
Kini agatha sudah sampai di kediaman papinya. walau sudah lama ia meninggalkan rumah ini namun masih nampak sama tak ada yang berubah hanya sekarang ada penambahan air mancur di halaman depan rumahnya. agatha segera turun dari taxi yang membawanya dari bandara. maura masih begitu lelap dalam tidurnya. jason membuka pintu dan keluar dengan membawa maura dalam gendongannya. dan ikuti oleh agatha ia turut keluar juga. asisten rumah tangga mereka mbak Nur wanita yang berumur 33 tahun yang muncul dari dalam rumah mungkin karena memdengar suara deru mesin mobil berhenti di halaman depan, ia lekas menghampiri saat ia melihat anak majikannya turun dari taxi.
"Eh ya alloh non ale sudah kembali, apa kabar non?" mbak Nur nampak berbinar saat pandangan matanya bertemu dengan anak majikannya yang sudah lama tak ia lihat.
"Ia mbak, kabar baik." ucap agatha mengulas senyum di bibirnya.
"Mbak tolong bantu keluarkan koper dari dalam bagasi." seru jason mengintrupsi.
"Siap tuan laksanakan." mbak Nur lekas menurunkan koper yang tersimpan di dalam bagasi dan membawanya ke dalam rumah.
Jason membaringkan tubuh maura di atas ranjang. ia juga dengan telaten melepas sepatu dan jaket yang sedang maura kenakan.
"Kau istirahat dulu aja. nanti setelahnya kita makan bersama." ujarnya menanggalkan jaket milik maura di gantungan dan meletakan sepatu maura di rak.
"Iya kak." agatha meletakan slingbag di atas nakas dan membaringkan tubuhnya di samping maura. sedangkan jason sudah meninggalkan kamar agatha dan entah pergi ke mana.
Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi kamarnya di lihat kamarnya tak ada yang berubah mulai dari cat dinding berwarna cream, tata letak ranjang, bingkai foto keluarga yang terpajang di dinding serta foto dirinya saat masih kecil dengan ketiga kakaknya yang ada di atas nakas semua masih ada di tempatnya.
Tok
Tok
Tok
Daun pintu mengeluarkan suara saat tangan seorang dari luar mengetuknya beberapa kali.
"Non makan dulu." panggilnya dari luar kamar. agatha segera beranjak dari ranjang melangkah menuju pintu dan membukanya.
"Non ale sudah di tunggu tuan jason di bawah untuk makan malam." ucapnya seraya menunjuk tuan muda di bawah sana dengan ibu jarinya. agatha menoleh ke belakang di mana putrinya terlelap.
"Katakan pada kak jas aku makan di atas saja. maura masih tidur solanya nanti kalo kebangun bisa-bisa dia menangis mencariku." tolak agatha.
"Maura gadis cilik yang tadi di gendong tuan jason?" tanya mbak Nur karena nona mudanya menyebutkan nama asing yang belum pernah ia dengar selama tinggal di rumah milik tuan besar samuel.
Agatha hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Mbak Nur bisa tolong bawakan makanan saya ke kamar." pintanya pada aisten rumah tangganya.
"Bisa mbak sebentar saya ambilkan." mbak Nur lekas beranjak pergi menuruni anak tangga melangkah menuju dapur.
Agatha kembali masuk ke dalam kamar dan keluar ke balkon melihat langit yang sudah mulai menghitam. ia memejamkan kedua matanya merasakan setiap terpaan angin yang berhembus menerbangkan setiap helai rambut miliknya. walau terasa dingin namun agatha masih betah berdiri di luar.
Jason tak mengetuk pintu ia langsung masuk ke dalam kamar adiknya karena pintu yang tak terkunci. saat mbak Nur turun dan memberitahu jika adiknya ingin makan di kamar ia lekas menyiapkan makanan juga untuknya dan adiknya lalu membawanya ke kamar agatha.
"Ale." panggil jason saat ia menangkap bayangan agatha di balik korden sedang berdiri di balkon.
Agatha hanya menoleh tanpa berniat untuk beranjak dari tempatnya.
"Ayo makan dulu." ajak jason.
Jason melangkah membawa nampan berisikan dua piring dan dua gelas lalu ia melatakannya di atas meja. sudah di pastikan jika kakaknya pasti menginginkan makan bersama. akhirnya kakak beradik ini tampak asyik menikmati perkedel dan tumis kangkung bersama di selingi obrolan ringan di antara keduanya di balkon.
"Besok papi dan kak jo kembali."
__ADS_1
Agatha mendadak terdiam dari makannya, namun ia kembali mengunyah makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.
Maura membuka kelopak kedua matanya, ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, ia merasa asing dengan kamar yang sedang ia tempai saat ini.
"Hua mommy..." maura menangis saat dirinya tak mendapati agatha di dalam kamar.
Agatha yang belum selesai makanpun lekas beranjak dari duduknya masuk ke dalam kamar. untung saja ia tak makan di ruang makan jadi ia bisa mendengar suara tangis putrinya dengan jelas.
"Mommy lula takut. ini di mana?" tanya maura di sela tangisnya seraya memeluk agatha.
"Ini di kamar mommy sayang, kita sudah sampai ini loh di jakarta." ucapnya menenangkan tangis maura mengelus kepala maura lembut.
jason melangkah menghampiri keponakannya yang sedang menangis. "Sudah bangun sayang?" jason memberikan kecupan singkat di pipi keponakannya.
Maura yang belum terbiasa melihat wajah jason menyembunyikan wajahnya di dada agatha.
