One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 45


__ADS_3

Hubungan agatha dan yerika kini sudah kembali membaik. tak seperti beberapa minggu yang lalu saling diam dan tak saling menyapa satu sama lain. kini mereka malah menjadi semakin akrab setelah pertemuannya di coffee 1 bulan yang lalu. setiap masalah memang seharusnya cepat di selesaikan agar semuanya kembali seperti sedia kala. tak pernah terpikirkan oleh agatha memiliki musuh ia malah ingin mendapat banyak teman dan saudara.


Sudah 3 bulan ini agatha sudah menjalankan misinya untuk mendekatkan yerika dan bang gani. dan keduanya juga terlihat sudah semakin dekat walau belum bersatu menjadi sepasang kekasih.


Sebelum mulai bekerja yerika, agnes dan agatha sedang terlibat obrolan kecil sedangkan mbak ningrum belum juga terlihat batang hidungnya. seperti biasa ia selalu masuk ke dalam gedung mepet dengan bel masuk.


"Besok kan tanggal merah kita liburan yuk ke pantai, udah lama nih ngga mainan air." usul agnes penuh semangat.


"Maaf nih bukannya ngga mau ikut, aku udah punya agenda sendiri besok." balas agatha tak enak, ya dia sudah berjanji ingin membawa putrinya pergi ke kebun binatang besok.


"Yah ngga seru kalo kamu ngga ikut, memangnya agenda ke mana besok?" ucap yerika.


"Aku menemani anak panti ke kebun binatang." dengan terpaksa agatha membawa embel-embel anak panti untuk menutupi kepergiannya dengan putrinya.


"Kita boleh gabung ikut ke kebun binatang tha?" ucap yerika penuh harap. kebetulan ia sangat menyukai anak-anak jadi akan lebih senang jika berlibur bersama.


"Jawab apa coba, kalo ngga ngebolehin nanti mereka kira aku nggak mau pergi bersama lagi, kalo ngebolehin nanti mereka tau semuanya." batinnya bimbang.


"Gimana tha, kita boleh ikut?" tanya agnes mengulang lagi ucapan yerika.


"Ah iya iya boleh dong masa ngga boleh." ucapan agnes membuyarkan lamunannya dan akhirnya agatha mengiyakan permintaan teman kerjanya.


"Maaf nih ngga bisa ikut besok mau ke rumah mertua udah rencana sama suami." timpal mbak ningrum penuh sesal, ia barusaja sampai di dalam gedung dan melewati meja mesin agnes mendengar sedikit perbincangan mereka.


Keesokan harinya agatha sudah siap duduk di atas sepeda motornya, sedangkan anak-anak sudah naik ke dalam mobil. sebelum melajukan sepeda motornya ia menghubungi temannya untuk mengabari jam keberangkatannya. dan akan bertemu di depan zoo park.


"ayo mom." ajak maura yang sudah tidak sabar untuk pergi.


"Sabar sayang, sebentar mom lg wa temen mom dulu." ucap agatha mencoba memberikan pengertian pada putrinya.


"Mau berangkat jam berapa tha?" tanya bu dewi yang sudah duduk dan memegang stir kemudi.

__ADS_1


"Sekarang bu." balas agatha seraya memasukan ponselnya ke dalam tas.


Mobil dan sepeda motor melaju beriringan menuju zoo park. maura sangat senang ia terus berceloteh sepanjang perjalanan. pergi di tanggal merah membuat jalanan terlihat menjadi padat. suara klakson yang berbunyi juga memekikan telinga. sebenarnya ia sangat malas untuk berpergian di tanggal merah tapi kapan lagi jika bukan di hari libur ia bisa mengajak putrinya jalan-jalan.


Sesampainya ia di depan zoo park agatha segera turun dari sepeda motornya. lintang membantu maura untuk turun.


"Agatha." suara itu mengalun membuat agatha mengedarkan pandangannya mencari di mana suara itu berasal.


