One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 49


__ADS_3

Agatha nampak gelisah, ia menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar menetralkan pikirannya. setelah pertemuannya kembali dengan juli agatha malah menjadi banyak fikiran.


Flashback on


"Untuk apa kau mau menemuinya?" tanya agatha saat kedua mata mereka bersitatap.


"Apa pertanyaan itu pantas kau tanyakan pada seorang ayah yang merindukan anaknya?" sindir juli.


"Kau tidak boleh menemuinya." ucap agatha masih dengan pendiriannya.


"Akan aku bawa ke jalur hukum jika kau masih saja menjauhkan aku dari anakku!" acam juli yang membuat keberanian agatha menciut. sungguh ia tak rela jika hak asuh maura akan jatuh ke tangan ayahnya. walaupun ada darah juli yang mengalir di tubuh putrinya.


Flasback off


Agatha melirik sesekali ke sebelah kemudi namun ayah kandung dari putrinya itu masih tetap fokus ke jalanan.


drrrttt drrrttt


Ponsel agatha bergetar ia segera mengambil ponselnya di dalam tas, menggeser tombol hijau lalu mengangkatnya.


Agnes : ["Kenapa belum berangkat?"]


Agatha : ["Tolong bilang ke mbak ika aku nggak bisa berangkat hari ini, nggak enak badan. nanti SKDku aku ttipkan ke pos satpam."]


Agnes : ["Cepet sembuh."]


Agatha : ["amiin."]


Agatha memutuskan sambungan teleponnya. juli melirik wanita di sampingnya mencuri dengar dengan siapa agatha bicara, juli nampak menyunggingkan senyum di bibirnya saat mendengar samar suara perempuan di seberang sana.


Agatha sendiri baru membuka ponselnya pagi ini, ia malah mengabaikan ponselnya dari semalam. di lihatnya ibu panti menghubunginya dan mengirimkan beberapa pesan padanya menanyakan keberadaannya, nampaknya mereka khawatir pada agatha yang semalam tak pulang ke rumah dan maura yang menangis semalam. agatha sendiri bingung harus menjawab apa. tak mau ambil pusing ia memasukan kembali ponselnya ke dalam tas. toh sebentar lagi ia juga akan sampai.


"Ke arah mana lagi kita?" tanya juli saat berhenti di lampu merah.


"Masih lurus terus nanti kalau ketemu perempatan lagi maju sedikit ada pertamina sebelah ada gang belok kanan." juli nampak berpikir setelah mendengar jawaban agatha. bukannya itu jalan yang biasa ia lalui jika pergi ke panti asuhan. namun juli urungkan untuk bertanya lebih baik mengikuti saja petunjuk agatha.


"Sekarang tubuhmu sedikit berisi jadi keliatan sexy." goda juli. agatha mencubit perut juli merasa kesal.


"Aw sakit tha." desis juli merasakan sakit di perutnya.


"Jangan menggodaku." ucap agatha menoleh ke luar menatap banyaknya rumah yang berbaris. ia mencoba menutupi wajahnya yang memerah karena malu.

__ADS_1


"Aku nggak bohong, memang benar sekarang kamu jadi tambah sexy. aku jadi tambah cinta." ucap juli sungguh-sungguh, ia menggengam tangan agatha namun agatha menepisnya.


"Jaga sikapmu." balas agatha ketus.


"Kenapa? aku hanya ingin memegang tanganmu saja."


"Ingat yang di rumah, sekarang udah resmi jadi suami orang." sindir agatha. juli terdiam tak mampu membalas ucapan agatha yang membuat ia sadar dengan statusnya.


"Nanti di pertigaan belok kanan rumah paling ujung di sana rumahnya." perasaan juli semakin kuat jika ia akan datang ke tempat yang selalu ia rindukan di setiap harinya.


Juli berhenti tepat di pekarangan rumah panti. perasaannya tepat sasaran jika ia akan berkunjung ke mari lagi. agatha segera melepas sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil. terlihat di depan rumah bu dewi yang sedang menggendong maura.


"Hua nenek mommy mana?" tangis maura.


"Kenapa mommy ngga pulang-pulang?" maura masih menangis sesenggukan, maura menangis sejak semalam dan biasanya ia bangun di tengah malam meminta di buatkan susu oleh agatha tadi malam ia bangun tak mendapati mommynya di kamarnya hingga kini masih mencari di mana mommynya berada.


