
Suasana masih terlihat tegang di antara keduanya, cukup lama jason diam membisu. dadanya bergemuruh amarahnya belum juga meredam, sedangkan agatha masih menangis walaupun tak mengeluarkan suara.
"Kemasi barang-barangmu kita pulang!" seru jason memberi intrupsi.
"Tapi kak." agatha mendongak menatap wajah kakaknya.
"Kau tidak tuli kan? aku bilang kemasi barang-barangmu!" sentak jason ia kehilangan kendali saat mendengar adiknya menolak perintahnya.
"Aku hanya aib untuk keluarga kita." agatha masih kekeh menolak ajakan kakaknya.
"Ale, pulang atau kau akan tau akibatnya jika tidak menurut denganku!" tekannya lagi. agatha tau kakaknya jika sudah menginginkan sesuatu namun tak terpenuhi pasti ia akan berbuat nekat. ia segera bangkit masuk ke dalam kamarnya di ikuti jason yang mengekor di belakangnya. dengan gerakan cepat jason membantu mengemasi barang milik adiknya.
Jason segera memakaikan jaket ke tubuh maura. maura yang merasa asing melihat wajah jason sempat akan menolak saat dirinya di pakaikan jaket oleh seorang lelaki.
"Nda mau pake jaket panas." maura hendak melepas jaket yang barusaja menyatu dengan kulitnya.
"Jangan di lepas sayang nanti kita akan pergi." ucap jason memberi pengertian pada maura.
agatha yang sudah siap dengan koper di tangannya mengeretnya dengan pelan.
"Kak pamit dulu dengan ibu panti." ucap agatha menghentikan langkahnya di ruang tengah. jason mengangguk menyetujui. agatha segera melangkah masuk menemui ibu panti. kini mereka sudah ada di ruang tamu untuk berpamitan.
"Terima kasih sudah mengijinkan adikku tinggal di sini bu. dan saya minta maaf jika mereka sudah merepotkan selama ini." ucap jason seraya menatap ibu panti secara bergantian.
"Kami tidak merasa repot malah seneng agatha tinggal di sini. sayang sekali agatha harus kembali ke jakarta walau sebenarnya kami merasa bahagia agatha akan berkumpul lagi dengan keluarganya." wajah bu yosi mendadak berubah sendu. tetes air mata ketiga ibu panti seketika tumpah. mereka merasakan kesedihan yang mendalam mengingat awal kedatangan agatha ke rumah panti hingga kini. ibu panti tau bagaimana perjuangan agatha melewati setiap masalah dan ujian yang datang silih berganti.
Jason meninggalkan cek tanda terima kasih pada panti asuhan di mana agatha tinggal. awalnya ibu panti menolak namun jason tetap memaksa dan pada akhirnya mereka menerimanya.
Agatha menuntun tangan kanan mungil maura dan tangan kirinya menggendong boneka beruang miliknya, sedangkan jason mengeret koper milik agatha. ya agatha dan jason barusaja sampai di bandara Soekarno hatta beberapa menit yang lalu. maura masih mengedarkan pandangannya ke segala penjuru setelah ia turun dari pesawat. wajahnya berseri saat tau jika dirinya akan pergi naik pesawat.
"Mommy kita mau pelgi ke mana?" tanya maura yang sejak tadi diam. biasanya jika berpergian ke manapun kalau tidak memakai motor dengan mobil. dan ini pertama kalinya maura pergi menggunakan pesawat.
"Nanti maura juga tau sayang." agatha segera membuka pintu taxi yang baru saja ia pesan lewat via online. sedangkan jason memasukan koper ke dalam bagasi.
__ADS_1
"Jalan pak." jason mengintrupsi. jason yang duduk di jok belakang memangku keponakannya. ia sendiri sedang mendekatkan diri dengan maura.
Ia berceloteh bernyanyi dan bercerita saat dirinya bermain dengan daddy dan oppanya kemarin saat mereka berkunjung ke rumah panti. jason sesekali terkekeh mendengar celotehan maura yang cukup menggemaskan di matanya. ia berulang kali mengecup kepala maura.
