One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 92


__ADS_3

Hari pernikahan telah tiba, Tamu undangan juga sudah mulai berdatangan. Agatha yang sedang di rias di salah satu kamar hotel di temani sahabatnya Jenny dan Aluna membuat perasaan Agatha bahagia. Sedangkan Maura kini sedang bersama Opanya dan kedua kakaknya.


"Cantiknya." Puji Aluna.


"Iya cantik banget, bikin pangling." Tambah Jenny menatap lekat wajah sahabatnya.


"Kalian pas nikah juga pasti cantik, sayang sekali dulu aku tak bisa dateng."


"Tempat tinggalmu saja aku tidak tau mana bisa memberi kabar." Sungut Jenny.


"Maaf, aku yang salah." Ucap Agatha tersenyum tanpa dosa.


"Yang sudah berlalu biar berlalu." Ucap Aluna.


"Mama." Panggil kedua anak lelaki kembar sedang di gandeng seorang lelaki yang Agatha kenali.


"Sayang sini Nak." Aluna melambaikan tangan agar kedua putranya mendekat.


"Gimana kabarmu Tha? Lama tidak bertemu. sekalinya bertemu di acara pernikahanmu." Tanya Sandy pada Agatha sembari tersenyum.


"Baik Mas, Kau apa kabar? Iya mas sudah bertemu calonnya."


"Baik, juga. Aku kira bakal menikah dengan sahabatku eh ternyata bukan jodoh."


"Mungkin bukan jodoh Mas." Agatha tersenyum kikuk saat membahas mantan kekasihnya.


Aluna mencubit perut suaminya agat tak bicara terlalu melebar kemana-mana, "Awww....." Sandy meringis merasakan sakit di perutnya.


"Lun aku ke bawah. Tha, Jen duluan." Pamitanya lalu pergi meninggalkan ketiganya beserta kedua anaknya.


"Wah Gantengnya, siapa namanya sayang?" Tanya Agatha.


"Yang ini Adrian dan yang itu Andreas." Balas Aluna menunjuk kedua anaknya bergantian.


"Nama anakmu siapa aku lupa." Tanya Aluna pada Agatha.


"Maura." Bukan Agatha yang menjawab tapi Jenny karena yang di tanya sedang di pakaikan lipstik.


"Ooh iya aku lupa." Ucapnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Mama." Andreans menujuk ke arah luar mungkin ia sudah mulai bosan maklum anak umur 2 tahun setengah sedang aktif-aktifnya bergerak.


"Apa sayang."


"Jen, Tha aku tinggal ke luar Andreas bosen." Ujarnya seraya menuntun kedua bocah yang sedari tadi rusuh saat Aluna sedang ingin bersantai barang sejenak bersama sahabatnya.


"Iya lun, Sini Aunty sun dulu pipinya." Jenny mengecup kedua pipi si kembar bergantian karena gemas.


Agatha sudah memakai Gaun berwarna putih untuk acara pemberkatan dan riasan di wajahnya juga sudah siap. Entah mengapa perasaannya menjadi gugup.


"Jen kenapa aku jadi gugup begini." Ucapnya seraya menyentuh dadanya.


"Tanganmu berkeringat." Jenny memegang telapak tangan Agatha.


"Atur nafas dulu, begini sekarang ambil nafas buang. lakukan seterusnya sampai persaanmu tenang." Ucap Jenny memberikan saran.


Agatha menuruti ucapan Jenny, kini perasaannya sudah lebih tenang.


**


Agatha di gandeng sang Papi menuju ke tempat di mana seorang pria sedang berdiri menunggunya. Keduanya akan mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan. Agatha berjalan dengan begitu anggunnya. Terlihat seorang pria dengan balutan tuxedo warna putih senada dengan Gaun yang sedang ia pakai berdiri menatapnya. Dari jauh ia tak merasa aneh dengan pria yang sedang berdiri depan pendeta.


