
Kehamilan Agatha sudah menginjak 7 bulan, Sebentar lagi mendekati hari persalinannya, Juli sebagai suami siap siaga menyambut kelahiran anak keduanya. Rasanya ia tak ingin melewati masa kehamilan istrinya seperti dulu.
Hari ini Agatha di temani sang suami memeriksakan diri ke rumah sakit. Dan berencana untuk menjenguk anaknya di layar kaca monitor. Agatha duduk di barisan antrian bersama pasien lain. Sang suami awalnya akan mendaftar lewat online tapi Agatha menolaknya ia ingin seperti pasien lainnya seperti dilu saat hamil Maura.
"Mbak hamil anak pertama?" Tanya seorang wanita yang duduk di sebelah Agatha.
"Bukan, anak kedua Mbak."
"Oh anak kedua saya kira anak pertama, soalnya Mbaknya kelihatan masih muda."
"Iya saya nikah muda Mbak." Jawabnya sembari tersenyum.
"Sendiri?" Tanyanya lagi.
"Sama suami, tapi sedang pergi ke kantin beli minum."
Wanita itu hanya manggut-manggut mengerti.
Tak lama Juli terlihat berjalan seraya menenteng kantung kresek di tangan kirinya.
"Ini minum dulu katanya tadi haus." Juli mengeluarkan sebotol air mineral lalu memberikannya pada sang istri.
"Makasih Mas." Agatha menerimanya lalu meminumnya. Rasa haus yang sedari tadi di rasanya kini terobati dengan aliran air yang mengalir di tenggorokannya.
"Nyonya Valerina Agatha Lee." Panggil suster yang keluar dari ruang periksa.
"Iya Sus." Bukan Agatha yang menjawab tapi suaminya.
Juli membantu Agatha yang akan bangkit berdiri dari duduknya. Semakin bertambah usia kehamilan Agatha Juli semakin perhatian padanya.
"Loh Mbak Agatha kan?" Tanya Dokter yang akan memeriksa Agatha.
Dokter Rangga baru pindah tugas ke rumah sakit ini beberapa hari yang lalu.
"Apa kabar Dok?" Tanya Agatha sembari tersenyum canggung. Ia merasa tak enak hati karena dulu sudah membuat masalah di rumahnya.
"Kabar baik, Saya tidak menyangka akan di pertemukan lagi denganmu." Dokter Rangga tak hentinya mengulas senyum di bibirnya.
"Dokter kenalkan suami saya. Mas ini dokter Rangga yang dulu pernah memberiku tumpangan tempat tinggal saat di Semarang." Ucapnya seraya menatap kedua pria bergantian.
"Juli." Juli mengulurkan tangannya bersalaman tanda perkenalan.
"Rangga."
"Ini hamil anak kedua ya?" Tanya Dokter Rangga sembari melihat data diri milik Agatha.
__ADS_1
"Iya Dok." Agatha mengangguk membenarkan.
"Sudah tahu jenis kelaminnya?"
"Jadikan kejutan saja Dok."
"Boleh Dok." Keduanya menjawab secara bersamaan tapi jawaban mereka tak sama.
Dokter geleng-geleng mendengar Jawaban pasutri di hadapannya yang tak kompak.
"Jadi mau tau atau tidak?" Tanya Dokter Rangga sekali lagi menatap Agatha dan Juli bergantian.
"Untuk kejutan saja Dok, perlihatkan saja bagaimana keadaan di dalam sana." Ujar Juli pada akhirnya mengalah ia mengikuti keinginan istrinya.
"Baik, ayo kita sama-sama lihat." Ucap Dokter Rangga.
Tangannya bergerak menyiapkan alat untuk USG. Agatha sudah merebah di atas brankar lalu mengoleskan gel di atas perut pasien. Alat transducer berjalan perlahan di atas perut Agatha, sedangkan di layar monitor sudah muncul gambar isi di dalam rahim Agatha. Sang suami tak mengalihkan pandangannya dari layar monitor, ini momen kedua menemani istrinya melakukan USG.
