One Night Love With Step Brother

One Night Love With Step Brother
episode 29


__ADS_3

Agatha terbangun setelah mendapat guncangan di lengannya. ia segera membuka kedua matanya secara perlahan. dirinya terkejut mendapati kedua wanita sudah ada di hadapannya. dan terlihat langit juga sudah berubah menjadi gelap. ternyata ia tertidur cukup lama. dan hujan yang turunpun kini sudah reda.


"Kau siapa dan kenapa tidur di sini?" tanya ibu berambut pendek seperti lelaki berjongkok di hadapan agatha.


"Sa..saya agatha bu. saya hanya ingin beristirahat sebentar bu, jangan usir saya bu. setelah ini saya janji akan segera pergi dari sini." ucap agatha terbata-bata.


"Masuklah ke dalam, ini sudah malam tidak baik seorang wanita berkeliaran di luar." ucap ibu berambut ikal panjang sebahu. agatha menggelengkan kepala sebagai jawaban. ia bangkit hendak pergi meninggalkan tempat namun agatha baru melangkah beberapa langkah pandangan agatha sudah gelap.


Brug


Agatha jatuh pingsan. kedua wanita ini langsung menggendong membawa agatha masuk ke dalam rumah.


Aroma minyak kayu putih di hirupkan ke hidung agatha. tak lama kemudian jari tangan agatha melakukan pergerakan dan mata agatha perlahan terbuka.


"Akhirnya kau sadar juga nok." Ucap ibu berambut ikal panjang sebahu seraya mengusap rambut agatha lembut. perasaan agatha menghangat ketika mendapat perlakuan baik.


"Yosi dia sudah sadar." ucapnya saat suara pintu terbuka. dan masuklah seorang wanita berambut pendek seperti lelaki berjalan menghampiri ranjang.


"Tidak usah takut, kami bukan orang jahat." ucap wanita berambut pendek saat melihat wajah agatha yang sudah mulai khawatir.


"Saya yosi dan ini Calista kami pengurus panti asuhan ini." Ucap bu yosi memperkenalkan diri.


"Saya agatha bu." balas agatha dengan suara serak khas orang baru bangun.


"Kau dari mana dan mau ke mana?" tanya ibu Calista.


"Saya dari jakarta bu." ucap agatha.


"Saya belum tau mau ke mana bu, saya baru di usir dari kontrakan beberapa hari yang lalu." balas agatha lagi seraya menyeka bulir air mata yang menetes.


Agatha duduk di atas ranjang menceritakan awal mulanya ia bisa tinggal di kota ini.


"Ayah kekasihku menikah dengan mamiku. aku di perkosa kekasihku yang kini berstatus kakak tiri. setelah aku tau hamil aku ingin minta pertanggung jawaban pada kakak tiriku malah yang aku dengar ia akan di jodohkan dengan anak sahabat ibunya." pandangan mata agatha ke depan menerawang ke masa lalunya, ia menghentikan sejenak ceritanya mengambil nafas sebelum kembali melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Aku kabur ke kota ini dan mendapatkan kontrakan ketika perutku belum membesar, lambat laun para warga memahami kondisi perubahan dari perutku dan mereka berbondong-bondong datang ke rumah kontrakan mereka menuduhku kalau dulu aku bekerja sebagai PSK di jakarta setelah mereka mengatakan itu mereka mengusirku bu."


Ibu yosi dan ibu Calista masih setia mendengarkan cerita agatha. ibu calista duduk di samping agatha menggenggam tangan agatha mencoba memberinya kekuatan.


"Saat aku di jalan aku merasa pusing dan lelah aku jatuh pingsan, aku di tolong oleh dokter kandungan yang waktu itu memeriksaku. aku di tolong di bawa ke Rumah sakit. paginya aku di ajak tinggal bersama keluarga pak dokter, aku sudah menolaknya tapi beliau bilang aku sedang hamil jadi harus ada teman jika aku ada sesuatu ada yang membantu." Agatha merasakan hatinya perih saat menceritakan kehidupannya yang begitu pahit.


