
Sudah beberapa hari ini entah mengapa ia memimpikan maura gadis kecil yang baru ia temui di panti asuhan. rasanya ia ingin setiap hari pergi berkunjung ke panti asuhan.
"Aksa setelah meeting aku ingin mampir membelikan mainan dan boneka untuk anak panti." ucap juli saat di dalam mobil menuju restoran tempat meeting berlangsung.
"Baik tuan." ucapnya menurut.
Setelah selesai meeting aksa menepikan mobilnya di pusat mainan anak. ia segera turun dan membukakan pintu mobil tuannya dan berjalan mengekor di belakang.
"Bantu pilih mainan untuk anak panti." ucap juli pada aksa seraya mengambil beberapa mainan yang tersusun rapi di rak.
Aksa segera melaksanakan perintah tuannya. mengambil beberapa boneka dan mainan seperti boneka barbie, truk, mobil, robot, dan mainan yang lain.
Setelah melakukan pembayaran aksa segera melajukan mobilnya menuju panti asuhan. tak ada percakapan di antara mereka hingga sampai di halaman panti asuhan. anak-anak menghentikan sejenak aktivitas mereka menatap pada mobil yang baru saja berhenti. terlihat 2 lelaki berjas turun dari dalam mobil.
"Kemari ayo bantu bawa mainan ini ke dalam." panggil aksa pada anak-anak yang sedang bermain di halaman depan. langsung saja mereka mendekat membantu membawakan banayaknya mainan ke dalam rumah.
"Ayo kalian pilih mainan kesukaan kalian." ucap juli.
"Beneran ini mainan untuk kami?" tanya ciko dan elon bersamaan.
Juli dan aksa mengangguk lalu tersenyum melihat anak-anak berhambur melilih mainan yang mereka suka dan mereka inginkan.
"Di mana maura bu?" tanya juli mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis kecil yang di rindukannya.
__ADS_1
"Di dalam sedang menonton kartun, mari saya antar." ucap bu dewi mengantar di mana maura berada.
"Maura ini untukmu." juli mendekat memberikan boneka beruang dan perlengkapan mainan dokter pada maura. maura yang sedang duduk menonton film kartun kesukaannyapun menoleh. entah mengapa perasaannya menghangat berada dekat dengan maura.
"Ini untuk lula?" tanya maura tangannya menerima pemberian juli.
"Iya." juli mengangguk.
"Telima kasih om." ucapnya senang.
"Yey aku punya mainan balu, nanti kalo mommy pulang aku mau kasih liat ini." maura segera membongkar perlengakapan dokternya di hadapan juli.
Entah mengapa ia merasa senang hatinya melihat maura tertawa. telinganya mendengar jelas ia mengatakan mommy. bukankah anak yang tinggal di panti asuhan anak yang tidak punya orang tua tapi kenapa maura mengatakan mommy di depannya.
"Maura punya ibu?" tanya juli penasaran.
"Ibu itu kata lainnya mommy orang yang sudah melahirkan maura." ucap juli memberikan penjelasan agar mau mengerti.
Maura mengangguk paham.
"Di mana mommy maura sekarang?"
"Lagi kelja cali uang."
__ADS_1
"Kalo daddy maura di mana?"
"Dady itu siapa?" maura jadi semakin bingung dengan pertanyaan juli.
"Jika ada mommy berarti ada dady juga, nah dady maura di mana?" tanya juli mengulang pertanyaannya pada maura.
Maura menggelang ia sendiri tak pernah mendengar kata dady dari mommynya.
Juli semakin bingung di buatnya. kenapa maura bisa tidak tau siapa dadynya dan di mana keberadaannya. perasaannya mengatakan seperti ada yang tidak beres dengan maura. apa mungkin maura anak yang lahir di luar nikah pikirnya.
"Tuan kita sudah terlalu lama meninggalkan perusahaan, sebaiknya kita lekas kembali." ucap aksa mengingatkan.
"Maura, om ian pulang dulu besok-besok om ke sini lagi." pamit juli berdiri lalu pergi meninggalkan maura. mengacak rambut maura lembut.
Maura menganggukkan kepala.
"Dadah om." tangan mungilnya melambai ketika juli sudah melangkah pergi. juli mengentikan langkahnya menoleh ke arah maura, ia ikut melambaikan tangan dan kembali melanjutkan langkahnya yang tadi terhenti.
Bersambung. . .
Berikan dukungan dengan memberikan
Like
__ADS_1
Comen
Vote