One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 42


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama agatha berangkat bekerja, di tempat yang baru pastinya ia harus beradaptasi dengan banyak orang dan lingkungan baru tentunya. tepat pukul 07.05 agatha sudah sampai di area pabrik ia segera memarkirkan sepeda motornya di tempat parkiran. ikut berbaur dengan karyawan yang baru seperti dirinya. berkumpul di pos satpam menunggu arahan selanjutnya dari atasan. agatha berdiri bersandar ke tembok netra matanya menangkap sosok bayangan seorang wanita yang kemarin berkenalan dengannya.


"Mbak fia." sapa agatha menghampiri alfiana yang sedang berdiri tak jauh darinya.


"Eh agatha kamu ketrima juga?" tanya alfiana semangat.


"Iya mbak kemarin aku dapet pesan." balas agatha.


"Alhamdulilah ketemu lagi kita." ucap alfiana mengulas senyum.


"Iya aku juga bersyukur di panggil kerja, kemarin sempet galau takut ngga di terima." ucap agatha berubah sendu.


"Semuanya mohon perhatiannya sebentar." ucap pak satpam ber tag name Wahyu mengintrupsi.


"Terima kasih kepada para pelamar yang kemarin mendapat panggilan untuk datang pagi ini. Nama saya Seno dan saya yang akan mengantarkan kalian masuk ke dalam gedung. pertama sudahkah kalian membawa perlengkapan untuk bekerja seperti masker dan memakai kaos kaki?" ucap pak seno menanyakan kesiapan seluruh karyawan baru.


"Sudah." ucap semuanya serempak.


"Bagus, terima kasih kepada kalian yang sudah mematuhi segala peraturan yang kami buat. sebelum masuk ke dalam gedung di harapkan kalian menitipkan tas kalian di dalam loker dan satu lagi jangan membawa makanan dalam bentuk apapun ke dalam gedung, kalian tau kita bekerja membuat pakaian jadi tak boleh ada satupun makanan yang masuk ke dalam gedung karena bisa membuat semut berdatangan. kalian mengerti?" ucap pak seno panjang lebar memberikan wejangan.


"Mengerti." ucap mereka bersamaan.


Pak seno langsung mengantar semua karyawan baru ke loker untuk menyimpan tas mereka. setelahnya pak seno mengantar kami semua masuk ke dalam gedung. nampak seluruh karyawan sudah mulai bekerja. di sana terlihat beberapa wanita yang sedang berdiri seperti sedang menunggu karyawan baru.


"Mohon perhatian semua, nanti nama yang di panggil langsung mengikuti sama mbak yang memanggil." ucap pak seno sebelum ia beranjak pergi meninggalkan gedung.


"Salma yuliana sari, Anggi Bela pertiwi, iis nur lailasari, Valerina agatha lee, Esti Ramadani, Gita ria safitri, dan Oktaviana. ikut saya." agatha langsung melangkah berkumpul bersama dengan orang yang barusaja di panggil namanya.


Berdiri membuat setengah lingkaran lalu kami mendapatkan wejangan dulu sebelum di tempatkan di bagian kami masing-masing.


"Nama saya Ajeng dan ini di sebelah saya Mbak Ika kami yang memegang line 5. kami dan karyawan yang ada di sini adalah keluarga jadi jika kalian ingin menanyakan masalah pekerjaan yang belum kalian pahami bisa langsung tanya ke saya atau mbak ika dan kalian juga boleh bertanya pada karyawan lama. kalian mengerti?" ucap mbak ajeng seraya menatap silih berganti pada kami.


"Mengerti." ucap kami serempak.


"Di antara kalian ada yang sudah bisa menjahit?"

__ADS_1


Ada sekitar 4 orang mengangkat jarinya. langsung saja mbak ika mengajak orang yang sudah berpengalaman di bidang menjahit sedangkan sisanya masih berdiri di tempat.


"Kamu perhatiin cara-caranya kalau lagi diajarin yang fokus." ucap mbak ajeng mengintrupsi.


"Iya mbak." balas agatha. agatha masih fokus melihat proses memasang kancing pada kemeja. tak butuh waktu lama agatha memperhatikan cara-caranya kini ia sudah diminta untuk duduk mencoba memasang kancing. ia sendiri belum berpengalaman menggunakan mesin kancing dan benar saja perasaannya campur aduk wajahnya terlihat gugup.


"Jangan grogi mbak ini mesinnya nggak galak kok kaya lidernya." celetuknya saat agatha sudah berhasil memasangkan kacing pertama di badan depan kemeja sebelah kiri.