Kedua mata maura terlihat mulai sayu jason menoleh melihat maura sudah lelenggutan di pangkuannya. ia mmbenarkan posisi kepala maura agar keponakannya tidur dengan nyaman.
**
Banyaknya masalah di perusahaan pusat membuat juli kembali ke jakarta. dengan terpaksa ia harus membantu ayahnya menyelesaikan permasalahan yang di buat oleh direktur keuangan. bahkan ia sendiri lupa tak berpamitan dengan maura saat akan bertolak ke jakarta. dan belum sempat menghubungi putrinya karena saat di rumah ia lebih sering bersama alika putri keduanya.
Aksa masuk ke ruangan CEO dengan berkas di tangannya. ia meletakannya di atas meja.
"Ini bukti bahwa Erwin sudah menggelapkan dana perusahaan. ternyata bukan satu dua kali tapi sudah beberapa kali tuan." ucap aksa menjelaskan.
Rahang juli mengeras bisa-bisanya ia kecolongan. juli membuka lembar demi lembar berkas di hadapannya. sudah di pastikan ia harus membuat perhitungan pada siapa saja yang sudah membuat masalah dengannya.
"Kau sudah meminta mereka berkumpul di ruang meeting?" tanya juli saat ia sudah selesai melihat hasil penyelidikan.
Tap
Tap
Tap
Suara langkah sepatu terdengar di lantai. terdengar suara bising dari dalam ruang meeting. aksa membuka pintu untuk tuannya. saat juli masuk ke dalam tak ada satu orangpun yang bersuara mereka semua terdiam. aura dingin yang terpancar dari wajah juli membuat semua orang bergidig ngeri.
Brak
Berkas yang sedang di genggamnya ia lemparkan ke hadapan erwin. semua karyawan yang ada di ruang meeting terkejut melihatnya. para karyawan terdiam mereka hanya melirik ke mana jatuhnya berkas itu. baru kali ini juli putra dari sean murka di hadapan karyawan. walaupun ia atasan yang dingin namun tak pernah sekalipun mereka melihat atasannya semurka ini sebelumnya.
"Bisa kau jelaskan semua ini padaku erwin!" tatapan juli masih menajam pada lelaki bertubuh gendut. erwin terlihat gugup saat dirinya terpojokan. namun ia mencoba berusaha tenang.
"Aku tidak melakukan apapun." sanggahnya saat ia masih mencoba membela diri.
__ADS_1
Kedua polisi datang atas panggilan aksa. erwin yang tadinya tenang mendadak resah di buatnya.
"Apa-apain ini saya tidak bersalah pak." ucapnya bangkit berdiri.
"Anda bisa menjelaskannya nanti di kantor polisi." ucap pak polisi seraya memborgol kedua tangan erwin dan membawanya pergi.
Di ruangannya juli merasa rindu yang teramat dalam dengan putrinya ia segera merogoh ponselnya yang tersimpan di saku jasnya. ia mencari nomor ibu panti karena di hari kerja agatha tidak ada di rumah ia pasti sedang bekerja.
Lama ia menunggu panggilannya tersambung hingga di panggilan ke dua barulah juli bisa bernafas lega ketika suara di seberang sana terdengar.
Ibu Dewi : ["Hallo selamat siang."]
Juli : ["Hallo bu,maura sedang apa sekarang? aku ingin mengobrol dengannya."]
Ibu Dewi : ["Maura kemarin kembali ke jakarta bersama agatha di jemput kakaknya."]
Juli : ["Kakaknya agatha?"]
Bu Dewi : ["Iya jason nama kakak agatha."]
Juli segera mengakhiri teleponnya secara sepihak. ia mulai khawatir, jika jason sudah menemukan agatha dan maura otomatis dirinya sudah tak lagi bisa menemui mereka. seperti ucapan jason waktu itu jika agatha sudah ketemu dirinya sudah tak lagi di ijinkan untuk menemui mereka lagi.
Bersambung. . .
Tetap biasakan setelah membaca dengan meninggalkan jejak dengan memberikan
Like
Comen
Vote dan
Jangan lupa masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya❤
__ADS_1