Terlihat agnes dan yerika melambaikan tangannya mereka sudah menunggu kedatangan agatha dan anak panti. agatha menuntun tangan mungil maura menuju di mana temannya berada. mobil yang membawa anak panti juga sudah sampai. mereka segera menyusul di mana agatha dan yang lainnya berada.


"Siapa namamu anak manis?" tanya yerika saat melihat gadis kecil berkuncir 2 di sebelah agatha, mencubit pipi gembil maura yang begitu menggemaskan.


"Lula." ucapnya malu-malu. maura memang bukan anak yang susah beradaptasi dengan orang yang baru di kenalnya.


"Maura yer." balas agatha mengulang ucapan maura yang kurang jelas mengucapkan huruf dengan baik agar yerika dan agnes paham.


"Nama yang cantik seperti orangnya." yerika langsung membawa tubuh maura ke dalam gendongannya lalu mencium kedua pipi maura.


Mereka segera melangkahkan kaki untuk mengantri membeli tiket. setelah tiket sudah di tangan mereka segera masuk ke dalam. maura begitu antusias melihat banyaknya hewan yang ada di sana. kedua matanya berbinar tubuhnya merosot turun ke bawah lalu berlari. agatha segera menarik pergelangan tangan maura agar tak hilang di anatara lautan manusia.


"Mom ajah." ucap maura yang membuat kedua temannya terkejut mendengar maura memanggil agatha dengan sebutan mom. agnes dan yerika saling pandang.


"Iya ayo kita liat gajah." agnes dan yerika hanya mengekor ke mana agatha melangkah.


"Tha kenapa anak ini memanggilmu dengan sebutan mom? apa dia putrimu?" tanya yerika yang membuat agatha terdiam sejenak. sudah agatha duga yerika dan agnes pasti akan menanyakan hal ini padanya.


"Iya." balasnya datar. berbohongpun percuma mereka tak tuli dan mendengar jelas panggilan maura padanya.


"Aku kira kau belum menikah." ucap agnes mengerutkan dahinya.


"Aku memang belum menikah." kedua mata yerika dan agnes hampir saja keluar dan terlihat sekali keterkejutan dari wajah keduanya. agatha menceritakan segalanya pada kedua temannya kisah kelamnya dan berharap agar mereka tak menceritakan hal ini pada rekan kerjanya yang lain di pabrik.

__ADS_1


Mereka tercengang saat mendengar cerita hidup agatha yang begitu menyedihkan. agnes dan yerika saling menguatkan dan memberikan semangat hidup pada agatha.


"Maaf jika pertanyaanku membuatmu sedih." ucap yerika penuh sesal.


"Tidak papa aku baik-baik saja." ucap agatha tersenyum kembali.


"Semoga maura dan kamu selalu hidup bahagia." ucap agnes mendoakan.


Agatha dan yerika mengaminkan doa yang di ucapkan agnes.


"Ayo kita lihat hewan yang lain." ajak agnes meretangkan kedua tangannya mengambil alih maura ke dalam gendongannya. Maura mengangguk nurut.


"Onyet." tunjuk maura saat melewati kandang monyet. agnes menghentikan langkahnya dan berdiri di luar kandang monyet.


"Mau melihatnya?" tanya agnes dan di angguki oleh maura.


"Uu Aa tu." maura tertawa senang melihat tingkah laku hewan yang sedang di lihatnya.


"Sudah masuk jam makan siang, setelah ini kita makan siang dulu." ucap bu calista mengintrupsi.


"Iya bu." ucap agatha, yerika dan agnes serempak. mereka segera melangkah di mana ibu pengrus panti dan anak panti berada. mereka menikmati bersama makanan yang mereka bawa dari rumah.


Bersambung. . .


Jangan lupa biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan dukungan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


Terima kasih kepada readers yang sudah mampir ke lapakku dan setia menunggu ceritaku. mohon maaf jika masih banyak kekuarangan di dalam cerita ini.


__ADS_2