"Uncle jas itu loh kenapa sembunyi sayang."
Maura mendongak melihat wajah uncelnya yang masih terasa asing baginya.
"Sini sama uncle sayang, uncle punya banyak ikan, maura mau lihat ikan di akuarium?" ajak jason merentangkan tangannya ke arah maura.
"Mau liat ikan." ucapnya malu-malu namun maura menerima uluran tangannya di gendong jason melangkah pergi turun ke bawah. ia melingkarkan kedua tangannya ke leher jason.
"Maura suka liat ikan?" tanya jason mencoba mengakrabkan diri dengan keponakannya.
"Suka, di lumah panti juga ada kolam ikan. ikanya banyak telus besal-besal." celotehnya dengan memainkan tangannya menujukan seberapa besar ikan yang ia lihat di kolam ikan di rumah panti.
**
Juli sudah berada di dalam mobilnya ia masih merasa bimbang dengan keputusannya akan berkunjung ke kediaman jason atau tidak tapi perasaan rindu dengan putrinya tak dapat lagi ia bendung. ayahnya juga dari kemarin meminta bertemu kembali dengan maura cucunya.
"Jul setelah semua urusan kantor selesai kita kembali ke semarang lagi ayah merindukan maura." ucap ayah sean saat mereka sarapan kemarin.
"Iya yah." ucapnya setelah menenggak segelas air di tangannya.
"ah ayah sudah tidak sabar bertemu lagi dengannya, dia begitu lucu dan menggemaskan." ucapnya antusias mengingat polah dan tingkah laku cucunya yang begitu menyenangkan di matanya.
Dan kini akan sangat sulit ia bertemu lagi dengan putrinya karena adanya jason.
setengah jam ia tak melakukan pergerakan apapun kini ia mulai melajukan mobilnya. sudah cukup ia berpikir dan harus mengambil keputusan seperti apa saat ini.
Macetnya jalanan di malam hari membuat dirinya harus lebih extra sabar melajukan laju kendaraannya. malam minggu membuat padatnya ibu kota karena warga masyarakat yang hendak berpergian untuk menikmati malam entah mereka pasangan muda mudi atau para orangtua yang ingin menghabiskan malam dengan jalan-jalan bersama keluarganya.
Sesampainya di depan pintu gerbang juli nampak ragu untuk masuk ke dalam. bimbang lagi dengan keputusannya jangankan untuk bertemu jason merangkai kata untuk meminta maaf saja ia masih belum menyiapkannya.
"Masuk atau pulang?" tanyanya dalam hati tangannya masih di atas kemudi.
"Jantung kenapa malah tak bersahabat begini." ia menyentuh dadanya saat perasaan gugup dan bimbang kini merasuk dalam dirinya.
Iya mengatur nafasnya menghela nafas lalu membuangnya lagi.
Tin
__ADS_1
Tin
Tangannya menekan klakson bundaran stir. security segera melangkah membuka pintu pagar besi.
"Selamat malam tuan." sapanya pada juli.
"Malam." juli menurunkan kaca mobilnya. security tau jika yang datang adalah putra sambung dari mantan istri tuan besarnya.
"Apa agatha dan jason ada di rumah?"
"Ada tuan, silahkan masuk." balasnya menganggukan kepala.
Juli langsung saja melajukan kembali mobilnya. ada rasa lega di dalam hatinya mendengar agatha ada di dalam rumah.
Juli menghentikan laju mobilnya di depan rumah besar milik samuel. sungguh jantungnya masih sama malah berdetak lebih cepat dari sebelumnya. rasanya ia ingin memundurkan mobilnya kembali ke belakang dan keluar meninggalkan kediaman agatha. namun sudah kepalang tanggung ia sudah masuk ke halaman.
"Jadi pertama aku harus bicara apa dengan jason? langsung meminta maaf atau berbasa basi dulu." gumamnya dalam hati. ia menggigit bibir bawahnya mencoba memutar otak untuk berpikir.
"Tapi kalau kak jas langsung mengusirku bagaimana." ia masih saja bermonolog sendiri.
"Persetan dengan akhirnya aku harus menemuinya dulu. di usir atau tidaknya tapi setidaknya aku sudah berusaha meminta maaf padanya." ucapnya mantap.
Dengan tekad yang kuat juli melepas sabuk pengaman lalu membuka pintu dan keluar. langkah kakinya tampak meragu namun hatinya lagi-lagi yang menguatkannya.
Baru sampai di depan pintu saja tangannya sudah mengeluarkan keringat dingin dan wajahnya nampak pucat.
Teeettt
Teeettt
Teeettt
Tak lama kemudian pintupun terbuka. menampilakan sosok wanita yang membukakan pintu. ia melihat tamunya dari atas sampai bawah. ia merasa keheranan bukannya lelaki yang ada di hadapannya adalah putra sambung mantan majikannya nyonya niken. ada apa beliau malam-malam berkunjung ke kediaman tuan samuel.
"Maaf tuan cari siapa?" tanya mbak nur ramah.
"Aku ingin bertemu kak jas dan agatha. apa mereka ada di rumah?"
"Ada tuan, mari silahkan masuk silahkan duduk." ajak mbak nur pada tamunya.
"Sebentar saya panggilkan dulu tuan jas dan nona agatha." ucapnya undur diri ke belakang.
Bersambung. . .
Tetap biasakan setelah membaca dengan meninggalkan jejak dengan memberi
Like
Comen
Vote dan
Jangan lupa masukan ceritaku ke dalam cerita favorit kalian ya ❤
__ADS_1