena mengompol dan merasa haus. suara hujan di luar membuat suara tangis maura tak terdengar jelas. namun karena bu calista tidur di kamar agatha ia ikut terbangun.


"Cup cup sayang." bu calista sedang mencoba menenangkan maura.


Agatha mengganti popoknya dengan yang baru lalu segera memberikan ASInya lagi pada putrinya. supaya maura kembali anteng.


"Lenganmu yang kiri buat menyangga lehernya biar kepalanya ngga sakit, tulang lehernya belum kuat jadi kau harus lebih hati-hati." ucap bu calista memberikan pengarahan pada agatha. agatha mengikuti arahan bu calista dengan baik.


Agatha sudah mulai bisa menyusui putrinya. awalnya ia merasa kesulitan karena puntingnya kecil ia harus bersusah payah agar bisa memberikan ASI untuk maura. dengan telaten bu yosi, bu calista dan bu dewi membantunya mengajari menyusui hingga akhirnya ia bisa walau masih terasa kaku.


Maura kembali terlelap dalam gendongannya. di lihatnya wajah putrinya yang sedang terlelap. agatha masih terus bergumam dalam hatinya harapan juli ikut bersama merawat putrinya namun semua hanyalah impian yang tak mungkin menjadi nyata.


"Maura anak mommy yang anteng ya sayang." agatha mengecup kening putrinya lalu mengusap lembut rambut milik maura.


Bu calista membantu menidurkan kembali maura di atas ranjang dan mereka kembali terlelap bersama hingga sang fajar muncul dari persembunyiannya di esok hari.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen

__ADS_1


Vote


Dan terima kasih juga yang sudah setia membaca karyaku dan mampir ke lapakku, semoga kalian semua selalu sehat dan tetap jaga protokol kesehatan dengan mematuhi saran pemerintah dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. . .


__ADS_2