
[Mas bawakan aku mangga muda]
Begitulah isi pesan Wa yang Agatha kirimkan pada Suaminya. Juli yang baru saja selesai meeting dengan karyawannya lekas menoleh pada Aksa yang sedang berdiri di belakangnya.
"Aksa temani aku ke toko buah." Ajak Juli pada asisten pribadinya.
"Siap Tuan."
Juli dan Aksa berjalan keluar menuju lift. Saat pintu lift terbuka Aksa lekas memencet tombol menuju ke lantai bawah. Tak lama pintu lift terbuka, keduanya keluar berjalan beriringan menuju mobil.
Saat sudah sampai di toko buah Juli di buat kesal oleh salah satu pegawai yang ada di sana. Buah yang ia cari tidak ada, bukankah seharusnya toko buah itu lengkap menyediakan berbagai macam buah.
"Ada apa Tuan?" Aksa nampak berjalan tergopoh menghampiri atasannya yang sedang berwajah merah padam.
"Buahnya tidak ada, ayo kita pergi!" Juli mengajak Aksa keluar dari toko buah.
"Tidak ada, memangnya buah apa yang sedang anda inginkan Tuan? mungkin kita bisa cari ke toko buah yang lain." Usulnya seraya memasang sabuk pengaman.
"Mangga muda."
"Oh jadi buah yang ingin anda beli buah mangga muda."
"Iya, ayo cari toko buah yang lain."
"Kalau itu jangan mencari di toko buah tapi langsung metik dari pohonnya langsung." Jelas Aksa.
"Kenapa kau tak mengatakan sejak awal Aksa." Juli menatap horor pada Asistennya.
"Tuan sendiri tidak mengatakan jika ingin membeli mangga muda."
__ADS_1
"Astaga, aku lupa." Juli menepuk jidatnya sendiri.
"Jadi di mana kita bisa memetik mangga?"
"Pamanku punya beberapa pohon mangga di halaman belakang rumahnya. Nanti saya mintakan beberapa buah untuk Tuan." Tawarnya.
"Ingat yang muda jangan yang sudah masak." Balasnya mengingatkan.
"Iya Tuan, apa Nyonya sedang ngidam?"
"Iya, Mungkin."
**
"Sayang." Panggil Juli yang baru saja masuk ke dalam kamar. Pintu yang tak di kunci memudahkannya untuk masuk ke dalam kamar. Juli menyapu pandangannya ke segala penjuru namun netranya tak menemukan istrinya.
Terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi ia menduga jika istrinya kini sedang berada di kamar mandi.
Ceklek
"Kau sudah pulang mas?" Tanya Agatha yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan baju handuknya.
"Iya baru saja sampai."
"Aku sudah dapat buah mangganya." Juli menujuk piring yang tadi ia letakan di atas meja.
"Buka mulutmu." Agatha mengambil potongan buah mangga lalu menyuapkan ke mulut suaminya.
Juli mendelik saat mendengar perintah sang istri.
__ADS_1
"Ayo Mas, buka mulutmu!" Juli menutup mulutnya dengan telapak tangannya seraya menggeleng.
Kenapa jadi dia yang di suapi bukankah istrinya yang tadi ingin makan buah mangga. Juli menggeleng menolak keras buah rasa masam itu masuk ke dalam mulutnya.
"Mas ini calon anakmu loh yang pingin Dadnya makan buah mangga." Ujarnya sedikit memelas. Ia mencoba merayu agar sang suami mau menuruti keinginannya.
"Bukankah kau yang ingin makan, kenapa jadi Mas yang harus makan?"
"Apa mas mau anak kita jadi ileran karena Dadnya tidak menuruti apa maunya." Agatha kembali membujuk suaminya.
Baiklah demi buah hatinya ia akan menuruti apa mau si jabang bayi.
Juli menelan ludahnya saat buah mangga itu akan mampir ke dalam mulutnya. Sang istri tersenyum sangat manis padanya. Ia membuka mulutnya perlahan berharap ketika sudah masuk ke dalam mulutnya buah masam itu akan menjadi manis seperti senyuman istrinya.
Juli merem melek saat buah masam sudah meringsek masuk ke dalam mulutnya. Buru-buru ia menguyahnya lalu menelannya.
Sungguh Masam!
Tubuhnya bergidig. "Tuhan kapan ngidam istriku akan berakhir?" Batinnya meronta menghadapi awal ngidam istrinya.
Agatha tersenyum ketika suaminya sangat patuh padanya. Sedangkan Juli sudah hampir tak berdaya dibuatnya ketika harus makan buah mangga sampai habis.
Bersambung. . .
Mohon dukungannya dengan memberikan
Like
Comen
__ADS_1
Vote dan
Jangan lupa masukn ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya❤