**
"Rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin berjumpa dengan anak kita." Ucap Juli seraya memasang sabuk pengaman pada istrinya.
"Iya sama aku juga Mas, semoga semuanya berjalan lancar." Doa Agatha.
Juli melajukan mobilnya meninggalkan Rumah Sakit. Sebelum pulang ke rumah keduanya singgah di salah satu restoran untuk mengisi perutnya yang sudah mulai keroncongan sejak di Rumah Sakit tadi. Ia menepikan mobilnya di halaman Cressto.
Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam Restoran. Ramainya restoran membuat Agtaha dan Juli harus Mencari tempat duduk kosong.
"Selamat datang di Cressto Tuan, Nyonya. Sialahkan mau pesan menu apa?" Salah satu pegawai resto menghampiri Kami yang baru saja duduk.
"aku mau makan beef steak dua, long potato satu. Minumnya Orange Juce dengan...."
"Lemon tea." Timpal Agatha melanjutkan jawaban suaminya yang masih melihat buku menu.
"Mohon tunggu sebentar Tuan, Nyonya." Pamitnya undur diri.
Sungguh ramai sekali resto yang kami singgahi mungkin juga karena jam makan siang telah menyapa.
Agatha mengedarkan pandangannya melihat pengunjung yang sedang menikmati makan siangnya. Ekor matanya melihat Chen yang sedang duduk berhadapan dengan seorang wanita.
"Sayang kau sedang melihat siapa?" Tanya Juli, kedua matanya mengekori mengikuti pergerakan mata istrinya.
"Itu yang pakai kemeja hitam seperti Chen bersama seorang wanita." Agatha menunjuk dengan jarinya ke arah di mana Chen duduk.
"Iya ya, dengan kekasihnya mungkin." Juli menduga jika wanita di hadapan Chen adalah kekasihnya. Tak begitu jelas terlihat karena si wanita hanya terlihat punggungnya saja.
__ADS_1
"Kita ke sana menyapanya sebentar." Ajak Juli mengulurkan tangannya membantu istrinya berdiri.
"Boleh Mas."
keduanya berjalan beriringan menuju di mana Chen berada.
"Chen." Panggil Juli.
Chen yang merasa namanya di panggilpun menoleh.
"Kalian makan di sini juga?" Tanya Chen, ia begitu canggung saat melihat wanita yang pernah ia cintai bersama suaminya.
"Loh Elsiya." Agatha mendelik saat tau wanita yang ada di hadapan Chen adalah asistennya.
"Ada hubungan apa Chen dan Elsiya. Kenapa mereka bisa bersama?" Tanya Agatha dalam hati.
"Selamat Siang Mbak Ale." Sapanya sembari tersenyum kikuk.
"Siang El, kalian sudah lama?"
"Belum lama Mbak." Jawab Elsiya.
"Gabung saja dengan kami." Ajak Chen.
"Kami sudah memesan meja di sebelah sana." Balas Juli menunjuk meja tempatnya makan dengan dagunya.
"Tidak papa, gabung saja dengan kami biar ramai." Ucap Chen sekali lagi.
"Terima kasih, tapi kami sudah pesan meja. Kami ke sana Chen, El." Pamit Juli dan Agatha lalu kembali lagi ke mejanya. Juli tak ingin terjadi kecanggungan di antara mereka jika ia ikut bergabung dengan Chen.
Tak lama kemudian makanan yang keduanya pesan datang. Mereka menikmati makanannya hingga tak tersisa. saling menyuap satu sama lain. Di seberang sana lelaki yang sedari tadi mencuri pandang melihat pergerakan Agatha.
Bersambung....
Mohon dukungannya dengan cara memberikan dukungan dengan
Like
Comen
Vote
Hadiah
Dan jangan lupa masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya❤
__ADS_1