"Eh iya mba, maaf baru pertama kali ini saya pegang mesin beginian." ucap agatha jujur.


"Jangan penggil mbak jadi keliatan tua, umurku baru 21, panggil aja agnes." ucapnya memperkenalkan diri. terlihat dari nada bicaranya asyik tak terlihat garang seperti yang agatha bayangkan.


"Iya mbak, eh agnes." ucap agatha nyengir.


Tak butuh waktu lama agatha sudah bisa memasangkan beberapa kancing di badan depan kemeja sebelah kiri walau masih terlihat kaku dan belum gercep.


Jam istirahat tlah menyapa semua karyawan berhambur keluar gedung untuk makan siang, agatha dan yang lainpun tak ketinggalan untuk mengisi perut mereka dengan nasi beserta lauknya. agatha sudah janjian makan bersama dengan agnes karena memang ia belum mengenal banyak karyawan yang ada di sini untuk di ajak makan bersama.


"Anak baru?" tanya wanita bertubuh berisi duduk di sebelah agatha.


"Saya Ningrum kalau yang itu namanya Yerika." balasnya memperkenalkan diri dan juga teman satunya yang duduk di sebelah agnes.


Mereka segera melahap makan siang sambil mengobrol. ternyata begini rasanya bekerja di lingkungan pabrik sangat berbeda dengan bekerja di toko batin agatha.


"Kamu sebelumnya kerja di mana mbak agatha?" tanya yerika setelah menelan makanan dalam mulutnya.


"Di toko kue mbak." balas agatha.


"Berapa lama?" tanya mbak ningrum menimpali ucapan yerika.


"Sekitar 5 bulanan mbak." ucap agatha menerawang.


"Aku duluan mau sollat, kalau mau masuk masuk aja dulu." pamit mbak ningrum meninggalkan tempat makan melangkahkan kaki ke arah masjid.


"Iya mbak." balas agnes, yerika, dan agatha kompak. mereka menghabiskan makan siang mereka tanpa sisa. setelahnya mereka segera bangkit masuk kembali ke dalam gedung.

__ADS_1


Teet Teet


Suara bel tanda masuk berbunyi seluruh karyawan kembali ke tempat kerja masing-masing. seorang lelaki nampak berdiri di samping agatha. sontak saja agatha terkejut melihat kehadiran bang kemal.


"Gimana udah bisa?" tanya bang kemal tersenyum pada agatha.


"Bisa tapi belum gercep masih kaku juga." balas agatha seadanya.


Bang kemal hanya menanggapi dengan senyum tipis. "nanti lama-lama juga bakalan pinter kaya si agnes." ujar bang kemal menujuk agnes dengan dagunya lalu memberi semangat.


"Mas Gani minggir jangan di ganggu, dia lagi belajar nanti ngga pinter-pinter kalau di goda terus." ucap agnes mencebikan bibirnya.


"Apa si Nes, siapa juga yang lagi menggoda aku tuh lagi ngasih semangat buat adik tersayang."


"Kadal bilang sayang ke banyak wanita." cerocos agnes.


"Aku titip adikku, ajarin sampe pinter pokoknya." seru bang kemal kemudian berlalu berkeliling line.


Seorang wanita yang sedari tadi melirik ke arah di mana pujaan hatinya berdiri. hatinya bergemuruh hebat melihat kedekatan bang banh kemal dengan agatha. berbagai umpatan ia lontarkan di dalam hatinya. baru saja kenal namun sudah membuat dirinya terbakar api cemburu.


Seusai jam kerja berakhir seluruh karyawan bersiap untuk pulang kecuali yang di minta lembur. karena agatha karyawan baru jadi belum di minta untuk mengikuti lembur. agatha yang barusaja tanda tangan pulang ke meja belakang melewati yerika yang masih menjahit tak lupa untuk sekedar menyapa.


"Duluan mbak." ucap agatha menoleh di mana yerika berada.


"Hm." balasnya datar. entah mengapa nada bicaranya menjadi berubah padanya. padahal siang tadi sikapnya sangat manis. atau mungkin ia sedang marah tapi dengan siapa ia marah ia tak mau berpikir keras birkan sajalah toh agatha merasa dirinya tak merasa melakukan kesalahan apapun padanya.


Bersambung. . .


Biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


Terima kasih pada readers yang sudah menyempatkan mampir ke lapakku dan setia menunggu ceritaku.


__ADS_2