"Lihat itu siapa?" ucap bu dewi menunjuk agatha dengan jarinya.


"Mommy." panggil maura saat melihat agatha.


Agatha segera berlari menghampiri maura. "Cup cup sayang, kenapa menangis?" mengambil alih maura dalam gendongannya.


Juli terkejut pada pemandangan yang ada di hadapannya. pantas saja hantinya selalu terasa hangat jika berdekatan dengan maura rupanya gadis kecil itu putrinya.


"Selamat pagi tuan juli." sapa bu dewi. ia cukup terkejut melihat juli keluar dari mobil yang sama dengan mobil yang di tumpangi agatha.


"Pagi." balas juli.


"Silahkan masuk silahkan duduk tuan." ajak bu dewi pada tamunya.


"Om ian." seketika maura menghentikan tangisnya saat netranya melihat kehadiran juli.


Agatha mengikuti pergerakan kedua bola mata putrinya. ia baru tersadar jika om ian yang maura maksud ialah ayahnya sendiri.


"Selamat pagi anak manis." sapa juli. ia segera menggendong maura lalu mengecup kening putrinya.


"Kenapa menangis hm?" tanya juli mengusap air mata maura dengan ibu jarinya.


"Mommy aku pulang keljanya lama, aku kangen." ucap maura jujur. ia menjatuhkan kepalanya di bahu juli. agatha terdiam saat melihat interaksi antara juli dan putrinya. di lihat dari sudut manapun mereka seperti pinang di belah dua. wajah mereka sama tak ada bedanya, hanya perbedaan kelamin saja di antara keduanya. hingga mereka memiliki keras kepala yang sama.


"Agatha kenapa diam saja? ajak tuan juli masuk ke dalam." bu dewi membuyarkan lamunan agatha.

__ADS_1


"I...iya bu." balas agatha tergagap.


Juli melangkah masuk dan duduk di kursi.


Maura sendiri terlihat menempel terus tak mau turun dari gendongan ayahnya. jangan di tanya perasaan agatha kini sedang dongkol-dongkolnya. mendengar maura merindukan mommynya namun kini putrinya malah terus bergelayut manja pada juli.


"Mau nonton apa di yutube?" tanya juli saat maura mengotak atik ponselnya.


"Lula suka nonton donald duck." balas maura antusias.


"Oh ya, sini dady bantu cari." ucap juli.


"Mommy ini om ian yang kemalin ngasih boneka sama mainan doktel ke lula." adunya saat agatha meletakan minuman di atas meja.


"Iya sayang mommy sudah tau." ucap agatha menarik kedua bibirnya tersenyum.


"Agatha panggil ibu pengurus panti kemari ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka." ucap juli.


"Mau bicara apa?" tanya agatha dengan perasaan bingung.


"Nanti kau juga akan tau."


Ibu Calista dan bu dewi sudah duduk di kursi, sedangkan bu yosi sedang sibuk mengurus Josua yang masih bayi. mereka saling menduga jika juli mengajak mereka membicarakan hal penting.


"Ibu pasti bertanya-tanya hal apa yang akan saya bicarakan bukan? saya langsung saja ke intinya. saya ingin mengucapkan terima kasih sudah memberikan tumpangan hidup untuk agatha dan putri saya maura dan saya mau memberikan cek ini, tulis berapapun nominal yang panti butuhkan." ucap juli yang membuat kedua ibu panti terkejut dengan perkataan juli.


"Maksud tuan?" tanya bu calista masih tak mengerti dengan ucapan juli.


"Juli dadynya maura bu." balas agatha lirih ia menundukan kepala.


"Jadi laki-laki yang sudah menghamilimu...." tanya bu dewi.


"Iya bu lelaki itu juli." sergah agatha memotong ucapan bu dewi. ia sendiri tau siapa orang yang akan di sebutkan namanya oleh bu dewi.


Bersambung. . .


Tetep stay pantengin cerita aku dan jangan lupa berikan dukungan dengan memberikan


Like


Coment

__ADS_1


Vote


Terima kasih kepada readers yang sudah mampir ke lapakku. . .


__ADS_2