One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 38


__ADS_3

Agatha mengajak maura jalan-jalan ke taman sore ini. dengan mengenakan pakaian santai khas rumahan. maura duduk di tengah di apit oleh agatha dan beril. dengan menggunakan sepeda motor mereka meninggalkan rumah panti menuju taman.


Tak butuh waktu lama mereka sampai di taman karena jarak antara rumah dan taman cukup dekat.


"Ngeng ngeng." bibir mungilnya maura berceloteh senang saat dalam perjalanan berangkat.


"Mom obing Sal." ucapnya lagi saat melihat kendaraan yang sering ia lihat di buku bergambar yang ada di kamarnya.


"Mobil besar itu namanya bus." ucap beril membenarkan ucapan maura.


"Bus." maura mengerucutkan bibirnya saat mengucap kata bus.


Maura turun dari sepeda motor di gandeng beril berjalan menuju taman, sedangkan agatha memarkirkan sepeda motor terlebih dahulu lalu melangkah menyusul keduanya.


Ramainya suasana taman membuat maura terlihat senang. jemari tangannya terlepas dari gengaman beril berlari ke sana ke mari. beril yang di belakangnya mengikuti langkah kaki ke mana maura berlari.


"Jangan lari de nanti jatuh." ucap beril mengingatkan.


Barusaja beril berucap maura terjatuh tersungkur.


"Hua." tangis maura pecah.


Seorang lelaki mengangkat dan menggendong tubuh maura. "Cup cup sayang."


Seketika beril panik dan khawatir saat melihat maura terjatuh. ia buru-buru mendekati maura yang sedang menangis sesenggukan dalam gendongan seorang pria dewasa.


"Maaf om adik saya." ucap beril.


"Oh dia adikmu? dia terjatuh dan menangis aku sedang menenangkannya." ucap pria itu begitu tenang.


"Hua atit." ucapnya masih menangis. maura bersembunyi di dada seorang pria seraya tangannya memegang lututnya yang berdarah.


Agatha yang barusaja sampai langsung menghampiri maura saat mendengar suara tangis putrinya.


"Maura kenapa sayang." tanyanya dengan perasaan cemas. wajahnya telihat kaku saat pandangan keduanya bertemu, betapa terkejutnya agatha bertemu kembali dengan orang di masa lalunya.


"Ba..bang kemal." panggil agatha terbata terkejut melihat bang kemal di hadapannya.


"Agatha kau di sini?" tanya bang kemal menautkan kedua alisnya.


"I..iya bang." ucap agatha.

__ADS_1


"Maura sini sama mommy nak." ucap agatha mengambil alih maura ke gendongannya.


"Hua mom atit." adunya masih menangis.


"Anak ini putrimu?"


"Iya bang dia anak yang ada dalam kandunganku dulu."


Untuk menenangkan maura bang kemal membelikannya es krim agar tangisnya mereda. maura begitu tenang duduk di pangku bang kemal.


Agatha masih tak percaya di pertemukan kembali dengan orang yang dulu sudah menolongnya.


"Es krimnya enak sayang?" tanya bang kemal pada maura seraya mengusap lembut rambut maura.


"Nak om." maura begitu menikmati es krim di tangannya.


"Jadi kau sudah menikah sekarang?" tanya bang kemal membuka obrolan.


Agatha menggeleng jujur ia tak ingin mengingat dan menceritakan kembali masa lalunya yang kelam.


"Kenapa belum?" tanya bang kemal penasaran.


"Dia di jodohkan, dan aku bisa apa?" agatha tertawa kecil seperti sedang menertawakan dirinya sendiri yang begitu sial.


Agatha kini sudah kembali dari taman dan duduk di tepi ranjang. sedangkan maura setelah mandi ia mengantuk dan terlelap tidur dengan sebotol susu di tangannya. agatha mengusap lembut rambut putrinya. ia terus terngiang kembali ucapan bang kemal saat di taman.


"Maura memang masih kecil tha belum tau apa-apa dan belum bisa menanyakan keberadaan ayahnya. suatu saat nanti dia sudah paham pasti akan bertanya. kau harus mempersiapkan semua jawaban yang akan putrimu tanyakan. aku harap kau sudah berpikir ke arah sana." ucap bang kemal mengingatkan.


"Aku sudah menyiapkan jawabannya jauh sebelum maura lahir." ucap agatha begitu tenang.