"Aku tidak menyangka istri pak dokter mengira aku adalah madunya dan yang paling menyakitkan beliau mengatakan jika aku adalah ******." Dada agatha begitu sesak mengingat kembali perkataan istri dokter angga yang menohok hatinya. tangis agatha pecah, ia menangis sesenggukan.


"Menangislah sayang agar hati dan perasaanmu lega." ucap bu calista seraya memeluk agatha mengusap punggung agatha lembut.


Ibu yosi melangkah keluar dari kamar. baru beberapa menit ibu yosi pergi kini sudah kembali dengan sepiring nasi dan segelas air di tangannya.


"Agatha ayo makan dulu agar kau dan bayimu tetap sehat." ucap bu yosi duduk di kursi sebelah ranjang menyuapkan nasi ke mulut agatha.


"Terima kasih bu." agatha menerima suapan dari bu yosi dan memakannya dengan lahap.


"Sama-sama." ucap bu calista dan bu yosi bersamaan.


Juli menyandarkan kepalanya di kursi. beban pikirannya kini menjadi semakin banyak. ia belum tau keberadaan agatha dan belum bisa menemukannya tapi kemarin malam ia meniduri desi. wanita yang tak di cintainya.


"Bodoh bodoh bodoh." juli merutuki dirinya sendiri seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Padahal ia sudah berjanji pada dirinya tak akan pernah menyentuh tubuh desi namun entah bagaimana ia sendiri tidak mengerti bisa melakukannya kemarin malam.


"Aku tak bisa segera menceraikannya jika desi hamil nantinya." juli terus saja merancau tidak jelas.


tok tok tok


"Masuk." ucap juli menatap ke arah pintu.


"Tuan, maxim ingin bertemu anda." ujar aksa.


"Suruh dia masuk." balas juli seraya bangkit dari duduknya. berjalan ke arah sofa panjang.

__ADS_1


"Duduk." perintah juli saat maxim muncul dari balik pintu.


"Apa yang sudah kau dapat?" tanya juli saat maxim baru duduk.


"Cukup mengejutkan bagi saya namun kepercayaan ada pada diri anda tuan." balas maxim.


"Langsung pada intinya aku tidak suka basa basi max." balas juli ketus.


"Saya mendatangi beberapa kampung dan ada satu kampung yang pernah di tinggali nona agatha beberapa bulan namun mereka bilang mereka sudah mengusir nona agatha beberapa minggu yang lalu. alasan mereka mengusir nona karena hamil di luar nikah dan warga kampung menduga nona mantan PSK di jakarta." ucap maxim menjelaskan panjang lebar.


Juli membelalakan kedua matanya mendengar jika agatha hamil.


"Max kau tidak salah informasi kan?" tanya juli lagi merasa ada kesalahan pada informasi yang maxim bawakan.


"Saya mendapat informasi dari warga kampung yang di tempati nona agatha." balas maxim lagi.


"Saya belum menemukan keberadaan nona agatha tuan, tapi saya akan berusaha mencarinya lagi." ucap maxim lagi.


"Segera cari dan temukan dia max." perintah juli tegas.


Maxim keluar meninggalkan kantor kembali mengemban tugasnya mencari keberadaan nona mudanya. juli sudah berdiri menatap ke atas langit. ia merasa semakin frustasi setelah mendengar maxim mengatakan jika agatha sedang hamil. ia semakin menduga jika anak yang sedang dikandung agatha adalah anaknya. tapi bila benar kenapa agatha tak meminta pertanggung jawaban darinya dan malah memilih kabur dari rumah. apa sebenarnya alasan utama agatha meninggalkan rumah dan kota ini.


Bersambung. . .


Mohon maaf baru bisa up soalnya kemarin kecapean jadi ngga sempet ngetik.


Tetap biasakan setelah membaca meninggalkan jejak dengan memberikan


Like


Comen


Vote

__ADS_1


__ADS_2