One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 11


__ADS_3

baru beberapa minggu yang lalu agatha masih menjadi siswi SMK Bina Bakti, kini agatha sudah menjadi mahasiswi di sebuah universitas di pusat kota. sebenarnya papinya menyarankan untuk kuliah di London bersama jason tapi agatha menolak dengan alasan sudah nyaman tinggal di negara indonesia dan pendidikan di sini juga tidak kalah bagusnya dengan negara tetangga. keputusan yang agatha ambil tak bisa membuat papinya memaksa, kenyamanan yang agatha rasa nomor satu. dan suatu kebanggaan untuk papinya juga ia masuk di peringkat 3 besar. ia bersyukur memiliki anak yang patuh dan tak neko-neko meski kedua orang tuanya berpisah namun tak membuat hidupnya menjadi down.


"papi bangga padamu ale, selamat atas kelulusan dan prestasi yang kamu dapat, dan ingat tetap pertahankan semuanya." ucap papi saat acara makan malam bersama di rumah oma yunita waktu lalu sebelum papi kembali ke Amerika bersama kakaknya jonathan.


walaupun mami dan ayah sean tak datang ke acara perpisahannya karena kesibukan mereka namun kehadiran papi dan kakaknya jo membuat kebahagiaan tersendiri untuk agatha.


kini jenny dan agatha kembali di persatukan di kampus yang sama namun mereka berbeda jurusan, agatha mengambil jurusan menejemen bisnis sedangkan jenny jurusan administrasi perkantoran. aluna ia ikut papahnya pindah bertugas di kota bali, papah aluna seorang prajurit TNI sedangkan mamanya bekerja sebagai bidan di puskesmas.


jam istirahat tlah tiba jenny menghampiri agatha yang masih betah di dalam kelas dan merasa enggan untuk bangkit dari kursinya.


"ngantin yuk tha." ajak jenny menepuk bahu agatha.


"engga ah, males makan." jawab agatha merebahkan kepalanya di atas meja.


"yah masa aku ngantin sendiri." jenny mencebikan bibirnya mendengar tolakan agatha.


entah mengapa akhir-akhir ini agatha terlihat lemas, wajahnya pucat dan kepalanya juga selalu pusing. setiap pagi ia selalu memuntahkan seluruh isi dalam perutnya. ia sudah meminum tolak angin namun sakit yang ia rasa belum juga hilang, ia juga sempat membeli obat magh di apotik dan meminumnya namun hasilnya juga sama rasanya tak kunjung hilang.


karena perut yang sudah keroncongan jenny pergi ke kantin seorang diri. ketika sedang duduk di antara lautan manusia datanglah most wanted kampus ada juli, ken, sandy dan hans.


"jen di mana agatha?" tanya juli mendaratkan bokongnya di kursi sebelah jenny.


"di kelas." jawab jenny kemudian memasukan bakso ke dalam mulutnya.


"kalian lagi marahan?" tanya juli lagi. jenny hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. jenny masih menikmati makanannya hingga tersisa mangkok di atas mejanya.


"agatha bilang dia lagi males makan, udah ya duluan masih ada kelas." jelas jenny lalu bangkit dari duduknya, baru melangkah beberapa langkah juli memanggilnya.


"jen ada yang tertinggal." panggil juli melambaikan tangan pada jenny. jenny berhenti dan menoleh ke arah juli dengan tanda tanya.


"apa?"


"hans." juli, ken, dan sandi terkekeh melihat ekspresi jenny. hans memukul bahu juli dengan tasnya, jenny menatap dengan kesal ke arah juli dan yang lain.


kini juli sedang berada di kelas mencoba menghubungi agatha namun nomor yang di hubungi sedang tidak aktif. ia merasa khawatir pada agatha setelah jam kuliah berakhir ia memutuskan untuk datang berkunjung ke kelas agatha.


"maaf mau tanya, apa kau melihat agatha?" tanya juli pada teman sekelas agatha yang entah dia bernama siapa.


"sudah pulang kak sejak tadi dengan jenny."