"Aku harap maura dan kamu selalu bahagia." ucap bang kemal mendoakan. agatha mengaminkan doa yang baik untuknya.


Agatha mengecup lembut kening putrinya cukup lama. agatha menyingkirkan rambut yang menutupi wajah putrinya.


**


Setelah pertemuannya dengan bang kemal kini bang kemal jadi sering berkunjung ke rumah panti menemui maura dan bermain dengannya. di hari biasa bang kemal di sibukan bekerja di pabrik. sudah setahun bang kemal tak kembali lagi ke ibu kota dan mencari kerja di sini. dia bilang lebih enak tinggal di sini daripada di jakarta. setelah tau agatha berdagang bang kemal juga membantu mempromosikan pada rekan kerjanya dan teman nongkrongnya. ya sedikit demi sedikit penghasilan agatha mulai meningkat. hasil penjualannya ia sisihkan juga untuk di tabung.


Ting


"Bang kemal." ucapnya saat layar ponselnya menyala yang menandakan pesan masuk. tertera nama bang kemal di layar ponselnya.

__ADS_1


"Ada yang pesen tas sama jaket." matanya berbinar saat membaca pesan bang kemal yang mengirimkan gambar tas dan jaket yang di pesannya. dengan gerakan cepat agatha membalas pesan bang kemal.


Maura yang baru saja terbangun dari tidurnya merangkak menghampiri agatha yang sedang duduk di tepi ranjang. maura memeluk agatha dari belakang.


"Sayang mom ngga bisa bernafas ini."


"Ndong mom." ucap maura belum melepas pelukannya malah makin mengeratkan pelukannya.


"Minta gendong di depan jangan di belakang ya." saran agatha.


"Nda mom." maura menggeleng, ia kekeh ingin di gendong di belakang. bangkit dari duduknya dengan perlahan lalu menggendongnya.


"Pegangan sayang." maura menurut kedua tangannya berpegangan memegang kedua pundak agatha erat.


agatha membawanya keluar dari kamar menuju ruang tamu dan mendudkannya di sofa. lampu yang sudah padam ia nyalakan kembali hingga ruang tamu terlihat terang.


Waktu sudah menunjukan pukul 22.00. maura terbangun dan terjaga di jam segini kemungkinan agatha akan begadang menemani maura bermain, sedangkan anak panti semua sudah terlelap tidur. bu dewi yang sedang berada di dapur segera mendekat ke ruang tamu saat melihat terangnya lampu di ruang tamu dan mendengar suara maura berceloteh.


"Loh sayang belum tidur?" tanya bu dewi muncul dari dapur.


"Sudah nek ini kebangun." balas agatha. Maura naik ke atas sofa duduk lalu turun berlari menghampiri bu dewi.


"Nek ici." tangan mungil maura menarik kaos yang di pakai bu dewi mengajaknya melihat kelinci peliharaannya.


"Sudah malem kelincinya udah bobo sayang." ucap bu dewi menjelaskan. namun maura masih saja tak mendengarkannya ia tetap menunjuk ke arah pintu.


"Hua ici mom." maura malah menangis masih saja ngeyel minta keluar ingin bermain dengan kelincinya.


"Kelincinya bobo sayang, di luar juga gelap sudah malam." agatha segera membawa tubuh maura dalam gendongannya.


"Liat yutube aja yuh liat donald duck." suara tangis maura berhenti saat ponsel agatha sudah berada di genggaman tangannya.


Baru membuka beranda yutube terlihat ada berita yang menayangkan mertua dari pengusaha kaya meninggal dunia. agatha terdiam mencerna berita hot news.


"Mom bebek." ucap maura menggoyangkan lengan agatha hingga ia tersadar dari lamunannya.


"Eh iya sayang sebentar mom cari dulu ya." agatha segera mengetikan nama film yang akan di tonton putrinya.


Dengan tenang maura menonton film kesukaannya. ia tertawa ketika film yang di tontonnya menampilkan kelucuan si donald, sedangkan agatha ingin sekali membuka berita tadi dan menontonnya. ya dia harus mengalah sebentar demi anaknya jika maura sudah tidur ia akan melihatnya nanti.


Bersambung. . .

__ADS_1


Tetep stay tunggu cerita aku selanjutnya. dan tetap berikan dukungan dengan cara meninggalkan jejak dengan menberikan


Like, Comen, dan Vote


__ADS_2