Sang pendeta memulai acara pemberkatan keduanya. Juli dan Agatha mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan bergantian. Setelahnya keduanya memasang cincin yang di bawa oleh putrinya Maura. Jonathan menutup kedua mata keponakannya saat Juli dan Agatha melakukan kisa di hadapan Tamu undangan.


Juli menangkup kedua pipi Agatha lalu menciumnya, Ia memperdalam pagutan mereka memainkan lidahnya di dalam sana hingga keduanya tersengal hampir kehabisan nafas. Melepas pagutan lalu mengambil nafas sebanyak-banyaknya.


"Kenapa mata Lula di tutup Uncle, Gelap Lula ngga bisa liat ini." Keluh Maura seraya memegang tangan Jonathan yang masih di area kedua matanya.


"Sebentar sayang." Ucapnya seraya menatap ke arah di mana sang pengantin berdiri.


"Sudah sayang." Imbuhnya lagi.


"Memangnya tadi ada apa Uncel? Kenapa mata Lula di tutup segala." Maura mengerucutkan bibirnya merasa kesal.


"Belum saatnya Maura tau, hanya orang dewasa yang boleh melihatnya." Ucap Jonathan.


"Kan Lula udah besal ini." Ucapnya lalu bergaya seperti wanita dewasa.


Jonathan tertawa melihat kelakuan keponakannya yang selalu tak suka di katakan anak kecil.

__ADS_1


"Iya Maura sudah Besar. Tapi masih sekolah di Tk belum masuk Sd." Ledek Jonathan.


"Besok mau minta daftal sekolah di Sd sama Mommy." Maura bersidekap, ia tak mau di anggap anak-anak dia akan minta pindah sekolah agar sang paman tak meledeknya terus.


"Uncle Lula mau es klim." Rengek Maura seraya menarik jemari pamannya menuju tempat es krim.


"Eh itu di panggil, Kita foto dulu sayang." Ucapnya menggendong Maura menuju pelaminan karena sejak tadi Mc sudah memanggil keluarga pihak perempuan untuk berfoto.


Tampak di sana sudah ada Papi, Jason beserta kekasihnya Rosi berdiri di samping sepasang pengantin.


"Sini sayang di depan." Maura turun dari gendongan pamannya lalu berpose di depan kamera.


Cekrek


Fotografer sudah mengambil beberapa gambar di kamera. Bergantian dengan pihak lelaki Ayah Sean dan Mami Niken ikut berfoto dengan sepasang pengantin.


"Selamat sayang semoga langgeng, berikan Mami cucu yang banyak." Ucap Mami Niken memeluk Agatha erat lalu mencium kedua pipi Agatha.


"Amin, Terima kasih doanya Mi."


"Maafin Ayah yang belum menjadi Ayah yang baik untuk kalian. Semoga langgeng." Ucap Ayah Sean mendoakan pada keduanya.


Agatha dan Juli mengaminkan bersama doa yang baik.


Setelah tamu undangan dan Para sahabat selesai memberi selamat dan doa atas pernikahan keduanya. Agatha dan Juli pergi meninggalakan gedung acara. Ia masuk ke dalam salah satu kamar hotel milik keluarga.


Keduanya masih merasa canggung dan seperti mimpi sudah menikah dengan pria yang sudah menghamilinya dulu, walaupun masih sama-sama diam sebenarnya Agatha ingin bertanya kenapa pria yang menikahinya bukan Chen tapi malah Juli. Namun ia bingung mulai dari mana ia akan bicara.


"Kau pasti ingin tau kenapa lelaki yang menikahimu bukan Chen tapi aku kan?" Tanya Juli tepat sasaran. Ia seperi indar ke enam yang tau akan pertanyaan yang sedari tadi mengusik pikirannya.


Bersambung. . .


Mohon dukungannya dengan memberikan


Like


Comen


Vote dan

__ADS_1


Jangan Lupa masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya❤


__ADS_2