__ADS_1


drrrrttt drrrrttt


juli merogoh sakunya terlihat nama aksa di layar ponselnya. menggeser tombol warna hijau dan menempelkan ponselnya di telinga kanannya.


juli : ["ya ada apa?"]


aksa : ["saya ingin memberikan kabar jika 1 jam lagi tuan ada meeting dengan client dari surabaya."]


juli : ["astaga aku hampir saja lupa jika kau tak mengingatkanku. di mana kita akan mengadakan meeting?"]


aksa : ["di kantor tuan."]


juli : ["aku segera ke sana, aksa tolong persiapkan semua file yang kemarin untuk bahan persentasi nanti."]


aksa : ["baik tuan."]


juli segera meninggalkan kampus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. ya juli sudah mulai aktif di kantor beberapa minggu ini walau hanya ngantor beberapa jam saja karena masih membagi waktu dengan jam kuliahnya. suasana jalanan yang cukup padat membuat perjalanan tak cepat sampai di kantor, dia harus extra sabar dengan kondisi jalanan yang terbilang tak pernah lenggang.


********


sesampainya agatha di apartemen ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang. kepalanya masih terasa pusing. jenny yang tidak tega melihat agatha sedang tidak enak badan memutuskan mengantarkannya pulang sampai apartemen.


"aku pengin di kerok punggungnya, apa kau bisa mengerok?" tanya agatha dengan mata terpejam.


jenny merasa aneh sejak kapan agatha yang ngga pernah kerokan kini minta di kerok punggungnya.


"apa kau sudah terbiasa di kerok tha?" mengambil minyak kayu putih yang ada di atas nakas. ia juga tak lupa mengambil koin di dalam dompetnya.


"engga, tapi siapa tau di kerok bisa sembuh nantinya." jawab agatha dengan nada lemah.


"apa aku kabari mami kamu ya biar mamimu tau keadaanmu." jenny masih mencoba membujuk agatha.


"jangan, jangan bilang apa-apa pada mami nanti mami khawatir." jawab agatha mencoba meyakinkan jenny jika ia hanya sakit biasa dan bukan sakit yang serius.


"baiklah, tapi jika sampai besok sakitmu tak kunjung hilang priksa ke dokter ya." ucap jenny sambil mengerok punggung agatha.


"iya." jawab agatha singkat.


jenny sudah pergi meninggalkan apartemen agatha. sebenarnya jenny ingin menginap karena merasa khawatir pada agatha tapi agatha terus meyakinkan jenny sudah baikan, padahal wajahnya masih terlihat pucat.

__ADS_1


"aku pulang, tapi kau harus berjanji jika terjadi sesuatu hubungi aku." ucap jenny sambil memakai kembali sepatunya.


"pasti jen, aku sudah lebih baik sekarang, maaf sudah membuatmu khawatir."


ponsel yang berada di atas nakas berbunyi menampilkan pesan baru masuk. dengan malas ia membuka dan membacanya.


drrrttt drrrttt


["ale besok pagi aku kembali ke london."]


agatha membuka pesan yang baru di kirimkan chen.


agatha : ["pukul berapa pesawatnya fly?"]


chen : ["pukul 07.00"]


agatha :["baiklah aku usahakan datang."]


agatha merebahakan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya.


sinar mentari pagi menembus gorden memaksa agatha membuka matanya secara perlahan, meregangkan ototnya yang kaku. pusing di kepalanya sudah berangsur menghilang, walau rasa mualnya masih namun sedikit lebih baik. ia meraih ponsel di atas nakas melihat jam sudah menujukan pukul 05.20 ia langsung bergegas menuju kamar mandi bersiap untuk pergi menuju bandara.


sesampainya di bandara ia melihat chen yang terlihat seorang diri. kedua orang tuanya dady kai dan momy jessica sudah kembali lebih dulu ke london beberapa hari lalu karena pekerjaan.


"chen." panggil agatha saat ia sudah menemukan keberadaan sahabatnya.


"aku kira kau tak akan datang." chen bangkit dari duduknya memeluk agatha.


dari jarak yang lumayan jauh seorang pria sedang mematung menatap geram pada kedua manusia yang sedang berpelukan di depan umum. ia mengingat kembali pada perkataan chen bahwa ia akan merbut agatha darinya.


bersambung. . .


jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2